Jumat, 07 Juli 2017

Pemuas Tante Penagih Hutang


Pemuas Tante Penagih Hutang

Tante Lendir - Seorang laki-laki yang baru beranjak dewasa digoda agar mau bersetubuh dengan rentenir wanita yang menagih hutang ibunya dirumahnya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Perkenalkan namaku Adam, sekarang aku berumur 23 tahun, di situs web dewasa ini aku akan menceritakan tentang pengalaman sex pertamaku pada waktu aku masih berusia 13 tahun. Dalam usiaku yang masih 13 tahun aku tanpa ada rencana apalagi angan-angan aku melepaskan keperjakaanku dengan seorang wanita setengah baya

Pada saat itu kebetulan hari minggu, tentunya hal yang paling menenangkan bagi semua orang baik itu seorang siswa, mahasiwa ataupun para pekerja. Di hari minggu yang cerah itu aku terbangun pada jam 08.00 pagi, karena tidak ada kegiatan aku-pun hanya berada didepan Tv dan sembari tiduran menikmati acara TV.

Tidak terasa setelah aku menonton beberapa acara TV, jam dinding sudah menunjukan pukul 12.00 siang. Malas sekali rasanya ingin beranjak dari depan TV, aku yang masih bermalas-malasa didepan TV, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan aku-pun bergegas bangun dan segera menuju ke arah pintu untuk membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, terlihatlah sesosok wanita setengah baya yang kira-kira usinya sekitar 37 tahunan,

“ Pagi Dek, maaf ibu Anita (ibuku) ada Dek ? ,” tanyanya kepadaku.
“ Oh mencari Ibu, oh iya maaf tante sebelumnya, tante ini siapa yah ,” tanyaku.
“ Oh iya saya tante Rikha Dek, Tante teman Ibu kamu dari pondok bambu ,” jawabnya sembari tersenyum.
“ Oh begitu ya tante, sebentar yah saya panggilkan Ibu ,” jawabku lalu beranjak memanggil Ibu yang sedang berada dikamar.

Saat itu aku-pun kemudian memanggil Ibu dan Ibu-pu segera menemui Tante Rikha. Entah pada hari itu mereka mengobrol apa aku tidak tahu tentang obrolan mereka. Nah dari situlah aku mengenal Tante Rikha. Setelah beberapa saat mereka mengobrol Tante Rikha-pun berpamitan pulang kepada Ibu dan aku.

Dari cerita Ibu baru belakangan ini aku tahu bahwa Tante Rikha adalah seorang lintah darat atau yang disebut rentenir. Tenryata Ibuku telah terlilit hutang yang jumlahnya lumayan besar oleh Tante Rikha. Jujur saja pada saat itu kehidupan kami memanglah sangatlah sulit semenjak ayahku meninggalkan kami karena dia lebih memilih meninggalkan ibuku demi istri mudanya.

Ayahku memang tidak bertanggung jawab, dia meninggalkan aku bersama adik-adik dan kakakku dirumah kecil pinggiran Jakarta.

Kehidupan kami sangatlah sulit, bahkan untuk makan sehari hari-pun ibuku harus berhutang pada Tante Rikha. Hari demi hari terus berlalu, aku-pun semakin sering bertemu dengan tante Rikha. Yah tahu sendirikan para pembaca namanya Rentenir atau lintah darat kalau menagih hutang hampir setiap hari. Singkat cerita pada hari itu kebetulan juga hari minggu tepatnya pukul 10.00 pagi, aku baru saja terbangun dari tidurku sembari menikmati secangkir kopi.

Ketika aku sedang menikmati kopi hangat didepan TV, terdengarlah suara langkah kaki menuju pintu rumahku. Aku yang mendengar itu, maka aku-pun segera beranjak dan membukakan pintu sebelum seseorang mengetuk pintu rumahku.Dalam fiiranku tadi aku menebak kalau itu adalah Tante Rikha, ternyata benar dugaanku ternyata yang datang adalah tante Rikha,

“ Eh ada tante Rikha, pasti Tante cari Ibu yah ? ,” sambutku disertai bertanya.
“ Iya Nih Dam, Ibu kamu masih dirumah nggak, soalnya tante telat nih tadi janjian sama Ibu kamu sih jam jam 09.00 eh sekarang udah jam 10.00 lewat 15 menit ,” ucapnya.
“ Yah tante gimana sih, Ibu udah pergi 15 menit yang lalu Tante, Ibu kegereja sama adik-adik Tante ,” ucapku.
“ Pas banget saya bangun tadi Ibu pergi, palingan sebentar lagi juga pulang Tante kalau berkenan Tante tunggu aja dulu disini ,” lanjutku.
“ Oh gitu ya Dam, yaudah deh tante nunggu aja deh disini sama kamu ,” ucapnya.
“ yaudah Tante silahkan duduk dulu biar saya bikini minuman ,” ucapku.

Kemudian Tante Rikha-pun setelah kupersilahkan duduk tante Rikha-pn duduk diruang tamu, kemudian aku pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuknya,

“ Wah kamu ini nggak usah repot-repot Dam kalau sama Tante, tantekan bisa ambil minum sendiri nanti ,” ucapnya.
“ Adam nggak ngerasa direpotin kog Tante, hhe… ,” jawabku.

Sembari membuatkan minum tante Rikha mengajak aku mengobrol, selang bebeberapa menit aku-pun keluar membawa segelas teh hangat untuk tante Rikha,

“ Ini minumannya tante, silahkan diminum ,” ucapku sembari memberikan segelah teh hangat.
“ Iya Dam, makasih ya dam,hhe… Oh iya, ini kamu sendirian ya dirumah Dam ? ,” tanyanya.
“ Iya nih tante, kakak kalau hari minggu ngajar pencak silat di sekolahan ,” ucapku.
“ Ouhhh begitu ya, emnagnya kamu sendiri nggak kemana-mana yah? ,” tanyanya.
“ Nggak nih tante lagi males kemana-mana, palingan kalau hari libur gini aku cuma dirumah aja nonton TV ,” jawabku.
“ Oh begitu, emangnya kamu nggk pergi sama pacar kamu ? ,” ucapnya.
“ Pacar ??? aku belum berani pacaran tante, lagian akukan masih kecil dan lagi aku juga belum bisa cari uang sendiri, aku maunya pacaran kalau udah kerja nanti tante, hhe… ,” jawabku.
“ Hah masak iya sih kamu masih kecil kamu kan udah gede, emang umur kamu berapa sih ? ,” tanyanya penasaran.

Oh iya para pembaca, walaupun aku baru berumun 13 tahun namun postur tubuhku memang seperti anak SMA, karena aku memang mempunyai perawakan bongsor. Di usiaku yang masih 13 tanun aku sudah mempunyai tinggi 169 cm dan mempunyai berat badan 58 kg. lanjut ke cerita,

“ Aku ini baru berumur 13 tahun hlo tante, aku masih kelas 2 SMP ,” ucapku.
“ Wah masak iya sih Dam, 13 tahun kok udah kayak anak SMA gitu yah, ganteng, tinggi dan besar gitu, hhe ” jawabnya kaget.
“ Ah tante ini bisa aja deh, emang sih banyak yang bilang kalau aku kayak anak SMA, hhe ,” jawabku.
“ Oh iya tante, saya tinggal sebentar ya tante, saya mau mandi sebentar ,” ucapku.
“ Dasar jorok kamu Dam jam segini belum mandi, pantesan aja tante nyium bau-bau nggak sedap gitu deh, hha… ganteng-ganteng kok jorok, ya udah mandi dulu sana !!! ,” ucapnya.
“ Eummm… apa kamu mau dimandiin sama tante ??? ,” ucapnya lagi dengan senyuman genitmya.
“ Ah tante bisa aja bercandanya deh, yaudah saya mandi dulu ya tante ,” ucapku.

Belum sempat aku berdiri dari tempat dudukku, tiba-tiba tangan tante Rikha tiba-tiba menarik tanganku,

“ Sebentar deh Dam, tante nggak bercanda kok, ayo tante mandiin, enak loh Dam kalau dimandiin Tante, dijamin deh ntar kamu ketagihan,” ucapnya semabari masih memegang tanganku.

Gila para pembaca, seketika langsung terdiam dan detak jantungku berdegup sangat kencang. Wajahku memerah, apalagi saat itu tante Rikha melepaskan pegangan tangannya lalu memindahkan tangannya pada pahaku, Beuh… Adam junior langsung aja mangut-manggut dalam sangkarnya. Apalagi aku baru pertama kalinya merasakan pahaku disentuh oleh seorang wanita. Lalu Tante Rikha berkata lagi,

“ Tante serius ini Dam, tante janji deh nggak bakalan cerita sama siapa-siapa, dan kamu nggak usah takut tante kan nggak ngigit, sini duduknya lebih dekat !!! ,” ucapnya.

Saat itu tangan kanan tante Rikha menarik pinggangku agar dudukku lebih rapat didekatnya. Saat itu hanya bisa diam tanpa bisa berkata apa-apa. Belum sempat aku kaget dengan perlakuanya tadi, tiba-tiba aku dikejutkan lagi dengan tangan kirinya yang tiba-tiba sudah masuk kedalam celanaku dan meremas batang kejantananku. Kebetulan saat itu aku hanya memakai celana boxer dan bajuku sudah aku lepas karena aku mau mandi,

“ Jangan tante, Ouhhhh… Ssssshhhh… ,” ucapku.
Saat itu bibirku menolak, namun dalam hati berkata terus, ya terus. Jujur saja memang rasanya enak sekali jika kejantanan dimainkan oleh seorang wanita,
“ Udah kamu tenang dan nikmatin aja, tante jamin deh nanti pasti enak deh ,” bisiknya ditelingaku.

Sembari berbisik, tidak kusangka tante Rikha menjilat telingaku, leherku, sampai akhirnya dia menghisap putting susuku,
“ Ouhhhhhhh… geli tante, Ssssshhhh… Ahhhhhhhh… ,” desahku mulai keluar dari mulutku tanpa sadar.

Setelah puas menjilati puttingku, Tante Rikha beralih pada perutku, saat itu aku makin tak kuasa menahan jilatan-jilatan tante Rikha hampir keseluruh bagian atas tubuhku. Kemudian sejenak tante Rika mengehentikan jilatan dan ciumanya,

“ Dam sekarang celana kolor dan celana dalammu kamu lepas yah !!! ,” bisiknya penuh birahi.
“ Iya Tante ,” jawabku singkat.

Setelah aku melepas celana dan celana dalamku, Tante Rikha langsung saja melahap kejantananku yang sudah tegang maksimal. Luar biasa sekali rasanya, dan rasa itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dengan liarnya tante Rikha menjilat, mengkulum kejantanan dan buah zakarku, Ouhhh rasanya geli-geli enak gimana gituh.Yang bisa aku lakuakan hanya bisa mendesah, dan menikmati serangan lidah maut dari tante Rikha,

“ Terus tante, enak tante, Ouhhh… Ssssshhh… ,” desahku penuh kenikmatan.
Setelah beberapa saat tante Rikha menjilat, mengkulum kejantan dan buah zakarku, tiba-tiba dia menghentikan perlakuanya itu,

“ Kog berhenti tante ,” tanyaku penuh rasa tanggung.
“ Emang kenapa Dam, enak yah ??? mau yang lebih enak lagi ??? ,” ucapnya.
“ Mau Tante ,” jawabku dengan muka memelas dan polos.

Tanpa menjawab tante Rikha-pun tiba-tiba mengejutkanku lagi, apa yang dia lakukan ?? tante rikha melepas baju, rok pendek, BH, dan celana dalamnya didepanku. Wow… sejenak terpana melihat kemulusan kulitnya, kemontokkan tubuhnya. Payudara tante Rikha sungguh masih kencang, nggak kalah sama perawan guest, Lalu

“ Ouhhh tante indah sekali tubuhmu,” ucapku tanpa sadar.
“ Iya dong, hhe… sini sayang kamu jilatin memek tante yah ,” ucapnya.
“ Sebentar Tante yah, aku tutup pintunya dulu ,” ucapku.
“ Iya Dam ,” jawabnya singkat.

Setelah aku menutup pintu akupun kembali ke kursi ruang amu dimana tante Rikha duduk. Kini tante Rikha-pun membuka lebar-lebar pahanya dan aku diperintahkan tante rikha jongkok di anatara kedua pahanya yang terbuka lebar. Lalu setelah itu tante Rikha meraih kepalaku dan mendorong kepalaku kearah kewanitaan-nya
.
Vagina tante Rikha benar-benar harum dan bersih tanpa ada bulu sedikitpun di area kewanitaan-nya. Mungkin saja dia rajin merawat kewanitaan-nya, lalu akupun yang sudah dipenuhi nafsu birahi aku-pun dengan liarnya menjilat Vaginanya dan sesekali menyedot klitoris Rikha,

“ Ouhhhh… Adam, terus sayang… Ssssshhh… Ouhhhh… terus sayang jangan berhenti.. Ahhhhhh… iya sayang disitu terus jilat… Ouhhh… Ssssss… Ahhh… Ahhh.. Ahhhh…. ,” desah tante Rikha.

Tante Rikha nampaknya tidak kuat menahan nikmatnya jilatanku mautku pada Vagina-nya. Dia terus mendesah dan sesekali dia menekan kepalaku dengan tanganya kearah kewanitaanya. Setelah kurang lebih 15 menit aku menjilati kewanitaan-nya, Tante menghentikan jilatanku dan berkata,

“ Ouhhh… seorang laki-laki amatir seperti kamu bisa membuatku melayang, benar-benar hebat kamu Dam… ,” pujinya.

Kemudian tante Rikha merebahkan tubuhnya dikursi ruang tamu, dan dia menarik tubuhku agar menindih tubuhnya. Kemudian aku-pun menindihnya, dan tangan tante rikha meraih kejantananku dan menggesek-gesekan ke vaginaya yang telah basah dengan lendir kawinnya, lalu dia berkata,

“ Adam sayang, kontol kamu masukin ke memek tante yah !!! ,” pintanya.
Kemudian aku-pun mulai membenamkan penisku secara perlahan,
“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbb….”
Masuklah kejantananku sepenuhnya kedalam memek tante Rikha tanpa halangan,
“ Oughhh… nikmatnya tante, Aghhhhhhhhhhh… ,” ucapku.

Kini masuklah semua kejantananku ke dalam kewanitaan-nya, mulailah kini aku mengeluarkan kejantananku ke Vagina tante Rikha,

“ Ouhhhh… Adam… terus sayang… Ssssssshh … Ahhhhhh… ,” desahnya.

Secara konstan aku mengenjot vagina tante Rikha dengan penuh nafsu, tante Rikha-pun mengimbangi sodokan penisku dengan menggoyangkan tubuhnya dan meraba-raba seluruh tubuhku. Hali itu mebuatku semakinbernfsu saja, aku-pun kini menyodok vagina tange Rikha dengan semanagat 45.

Kira-kira sekitar 10 menit aku menghujam vagina tante Rikha dengan penis perkasaku, tiba-tiba aku merasakan ada denyutan-denyutan pada batang kejantananku. Dengan adanya denyutan itu aku-pun makin mempercepat sodokanku, dan,
“ Ahhhhhhhhhhhhh… Crotttttttttttt… Croootttt… Crotttttttt….”,
Akhirnya kejnatannaku-pun menyemburkan lahar pansanya kedalam Rahim tante Rikha,
“ Aku keluar tante… Ahhhhhhhhhhh…,” ucapku.
“ Iya adam sayang, tante tadi juga udah keluar kog malahan udah 3 kali, pertama pas kamu jilatin memek tante, yang ke dua dan ketiga pas kita ML, kamu lumayan perkasa ya Dam, emuaaacchhh… ,” pujinya sembari mencium keningku,
“ Masak sih Tante, hhe… Oh iya tante jangan bilang siapa-siapa yah, tantekan udah janji sama saya ,” ucapku.
“ iya Adam sayang, Tante janji nggak akan bilang siapa-siapa, dan kamu nggak usah takut Cuma kita yang tahu kog ,” ucapnya menenangkanku.
“ Makasih ya tante ,” jawabku.
“ Iya sayang, Oh iya Dam kamu tahu nggk sih, tante tuh udah lama banget pingin ML sama kamu, dari pertama lihat kamu Tante udah terangsang, hhe… akhirnya bisa juga ML sama kamu… Emuaaachhhh… ,” ucapnya.
“ Hehhehe.. iya tante ,” jawabku singkat.

Setelah kejadian pagi itu, kami pun semakin sering melakukannya di setiap ada kesempatan, tante Rikha mengajariku bermacam gaya sexs. Mulai dari foreplay dan seterusnya. Bahkan pada hubungan sex setelah kejadian itu, aku selalu orgasme didalam rahim tante Rikha. Hal itu adalah permintaan dari tante rikha sendiri.

Terkadang tante Rikha juga memintaku untuk mengeluarkan spermaku pada mulutnya, dan spermaku ditelannya dengan lahapnya, pokoknya berhubungan sex dengan tante Rikha sungguh memuaskan deh. Pada setiap berhubungan sex tidak pernah melewatkan untuk aku mengeluarkan spemaku didalam rahimnya.

Pada awalnya aku takut kalau nanti tante Rikha hamil, namun ternyata tante Rikha jujur padaku bahwa sesungguhnya dia tidak akan pernah bisa mempunyai keturunan (mandul) dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil itu adalah anak hasil dari adopsi dari panti asuhan.

Karena aku selalu memuaskan tante Rikha, perlahan kehidupan ekonomi keluargaku membaik karena tante Rikha sangat royal dalam hal materi kepadaku. Sebenarnya aku merasa berdosa karena aku telah berbohong pada ibuku, mengenai uang yang tante Rikha sering berikan kepadaku, namun apa daya demi nafsu dan demi keluargaku aku lakukan itu.

Semua kebutuhanku selalu dipenuhi oleh tante Rikha, dari kebutuhan sekolah, hingga kebutuhan fashion ataupun yang lainya. Bahkan sejak kami menjalai hubungan cinta dia tidak pernah lagi menagih hutang kepada ibuku, padahal jumlahnya hampir 40 juta rupiah. Inilah yang dinamakan sambil menyelam minum air, hhe.

3 tahun aku menjalin hubungan dengan tante Rikha tanpa ketahuan oleh keluargaku maupun suami tante Rikha. Hubungan kami akhirnya berakhir setelah itu, karena entah mengapa tante Rikha memutuskan pindah ke solo bersama suami dan kedua anak angkatnya. Semenjak itu aku dan tante Rikha-pun tidak pernah berhubungan sama sekali. Terima kasih tante Rikha walaupun yang kita jalani itu sebuah dosa namun tante telah membuat ekonomi keluargaku jadi membaik.Tamat.


EmoticonEmoticon