Rabu, 29 November 2017

Tak Disangka Bisa Ngentot Bertiga Dengan Wanita Paruh Baya


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Perkenalkan namaku A, mahasiswa tingkat 3 sebuah perguruan tinggi swasta di DP. Tinggiku 172 cm berat 67 kg, atletis, wajahku lumayan ganteng, dan dengan modal ini pula aku banyak menarik perhatian gadis-gadis teman kuliahku.

Aku tidak mempunyai pacar tetap bukan karena aku homo atau sejenisnya tapi melainkan karena aku tidak terlalu tertarik pada gadis-gadis seusiaku apalagi yang lebih muda. Aku lebih senang kencan dengan tante-tante yang lebih tua atau yang usianya sama dengan ibuku.

Keperjakaanku hilang ketika aku berusia 19 tahun, akibat dikencani oleh seorang janda tetanggaku. Sejak saat itu aku hanya tertarik untuk kencan dengan wanita setengah baya, karena permainan mereka yang aduhai dan mampu membuatku terbang melayang layang. Sampai sekarang sudah belasan tante-tante atau janda kesepian yang telah kukencani.

Tidak semuanya berdasarkan uang, tapi ada juga yang karena atas dasar suka sama suka, yang jenis ini biasanya karena wajahnya masih cantik dan bodinya yang aduhai membuatku ingin menaikinya, kalau jelek ya.. terpaksa deh aku pasang tarif lumayan tinggi, hitung-hitung uang service, heheheh.

Pengalamanku yang akan kuceritakan ini mungkin sudah pernah dialami oleh beberapa orang yang rajin membaca situs 17Tahun ini, karena berhubungan dengan seseorang yang sangat terkenal khususnya pada tahun 1990-an sebagai seorang artis dan penyanyi.

Kejadiannya sekitar tahun 1997 akhir waktu itu aku dan temanku R (laki-laki) sedang ngobrol-ngobrol sehabis pulang sekolah di kawasan Blok M. R bertanya padaku apakah aku mau kencan dengan seorang artis. Aku tentu saja menjawab mau, pikirku kapan lagi bisa kencan dengan tante-tante, artis lagi pasti uangnya ada bodi serta wajahnya pasti tak diragukan lagi. CASINO QIUQIU

“Siapa artisnya, jangan-jangan Maissy lagi?” kataku setengah meledek R.
“Bukan goblok, emangnya gue phedophili, itu tuh Tante TP”, jawab R.

Aku terkejut bukan main, jadi gosip itu benar bahwa Tante TP wanita setengah baya yang usianya sudah lebih 50 tahun itu suka main dengan anak muda, untuk memelihara kecantikan wajahnya.

“Yang bener loe, Tante TP yang punya bisnis RR itu kan, yang dulu suka bawain lagu anak-anak tahun 90-an”, tanyaku memastikan.
“Iya bener, nih gue ada nomor HP-nya.. elo telpon aja kalo kagak percaya.” Jawab R meyakinkanku.
“Oke deh gue percaya, kapan kita ke sana?” tanyaku.
“Besok deh kita cabut aja sekolah itung-itung refreshing oke?” jawab R, aku mengiyakan dan berjanji dengan R untuk bertemu di kafe OLA di PI Mall esok harinya.

Keesokan harinya tepat jam 10.00, aku bertemu R di kafe OLA.
Aku bertanya, “Udah ditelpon belum, Tante TP-nya entar dia telat lagi.”
“Tenang aja deh udah beres, dia sebentar lagi datang”, kata R meyakinkanku.

Benar juga seperempat jam kemudian kulihat sesosok wanita setengah baya mengenakan baju putih berkerudung dan mengenakan kacamata hitam lebar, tampaknya ia tidak mau dikenali oleh orang banyak. Tante TP langsung duduk di tempat kami, dan membayar bill makanan yang kemudian langsung mengajak kami pergi.

Kami berdua mengikutinya, lalu kami bertiga meluncur ke hotel SHD di kawasan Sudirman di mana Tante TP sudah menyuruh asistennya untuk mem-booking kamar hotel tersebut. Dia tidak banyak bicara sepanjang jalan kecuali menanyakan namaku dan alamat rumahku. Selebihnya justru aku yang bengong karena sebentar lagi aku akan berkencan dengan seorang artis yang waktu aku kecil dulu aku sering melihat wajahnya di TV membawakan lagu anak-anak kesukaanku.

Akhirnya kami sampai juga, Tante TP menyuruhku dan R untuk naik ke kamar lebih dulu baru kemudian ia menyusul, supaya orang tidak curiga katanya. Aku dan R sampai di kamar langsung saja bersorak kegirangan.

“Gila gue ngentot ama TP, pasti anak-anak kagak bakalan ada yang percaya nih.. beneran itu TP yang sering di TV.”

Tak lama kemudian Tante TP menyusul masuk ke kamar, begitu sampai ia langsung membuka kerudung dan kacamatanya, kemudian ia menyuruhku dan R mandi untuk membersihkan badan. Setelah mandi, aku dan R keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk, agak malu juga sih dari balik handuk itu menyembul batang kemaluanku yang ternyata sudah lebih tidak sabar dari tuannya untuk segera merasakan liang sorga Tante TP. LIVE CASINO

Tante TP hanya tersenyum saja, kemudian ia menyuruh kami berdua untuk ikut berbaring di sisinya, Aku di sebelah kanan, R di sebelah kiri. Ia merangkul kami berdua seperti anaknya, kemudian ia mencium bibirku dengan lembut, aku pun membalasnya, R sepertinya iri dan dengan tidak sabar ia meremas payudara Tante TP.

“Aduh sabar dikit dong Nak.. nanti juga Tante kasih”, kata Tante TP sambil tersenyum pada R dan kemudian ganti mencium bibir R.


Melihat hal itu aku jadi bernafsu juga ingin meremas-remas payudara Tante TP. Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya satu persatu dan nampaklah payudaranya yang montok dan masih terlihat kencang dibungkus bra warna pink yang sangat menantang. Aku remas pelan sambil jari-jariku berusaha mencari puting susunya, Tante TP mengerang pelan pertanda ia merasakan kenikmatan saat aku menyentuh puting susunya dari balik BH-nya.

“Ahh.. enak.. sebentar ya, Tante buka semua aja deh sekalian biar kalian puas.” Tangan Tante TP meraih ke punggungnya melepaskan hook BH-nya dan sekaligus membuka kemejanya sehingga sekarang ia hanya mengenakan rok panjang berwarna hitam.

Payudaranya montok dan menantang ukurannya sekitar 36C, putih dan mancung dengan puting yang berwarna agak kecoklatan. Aku dan R jadi sangat bernafsu, segera saja kami berdua meremas payudara Tante TP satu orang satu. Tante TP mengerang dengan penuh nafsu.

“Ayo dong anak-anak hisap pentil Tante”, katanya memohon.

Tidak perlu disuruh dua kali, aku dan R segera mengisap puting susu Tante TP, menjilat, menghisap, sambil sesekali kugigit pelan.
“Ahh.. enak.. ohh.. agak keras gigitnya dong.. achh..!” erangan Tante TP justru semakin membuatku dan R bernafsu mengisap dan mengigit puting Tante TP.

CERITA DEWASATante TP tidak diam saja, ia juga bereaksi dengan menyingkapkan handuk yang dipakai olehku dan R, kemudian tangannya menggengam batang kemaluan kami berdua. Tante TP agak terkejut dengan ukuran batang kemaluanku yang 21 cm dengan diameter 3,5 cm, batang kemaluan R sedikit lebih pendek yaitu 19 cm dengan diameter yang sama.

Batang kemaluan kami diremas dan dikocok pelan, kemudian agak kencang, membuat kami menggelinjang dan semakin bernafsu untuk menikmati payudara Tante TP.

“Aduh Tante jangan keras-keras nanti keluar loh..!” kata R setengah bercanda.
“Jangan keluar dulu dong anak manis.. Tante belum apa-apa nih, lagipula jangan keluarin di sini, nanti aja di mulut Tante biar Tante minum semua sperma kalian berdua.
” Aku berpikir, jadi gosip itu benar bahwa Tante TP gemar mengkonsumsi sperma anak-anak muda untuk menjaga keindahan kulit dan tubuhnya. Pantas saja, walaupun usianya sudah lebih 50 tahun, tubuhnya masih terlihat seperti umur 25-an.

Kemudian kami berganti posisi, Tante TP bergerak ke arahku kemudian membuang handukku ke lantai. Kemudian Tante TP menggenggam batang kemaluanku dan menjilati ujungnya yang terlihat ada setetes precum akibat aku sudah terangsang hebat.

Ia kemudian memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya mulai dari kepalanya sampai ke ujung pangkalnya sambil meremas-remas biji pelirku. Dia sangat ahli sekali dalam urusan ini, nikmatnya sampai ke ubun-ubun, dijilat, dikulum, bibirnya mengitari sepanjang topi bajanya, sambil ujung lidahnya menusuk-nusuk ke lubang kecil di ujung batang kemaluanku berharap masih ada precum yang tersisa.

“Ahh.. Tante enak banget Tante.. ohh..!” desahku menahan nikmat yang tiada tara.

Untung aku punya pengalaman dengan tante-tante, kalau tidak.. pasti sejak tadi aku sudah muncrat, saking jagonya hisapan Tante TP. Sementara Tante TP asyik menikmati batang kemaluanku, R tidak tinggal diam, dia menyibakkan rok Tante TP sampai terlihat celana dalamnya dan pelan-pelah R menurunkan celana dalam hitam milik Tante TP dan terlihatlah liang kewanitaan Tante TP yang ditumbuhi oleh bulu-bulu yang lebat, pahanya terlihat mulus bagai pualam, bukti wanita ini tahu bagaimana merawat diri dengan baik.

Tante TP kemudian membuka roknya dan melemparnya ke lantai. Kini ia sudah telanjang bulat, Aku dan R sungguh sangat mengagumi kemulusan dan kemolekan tubuh Tante TP, benar-benar luar biasa untuk wanita seusianya.

Tante TP kembali mengulum batang kemaluanku dan R mengambil posisi di bawah Tante TP, dan bersiap menikmati liang kewanitaan Tante TP. Ia mengelus paha Tante TP, kemudian menjilatinya mulai dari lutut terus naik ke atas ke lubang surga Tante TP. R menyibakkan bulu-bulu yang menutupinya kemudian ia menjulurkan lidahnya mencari-cari klitoris Tante TP, menjilatnya sambil dijepit dengan kedua bibirnya.CASINO ONLINE

“Achhhh.. oouuhhh.. anak nakall.. awww..!” Tante TP mengerang-ngerang seperti orang gila ketika klitorisnya diperlakukan seperti itu. Cairan kewanitaannya tampak meleleh membasahi bibir R yang sepertinya justru menyukai rasanya.

“Ohh.. aku nggak tahan deh anak-anak, ayo kita mulai aja deh”, kata Tante TP sambil membalikkan badannya dan beralih menghampiri batang kemaluan R.
“Kamu masukin batang kemaluan kamu sekarang ya A, aku hisap batang kemaluan teman kamu”, katanya memberi komando, aku hanya mengangguk setuju.

Tante TP mengambil posisi doggy style, ia menungging dan mengarahkan liang kewanitaannya padaku. Aku menyaksikan liang kewanitaannya yang berwarna merah muda itu terbuka di hadapanku dan tampak cairan kenikmatannya meleleh keluar.

Aku segera mengambil posisi, kupegang batang kemaluanku dan mulai mengarahkannya ke liang kewanitaan Tante TP, pelan-pelan kumasukkan sambil tanganku berpegang pada kedua bongkahan pantat Tante TP. Liang kewanitaannya sempit dan agak susah untuk batang kemaluanku yang besar untuk masuk padahal cairan kenikmatannya sudah mengalir deras.

Pelan-pelan kumasukkan dan ketika kepalanya berhasil masuk kuhentakkan pantatku, akhirnya batang kemaluanku berhasil masuk semuanya, Tante TP agak terdorong ke depan dan berteriak ketika batang kemaluanku masuk ke liang kewanitaannya.

“Ahh.. enak A, terus kocok kontol kamu di liang memek Tante.. ahh!” teriaknya.

Aku segera memainkan gerakan maju mundur mengeluarmasukkan batang kemaluanku di liang kewanitaannya yang sempit dan dinding kemaluannya seperti memijit-mijit batang kemaluanku, hisapan lembah sorganya seperti memaksa spermaku untuk keluar. Sementara Tante TP mengulum batang kemaluan R, aku asyik memainkan batang kemaluanku keluar masuk liang kewanitaan Tante TP.

Kira-kira setengah jam kemudian aku merasakan spermaku seperti hendak berontak keluar, kupercepat gerakanku,

“Ohh.. Tante.. saya mau keluarr.. nihh..” kataku pelan.

Kurasakan badanku mulai tegang dan batang kemaluanku seperti berdenyut dengan keras. Mendadak Tante TP mencabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya dan dengan gerakan cepat ia memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya. Bersamaan dengan itu aku mencapai klimaks,

“Aaahh.. aku mau keluar Tante.. ahh!” tulang-tulangku serasa rontok semua, badanku serasa melayang saat spermaku muncrat di dalam mulut Tante TP.

Batang kemaluanku berdenyut keras sambil memuntahkan sperma dalam jumlah yang cukup banyak. Terlihat Tante TP sibuk menelan seluruh spermaku, dia tidak ingin ada yang tersisa. Batang kemaluanku diurut-urut dengan kasar berharap semua spermaku terkuras habis dan pindah ke mulutnya.

Aku langsung terkapar tidak berdaya, tenagaku habis. Seiring dengan dilepasnya mulut tante TP dari batang kemaluanku, ia berbaring telentang sambil membuka kakinya lebar-lebar.

“Sekarang giliran kamu nyumbang sperma buat Tante”, katanya sambil tersenyum pada R.

R begitu bernafsu langsung menusukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaan Tante TP, keluar masuk dengan lancar karena tadi aku sudah membuka jalannya, ia mengangkat paha Tante TP dan menaruhnya di bahunya agar batang kemaluannya bisa masuk lebih dalam lagi.

“Ohh.. Tante.. Aku juga mau keluar sebentar lagi..” katanya lirih. “Iya Nak.. ayo terusin aja..”

Tiba-tiba Tante TP menyuruh R berhenti.
“Tunggu dulu ya.. kamu mau ngerasain sesuatu yang baru nggak.” R kontan menjawab mau,

CERITA SEKSTante TP menyuruh R bergerak agak ke atas kemudian menaruh batang kemaluannya di tengah-tengah payudaranya. Tante TP kemudian menghimpit batang kemaluan R dengan kedua payudaranya, dan menyuruh R kembali melakukan gerakan mengocok-ngocok.

Kurang ajar si R dapat atraksi lain tapi aku tidak. Gaya ini ternyata cukup ampuh terbukti baru 5 menit, R sudah mengerang lagi,
“Aduh.. Tante nggak tahan nih.. mau keluar..” Tante TP tersenyum,
“Ayo keluarin aja..”

Beberapa detik kemudian, R meregang hebat dan langsung Tante TP menggenggam batang kemaluannya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Ahh.. Tante.. enakk.. ahh..” kulihat R meregang nikmat saat spermanya dihisap habis oleh Tante TP. Dan sama seperti aku ia pun terkulai lemas sesaat kemudian. Tante TP tersenyum penuh kemenangan.
“Ternyata kalian anak muda berdua tidak bisa mengalahkan seorang nenek seperti saya”. Aku menjawab,
“Terang aja nenek-neneknya penghisap tenaga anak muda.” Kami pun tertawa bersama dan beristirahat sejenak.

Lalu kami menikmati hidangan makanan dan minuman yang dipesan Tante TP, dalam keadaan masih telanjang bulat.

“Terus terang aku masih pengen nih, tapi nanti malam ada show di TMII, biasa.. acaranya Mbak TT, Tante belum orgasme nih, kalian bantu Tante masturbasi ya”, katanya. Kami setuju saja, lalu kami membantu Tante TP dengan menjilati payudaranya satu orang satu sementara ia mengocok liang kewanitaannya dengan jari-jarinya.

Setelah ia klimaks, kami pun mandi bersama lalu memakai pakaian kembali, lalu bergegas meninggalkan hotel, tapi tidak ada satu pun diantara aku dan R yang mau french kiss dengan Tante TP sebelum pulang, kebayang dong berarti aku ikut merasakan sperma si R dan si R juga merasakan spermaku, nggak janji la yaw..

Sebelum pulang Tante TP menyerahkan amplop yang isinya uang dua juta rupiah, aku dan R langsung berfoya-foya di plaza SNY makan dan belanja sepuasnya sambil membayangkan akan dipanggil lagi.


Sabtu, 25 November 2017

Tiara Tetangga Bohay Pelampiasan Seks KU


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante LendirKehidupan tempat tinggal aku bisa dikatakan harmonis meski aku dan istriku belum dikaruniai seseorang anak. Ekonomi kami pula gak kurang, sebab istriku juga bekerja menjadi manajer sebuah perusahaan, sehingga menjadikannya kadang sibuk menggunakan urusan kantornya.

Serta bahkan skarang jika sedang sibuk-sibuknya, aku  sporadis mendapat jatah Sex dari istriku sehingga kadang aku berpikir buat jajan ditempat lokalisasi hanya buat meluapkan ereksi Sex ku yang terpendam.

Namun itu hanya lewat saja dipikiranku sebab aku tidak hingga melakukannya. Namun semakin bertambah hari kesibukan istriku semakin menjadi dan membuatku semakin tidak kuasa dan aku  berniat buat mencari pelarian buat melampiaskan nafsu Sex ku saja.

Sesudah saya berpikir-pikir, aku  memiliki satu tetangga yang sangat menyita perhatianku. Namanya Tiara, dia ialah istri seseorang pelayar, jadi setiap harinya dia selalu sendirian sebab ditinggal suaminya berlayar hingga beberapa bulan.

Tubuh Tiara ini sangat montok sekali meskipun Tiara beberapa bulan yang lalu habis melahirkan anak pertamanya. Sempat aku melihat Tiara berpakaian sangat ketat sekali sedang menggendong anaknya, meski telah punya anak, pantat Tiara masih terlihat sangat padat sekali mirip belum melahirkan.

Butir dadanya pula masih kencang meski tertutup oleh BH yang beliau kenakan. Teringat degan tetanggaku yang sangat bahenol itu, saya pun melaksanakan niatku untuk membuat Tiara sebagai pelarian nafsu Sex ku, sebab saya berpikir karena Tiara juga sempurna kesepian serta pula membutuhkan belaian dari seseorang pria, jadi kemungkinan kujadikan Tiara pelarianku absolut akan berhasil. CASINO ONLINE

Istriku yang telah disibukkan menggunakan urusan kerjanya semakin tak mengurus saya dengan sahih, setiap pagi-pagi beliau selalu sudah berangkat kerja, serta pulang selalu mlaam dan eksklusif tidur, sebagai akibatnya kini aku seperti pria bebas yang belum beristri walaupun statusku masih beristri.

Setiap pagi aku selalu menanti Tiara lewat depan rumahku, karena setiap pagi Tiara selalu jalan-jalan dengan anaknya. Dan benar, setelah beberapa waktu aku menantikan, Tiara lewat dengan menggendong anaknya sendirian. Pagi itu Tiara masih mengenakan baju tidur, sehingga tidak terlihat tubuhnya yang bahenol itu, tetapi aku  melihat suatu garis terlihat dipantat Tiara, mirip garis celana pada Tiara.

Selesainya aku  amati dengan cermat ternyata baju tidur yg Tiara kenakan itu cukup menerawang yang membuat garis serta bahkan warna celana dalamnya kelihatan, pagi-pagi Penisku sudah didesain tegang sang pantat Tiara. Gak keliru Bila saya memilih Tiara sebagai pelarianku, meski dikomplek banyak juga yg seksi-seksi, namun lebih safety menggunakan Tiara sebab hanya Tiara yang ditinggal suaminya.

Dengan memberanikan diri lalu aku menyapa Tiara
“Pagiii mbak Tiara, Sendiran Ya”.
“Iyha nih pak, biasa pak suami sedang berlayar” jawab Tiara.
“Ooowwh..Emang kapan pulangnya mbak??” tanyaku.
“Aaaahhh maih usang pak, orang berangkatnya aja baru minggu kemaren kok pak, mungkin kurang lebih tiga bulan lagi pak” jawab Tiara yang membuatku lega, sebab selama 3 bulan aku  safety mendekati Tiara.
“Ooowwhh begitu ya mbak, apa mbak Tiara gak kesepian ditinggal lama begitu???” tanyaku.
“Yaaah aslinya kesepian pak, akan tetapi mau gimana lagi pak, itu udah resikonya menjadi istri pelaut pak” jawab Tiara.

“Aaaahhh saya juga kesepian mbak walau istri aku dirumah, akan tetapi dia selalu sibuk menggunakan urusan kantornya mbak” ucapku sembari memancing jawaban asal Tiara.
“Aaaahh…Masak siiih pak??”. Akhirnya kami terus ngobrol berkelanjutan hingga tidak terasa siang sudah datang, serta kami pun kini menjadi semakin dekat.

Cantik, seksi serta bergairah merupakan tiga hal yg membentuk aku selalu menyempatkan buat curi-curi pandang di Tiara dan  tidak lupa melihat jemuran pakaiannya buat melihat koleksi pakaian dalamnya yg jalang itu.

Suatu hari, sepulang asal tempat kerja, saya mampir ke supermarket dekat kompleks sekedar membeli makanan instan karena isteriku akan pergi selama dua hari ke Bandung. Tidak disangka di supermarket itu saya bertemu Tiara menggendong bayinya. Entah kenapa jantungku jadi berdegup keras, apalagi ketika kulihat pakaian Tiara yang body-fit, baik kaos maupun roknya. Semua lekuk kemontokan tubuhnya seakan memanggil birahiku buat naik.

“Hai…Mbak, belanja pula” sapaku.
“Eh. . Mas Dani, biasa belanja susu” jawabnya menggunakan senyum menghiasi paras sensualnya.
“Memang sudah enggak ASI ya” tanyaku.
“Wah. . Susunya cuma keluar empat bulan saja, sekarang sudah tak lagi” jawabnya.
“Hmm…Mungkin habis sama Bapaknya kali ya. . Ha-ha-ha. .” candaku.

Tiara jg tertawa kecil sembari menjawab
“tapi enggak jg, sudah dua bulan bapaknya enggak kembali”.
“Berat enggak sih Mbak, punya suami pelaut, sebab saya yg ditinggal isteri cuma 2 hari saja rasanya sudah jenuh” tanyaku.
“Wah…Mas baru 2 hari ditinggal sudah begitu, apalagi saya. Bayangkan aku cuma ketemu suami 2 minggu pada saat tiga bulan” jawabnya.

Aku  merasa gembira menggunakan topik pembicaraan ini, tetapi sayang pembicaraan terhenti sebab bayi Tiara menangis. Dia lalu sibuk menenangkan bayinya.

“Apalagi setelah punya bayi, tambah repot Mas” katanya.
“jikalau begitu izin aku bantu bawa belanjaannya” saya mengambil keranjang belanja Tiara.
“Terima kasih, telah terselesaikan kok, saya mau bayar terus pulang” jawabnya.
“Ohh….Yuk kita sama-sama” kataku.

Saya segera mengambil inisiatif berjalan lebih dulu ke kasir dan dengan sangat antusias membayar semua belanjaan Tiara.

“Ha…telah bayar Berapa Nanti aku  ganti” kata Tiara kaget.
“Ah..Sedikit kok, enggak apa sekali-kali aku bayarin susu bayinya, siapa memahami dpt susu ibunya, ha-ha-ha” saya mulai bercanda yg sedikit menjurus.
“Iiiihh. . Mas Dani” jerit Tiara malu-malu.

Tetapi aku  melihat tatapan mata liarnya yg seakan menyambut canda nakalku. Kami berjalan menuju mobilku, sesudah memberikan belanjaan ke pada bagasi aku mengajaknya makan dulu, malu-malu Tiara mengiyakan ajakanku.

Kami lalu makan pada sebuah restauran kuliner bahari pada dekat kompleks. Saya sangat gembira karena semakin lama kami semakin akrab dan Tiara jg mulai berbaik hati menyampaikan kesempatan padaku buat ngelaba .

Mulai asal posisi duduknya yang sedikit mengangkang sehingga saya menggunakan mudah melihat kemulusan paha montoknya serta tatkala usahaku buat melihat lebih jauh ke dalam beliau seakan memberiku kesempatan. Waktu saya menunduk buat mengambil garpu yg dengan sengaja aku  jatuhkan, Tiara semakin membuka lebar kedua pahanya. JUDI ONLINE

Jantungku berdegup sangat kencang melihat pemandangan indah di pada rok Tiara. Pada antara 2 paha montok yg putih serta mulus itu aku melihat celana pada Tiara yg berwarna orange dan ..

Brengsek, transparan! Menggunakan cahaya pada bawah meja tentu saja aku tidak dpt menggunakan kentara melihat isi celana dalam orange itu, akan tetapi itu relatif membuatku gemetar dibakar birahi. Saking gemetarnya aku sampai terbentur meja ketika hendak bangkit. Hi-hi-hi. . Hati-hati Mas. . , kata Tiara dengan nada menggoda.

Aku  memandang wajah Tiara yg tersenyum nakal padaku, kuberanikan diri memegang tangannya serta ternyata Tiara menyambutnya.

"Hmm. . Maaf, aku cuma mau bilang jika Mbak Tiara. Seksi sekali, malu-malu akhirnya perkataan itu keluar jg asal mulutku.
"Terima kasih, Mas Dani jg. . Hmm. . Gagah, lucu serta terutama, Mas Dani laki-laki  yg paling baik yang pernah saya kenal .
"O ya , saya tersanjung jg menggunakan rayuannya, Gara-gara saya traktir Mbak Bukan cuma itu, saya acapkali memperhatikan Mas pada tempat tinggal, dan asal cerita Mbak Lia, Mas Dani sangat perhatian serta rajin membantu pekerjaan di rumah, wah. . Jarang lho Mas, ada laki-laki menggunakan status sosial seperti Mas yang sudah mapan serta berpendidikan namun masih mau mengepel rumah .

"Hahaha.. Aku  tertawa gembira, Rupanya bukan cuma saya yang memperhatikan engkau, akan tetapi jg kebalikannya .
"Jadi Mas Dani jg seringkali memperhatikan saya benar, saya paling senang melihat kamu membersihkan pager tempat tinggal pada pagi hari serta ketika menjemur pakaian .
"Eh.. Kenapa kok suka .
"Sebab saya mengagumi estetika Mbak Tiara, jg kesukaan sandang pada Mbak , aku  berterus terang.

Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan tak terdapat jeda lagi pada antara kami. Akhirnya kami pulang lebih kurang jam 8 malam. Dalam perjalanan pulang, bayi Mbak Tiara tertidur sehingga ketika sampai di rumah saya membantunya membawa barang belanjaan ke pada rumahnya.

Mbak Tiara masuk ke kamar buat membaringkan bayinya, ad interim saya menaruh barang belanjaan di dapur. Selesainya itu saya duduk pada ruang tamu menunggu Tiara timbul. Lebih kurang 5 mnt, Tiara muncul asal pada kamar, beliau ternyata sudah berganti sandang.

Sekarang perempuan itu mengenakan gaun tidur yg sangat seksi, warnanya putih transparan. Seluruh lekuk tubuhnya yang montok hingga sandang dalamnya terlihat kentara olehku. Sinar lampu ruangan cukup menerangi pandanganku buat menjelajahi estetika tubuh Tiara pada balik gaun malamnya yang transparan itu.


CERITA DEWASAButir dadanya terlihat bagaikan butir melon yang memenuhi bra seksi yg berwarna orange transparan. Pada balik bra itu kulihat kurang jelas puting susunya yg jg akbar dan coklat kemerahan. Perutnya memang agak sedikit berlemak serta turun, tetapi sama sekali tak mengurangi nilai keindahan tubuhnya. Apalagi Bila memandang bagian bawahnya yang montok.

Tidak seperti di bawah meja sewaktu di restoran tadi, kini saya dpt melihat menggunakan jelas celana pada orange transparan milik Tiara. Sungguh latif dan  merangsang, terutama warna hitam di bagian tengahnya, membayangkannya saja saya telah berkali-kali meneguk ludah.

"Hmm. . Tidak keberatan kan kalu aku memakai baju tidur, tanya Tiara memancing.

Telah sangat jelas jikalau perempuan ini ingin mengajakku selingkuh serta melewati malam bersamanya. Kini keputusan seluruhnya berada di tanganku, apakah saya akan berani mengkhianati Lia serta menikmati malam bersama tetanggaku yg bahenol ini.

Tiara duduk di sampingku, tercium semerbak aroma parfum berasal tubuhnya membentuk hatiku semakin bergetar. Keadaan kini ternyata jauh di luar dugaanku. Kemarin-kemarin saya masih merasa bermimpi Jika bisa membelai serta meremas-remas tubuh Tiara, tetapi sekarang wanita itu justru yang menantangku. Mas Dani mau mandi dulu Nanti aku siapkan air hangat, tanya Tiara sembari menggenggam tanganku erat. Dari sorotan matanya sangat terlihat bahwa wanita ini benar-benar membutuhkan seseorang laki-laki  buat memuaskan kebutuhan biologisnya.

"Hmm. . Sebelum terlalu jauh, kita harus membuat komitmen dulu Mbak, kataku agak serius.
"Apa itu Mas

Pertama, terus terperinci saya mengagumi Mbak Tiara, baik fisik juga pribadi, jadi menjadi pria aku  sangat tertarik pada Mbak, kataku.
"Terima kasih, saya jg begitu di Mas Dani, Tiara merebahkan kepalanya pada pundakku.

Ke 2, kita sama-sama telah menikah, jadi kita harus punya tanggung jawab buat mempertahankan keutuhan rumah tangga kita, apa yang mungkin kita lakukan bersama-sama janganlah sebagai pemecah tempat tinggal dan rumah tangga kita.
"Putusan bulat, aku sangat sepakat Mas, saya hanya ingin punya sahabat ketika aku kesepian, jikalau Mas Dani mau kapanpun Mas bisa datang ke sini, selagi tidak ada suami saya. Akan tetapi saya sekalipun tak akan meminta apapun dari Mas Dani, dan sebaliknya aku jg ingin Mas Dani demikian pula, sehingga korelasi kita akan safety dan saling menguntungkan.

"Hmm. . Bila begitu tidak terdapat problem, saya mau telpon ke rumah, supaya pembantu saya tidak kebingungan. Jikalau begitu, Mas Dani balik saja dulu, taruh mobil pada garasi, kan lucu kalau Mas Dani bilang ada acara sebagai akibatnya tidak mampu pulang, ada interim mobilnya ada pada depan tempat tinggal saya .
"Oh. . Iya, hampir aku lupa .

Aku  segera keluar dan  pulang dulu ke rumah, menaruh mobil pada garasi serta mandi. Sesudah itu saya mau bilang pada pembantuku jika aku  akan menginap pada tempat tinggal temanku. Namun tidak jadi sebab pembantuku ternyata sudah tidur. Saya segera tiba pulang ke rumah Tiara. Wanita itu sudah menungguku pada ruang tamu dengan secangkir teh hangat pada atas meja.

Pahanya yg montok terpampang indah  pada atas sofa.
"Wah.. Ternyata mandi di rumah ya Padahal aku  telah siapkan air hangat."
"Terima kasih, Mbak Tiara baik sekali".

Wanita itu berjalan menutup pintu rumah, asal belakang aku memandang kemontokan pantatnya yang besar serta padat. Kebesaran pantat itu tidak mampu dibendung sang celana dalam orange itu, sebagai akibatnya memberikan belahannya yg merangsang. Seperti tidak sadar saya menghampiri Tiara, kemudian dengan nakal ke 2 tanganku mencengkeram pantatnya, dan  meremasnya.

"Uhh… Tiara agak kaget serta menggelinjang."
"Maaf , kataku."
"Tak apa-apa Mas, justru.. Lezat , kata Tiara seraya tersenyum nakal memandangku." Senyum itu membentuk bibir sensualnya seakan mengundangku buat melumatnya."
"Crup. . ! , saya segera menciumnya, Tiara membalasnya dengan liar."

Aku  tidak memahami telah berapa usang bibir itu tidak merasakan ciuman laki-laki , yg kentara ciuman Tiara sangat panas serta liar. Berkali-kali perempuan itu nyaris menggigit bibirku, lidahnya yg basah meliuk-liuk pada rongga mulutku. Aku semakin bernafsu, tanganku menjalar pada sekujur tubuhnya, berhenti pada kemontokan pantatnya dan kemudian meremas-remas penuh birahi. LIVE BACCARAT

"Ohh. . Ergh. . , lenguh Tiara pada sela-sela ciuman panasnya. Dengan beberapa gerakan, Tiara meloloskan gaun tidurnya sampai terjatuh pada lantai. Sekarang wanita itu hanya mengenakan Bra serta celana pada yg berwarna orange dan  transparan itu. Saya terpaku sejenak mengagumi keindahan pemandangan tubuh Tiara.

"Wowww. . Engkau . . Benar-benar seksi Mbak , pujiku , buah dada Mbak akbar sekali Hi-hi-hi. Nah coba tebak berukuran saya , tanyanya seraya memegang ke 2 butir melon di dadanya itu. 36B , jawabku. Galat 36C. Masih keliru, telah lihat aja nih , Tiara membuka pengait Bra-nya, sehingga kedua buah montok itu serasa hampir mau jatuh.

Beliau membuka dan  melempar bra orange itu kepadaku. Gila. . 36D! , kataku membaca berukuran yang tertera di bra itu. Boleh saya pegang Mbak , tanyaku basa-basi. Jangan cuma dipegang dong Mas, remas. . Dan  kulum nih. . Putingnya , istilah Tiara menggunakan gaya nakal bagaikan pereks jalanan.

wanita itu menjatuhkan tubuh indahnya pada atas sofa, saya memburunya dan  segera menikmati kemontokan buah melonnya. Kuremas-remas dua butir dada montok itu, kemudian kuciumi dan  terakhir kukulum puting susunya yang sebanyak ibu jari menggunakan sekali-kali memainkannya pada antara gigi-gigiku. Tiara menggelinjang-gelinjang keenakan, napasnya semakin terdengar galau, berkali-kali dia mengeluarkan istilah-istilah jorok yg justru membuatku semakin bernafsu.

"Ngentot, enak banget Mas. . Jeritnya, mari Mas. . Aku  sudah kepingin penetrasi nih! . Aku  yg jg telah sangat bernafsu segera menjawab hasrat Tiara. Menggunakan donasi Tiara saya menelanjangi diriku sebagai akibatnya tidak tersisa satupun busana  pada tubuhku. Tiara sangat gembira melihat berukuran penisku yang tidak mengecewakan panjang serta besar  itu.

"Ohh. . Besar  jg ya. . Jeritnya. Dia sahih-sahih bertingkah bagaikan perek murahan, namun justru itu yang kusuka. Perempuan   itu segera membuka celana dalam sebagai kain terakhir di tubuhnya.

Kulihat daerah bukit kemaluannya yg ditumbuhi rambut-rambut liar, dengan segaris bibir membelah ditengah-tengahnya. Bibir yang merah dan  basah, sangat basah. Ingin cita rasanya aku  menikmati estetika bibir kenikmatan Tiara, namun waktu saya ingin melaksanakannya dia menampikku. Sudah, nanti saja, masih terdapat babak selanjutnya, kini   ayo kita selesaikan babak pertama.

Tiara duduk mengangkang pada atas sofa. Kedua kakinya dibuka lebar-lebar mempersilakan kepadaku untuk melakukan penetrasi kenikmatan sesungguhnya. Aku  pun segera menyiapkan senjataku, mengarahkan ujung penisku tepat di depan liang vagina Tiara dan  perlahan tapi absolut menekannya masuk.

Sedikit-demi sedikit penisku tenggelam dalam kehangatan liang Tiara yang basah serta nikmat. Ketika hampir seluruh btg penisku yang berukuran dua0 centimeter itu memasuki vagina, aku  mencabutnya kembali. Kemudian balik  memasukkannya perlahan. Enghh. . Gila kamu Mas, jikalau begini sebentar saja aku  puas , jerit Tiara keenakan.

Tidak apa Mbak, silahkan orgasme, kan masih terdapat babak selanjutnya , tantangku. Kini kutambah rangsangan dengan meremas serta memilin puting susunya yg besar .

"Ohh. . Ohh. . Sahih-sahih enak Mas , Tiara memejamkan matanya. Pada penetrasi kelima, Tiara menjerit, telah Mas, jangan tarik lagi, aku  mau. . Mau. . Oh. . !

Dinding vagina Tiara melejat-lejat seakan memijit btg penisku pada kenikmatan ereksi yang sedang direguknya. Oh. . Aku  sudah sekali Mas , ucapnya sembari menarik nafas. Mas mau puas dulu atau mau lanjut babak kedua , tanya Tiara. Terserah Mbak , kataku. Saya sih pasrah saja. Sini, aku  emut saja dulu .

Hmm. . Boleh jg, Lia belum pernah oral menggunakan aku  , aku  mencabut penisku asal dalam vagina Tiara yg basah dan  menyodorkannya ke Tiara. Wanita itu menjilati ujung penisku dengan lidahnya seakan membersihkannya asal cairan vaginanya sendiri, lalu menggunakan sangat bernafsu beliau memasukkan penisku ke dalam mulutnya.

CERITA SEKSBibir seksi Tiara terlihat menyedot-nyedot penisku seakan menyedot spermaku buat keluar. Dia kemudian mengocok penisku pada mulutnya hingga birahiku mencapai puncaknya. Oh. . Saya mau keluar nih, gimana , saya resah apakah aku  wajib  mengeluarkan spermaku ke dalam mulutnya atau mencabutnya.

Tetapi Tiara hanya mengangguk dan  terus mengocoknya tanda ia tidak keberatan Bila aku  memuntahkan spermaku ke dalam mulutnya. Akhirnya saya mencapai orgasme serta memuntahkan semua spermaku ke pada lisan Tiara. Perempuan   itu tanpa segan-segan menelan semua spermaku. Benar-benar lihai perempuan ini memuaskan birahi laki-laki !Kami duduk sementara waktu serta minum air dingin, kemudian Tiara mengangkangkan kakinya kembali.

Nah. . Sekarang babak kedua Mas, jika mau jilat dulu silahkan, akan tetapi utamakan yg ini ya , Tiara mengarah ke arah klitorisnya yg agak besar . Oke Mbak, saya jg sudah biasa kok , seruku. Sejurus lalu aku  telah berada pada hadapan bibir kemaluan Tiara yang baru saja saya rasakan. Sebelum kujilat terlebih dahulu kubelai bibir itu berasal ujung bawah sampai klitoris.

Kusingkap rambut-rambut kemaluannya yang menjalari bibir itu. Telah gondrong nih Mbak , seruku. Oh iya, habis mau dicukur percuma jg, enggak terdapat yang lihat serta jilat , jawabnya nakal, Besok pagi saya cukur deh, akan tetapi janji malamnya Mas Dani datang lagi ya. . . Oke. . Pokoknya setiap terdapat kesempatan saya siap menemani Mbak Tiara . Aku  kemudian asyik menjilati serta menciumi labium mayora dan  minora Tiara.

Cairan vagina Tiara telah mulai mengalir kembali tanda ia sudah terangsang kembali. Desahan Tiara jg memperkuat tanda bahwa Tiara menikmati permainan oralku. Menggunakan nakal aku  memasukkan jari telunjuk serta tengahku ke pada vaginanya serta kemudian mengobok-obok liang becek itu.

Yes. . Asyik banget. . Say sudah siap babak kedua Mas , seru Tiara. Aku  sendiri telah terangsang sejak melihat keindahan selangkangan Tiara, jadi penisku telah siap menunaikan tugas keduanya. Tiara menungging pada atas sofa. Sekarang doggy-style ya Mas. . Saya sih iya saja, maklum. . Sama enaknya. .

Sejurus kemudian kami telah terlibat permainan babak ke 2 yang tak kalah seru dan  panas menggunakan babak pertama, hanya kali ini aku  memuntahkan sperma pada pada vaginanya. Malam masih begitu panjang. Kami masih menikmati dua permainan lagi sebelum kelelahan dan  mengantuk.

Tiara begitu senang , dan  aku  sendiri merasa puas serta lega. Mimpiku untuk menikmati tubuh montok tetanggaku terealisasi sudah. Bahkan sekarang setiap saat Bila Lia dinas ke luar kota maka Tiara secara resmi menggantikan posisi Lia menjadi isteriku. Asyik jg. Tetapi sebagai imbalannya saya mencarikan serta menggaji pembantu rumah tangga pada rumah Tiara.

Betapa bahagianya Tiara menggunakan bantuanku itu, beliau semakin sayang padaku dan  berjanji akan melayaniku jauh lebih memuaskan dibanding pelayanan kepada suaminya. Asal peristiwa tadi aku  semakin menyadari kebenaran pepatah: Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau , atau mampu diganti dengan: Vagina isteri tetangga selalu terasa lebih nikmat.


ML Dengan Wanita Hamil Nikmatnya Luar Biasa


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Seminggu setelah perkenalan tersebut, saya ditawari untuk menggarap proyek perayaan Hari Ulang Tahun oleh teman yang mengenalkan saya dengan DB, memang bidang saya adalah entertaiment.

Teman saya yang mengenalkan saya namanya Shebi. Singkat kata, saya terima proyek yang diberikan oleh Shebi. Dan ternyata yang punya kerjaan itu adalah DB, untuk perayaan ulang tahunnya yang ke 34.

Saya pun dipertemukan oleh Shebi dengan DB di rumah DB yang terlihat cukup megah. Saya dan Shebi menunggu DB yang sedang mandi di ruang keluarga. Di sana saya ngobrol cukup banyak dengan Shebi (yang perlu pembaca ketahui, Shebi sedang hamil 7 bulan). Obrolan berlangsung santai dan sampai menyerempet ke masalah kehidupan seks Shebi, ternyata Shebi yang memiliki tinggi 170 cm, ukuran BH 38, dan m size ini memiliki libido seks yang cukup tinggi. Shebi pun mulai merapatkan posisi duduknya mendekati saya (karena kami duduk di atas sofa yang sama/sofa panjang).

“Dra.. coba kamu pegang perutku, sepertinya jabang bayiku ini ingin berkenalan denganmu deh..!” kata Shebi.
“Ah kamu bisa saja Sheb..!” kata saya yang belum tahu arti sinyal dari Shebi itu.
“Kalau nggak percaya, coba saja kamu pegang perutku ini..!” ujar Shebi yang kali ini memaksa tangan saya untuk memegang perutnya yang sudah terlihat buncit.
Dan benar, sepertinya ada yang bergerak-gerak dari dalam perutnya.

“Dra.. kamu pernah ngerasain begituan dengan orang hamil..?” ujar Shebi yang membuat saya kaget.
“Mmm.. mm, belum tuh Sheb..”"Memangnya enak apa rasanya..?” tanya saya keheranan.
“Wah endang loh rasanya..”
“Itu kuketahui dari suami dan brondong-brondongku..” ujar Shebi yang membuat saya tersentak tambah kaget.
“Mmm.. begitu..” kata saya agak sedikit sok tenang, meskipun tegangan tubuh sudah agak naik.
“Kok jawabannya cuma segitu, apa kamu nggak mau nyobain..?” ucap Shebi yang sedikit kesal karena tanggapan saya hanya sebatas itu, sedang posisi kami sudah semakin dekat.

Shebi menarik sedikit ke atas long dress yang dikenakannya, dan terlihat paha mulus yang sedikit memperlihatkan timbunan lemak di sisi-sisinya dan sedikit CD hitam. Saya pun terdiam sejenak, lalu saya pegang kepala dan menatapnya serta meyakinkannya. CASINO QIUQIU

“Sheb.., bukannya aku tidak ingin mencoba tawaran yang spektakuler ini, tetapi kamu harus lihat kita ini dimana..? Tetapi bila kamu tawari aku di posisi yang tepat, tentulah aku tak akan menolak..!” kata saya mencoba menenangkan suasana yang semakin panas itu.

Saya sadar bahwa kami datang ke tempatnya DB dalam rangka suatu kerjaan, dan aku termasuk orang yang menjunjung tinggi profesionalisme.

“Aku tau apa yang kamu khawatirkan Dra..” balas Shebi sambil menutup bibir saya dengan jari telunjuknya.

“Kau harus tau bahwa DB itu penganut seks bebas, dan tentu doi tak akan marah kalau kita bercinta di sini, dan lagi pula di sini tidak ada orang lain selain DB..” kata Shebi mencoba meyakinkan saya sambil perlahan mengangkat kaos yang saya pakai ke atas, dan jarinya bermain di atas puting saya sambil memainkan lidahnya sendiri membasahi bibirnya yang sudah basah.

CERITA DEWASAMendengar perkataannya yang meyakinkan dan juga ditambah dengan perlakuannya yang mencoba merangsang birahi saya, saya semakin yakin akan situasi yang ada. Saya pun mulai berani untuk meraba dada Shebi yang besar tanpa membuka pakaian yang melekat di tubuhnya.

Shebi pun bertambah liar dengan menyusupkan tangannya mencari batang kemaluan saya yang sudah menegang sejak tadi. Sambil memilin putingnya tanpa membuka pakaiannya, tangan kiri saya pun bergerak ke bawah sambil membiarkan tangan kanan saya untuk tetap berada di atas dan Shebi pun mendesah.

Sampai di tempat yang saya tuju, tangan kiri saya pun meraba dari luar CD Shebi, dan terasa ada yang basah dan lengket di sana. Lalu bibir kami pun saling mendekat dan terjadi perciuman yang cukup lama. Kami pun terlihat sudah semakin berkeringat.

Kemudian tangan yang berada di daerah sensitif Shebi pun sepertinya mulai aktif melorotkan CD hitam Shebi, dan saya merasakan sentuhan bulu-bulu lebat yang sepertinya tertata rapih. Shebi pun telah sukses mengeluarkan senjata kemaluan saya dan mengocok-ngocoknya perlahan. Saya yang merasa penasaran ingin melihat kemaluan orang hamil, lalu menghentikan ciuman kami dan turun ke arah kemaluan Shebi yang duduk di sofa.

Ternyata tebakan saya benar, liang kemaluan Shebi yang lebat ternyata benar-benar tertata rapih. Saya pun mulai tergiur untuk merasakan bibir kewanitaan itu dengan mulai mejilatinya secara lembut.

“Achh.., achh.. kamu pintar Dra..! Truuss.. Draa..!” Shebi pun terlihat sudah tidak dapat mengontrol ucapan dan intensitas suaranya.

Shebi meluruskan tubuhnya di atas sofa sambil mengocok senjata kemaluan saya. Mendapat perlawanan yang demikian nafsunya, saya pun merubah posisi menjadi 69. Saya di bawah dan Shebi di atas. Ternyata benar kata orang, kemaluan orang yang sedang hamil itu gurih rasanya. AGEN CASINO

15 menit berlalu dalam posisi 69.
“Dra.. please..! Masukin sekarang Say..!” pinta Shebi yang sudah tidak kuasa lagi menahan gejolak nafsunya.

Mendengar itu saya tidak langsung menuruti, tetapi saya tetap saja mengigit, menjilat, meludahi liang kewanitaannya, terutama klitoris-nya yang sudah mengkilap karena basah.

“Dra.., kamu jahat..!” teriak Shebi diikuti dengan melelehnya air kemaluan Shebi yang cukup banyak dari liang senggama Shebi, yang menandakan Shebi sudah mencapai orgasmenya. Saya jilat habis cairan kental yang keluar itu sampai tidak tersisa. Senjata kejantanan saya yang terhenti bergerak itu dikulum oleh Shebi.

Karena orgasmenya, Shebi mengulum kemaluan saya hingga menjadi merah. Lalu dengan bantuan tangan, saya masukkan kembali senjata saya itu ke dalam mulut Shebi sambil menaik-turunkan di dalam mulutnya.

“Aawww..!” saya berteriak karena batang kemaluan saya tergigit Shebi,
“Kamu nakal ya..?” kata saya sambil menarik batang kejantanan saya dari mulutnya, lalu mengarahkannya ke vagina Shebi.


Saya tidak langsung memasukkannya, tetapi memainkannya terlebih dulu di bibir vaginanya sampai Shebi sendiri yang memajukan pantatnya agar batang kemaluan saya dapat langsung masuk, tetapi tetap saja saya tahan agar tidak masuk.

“Dra.., kamu jahat..!” ujar Shebi kesal.
“Habis kamu duluan yang mulai..!” jawab saya.

Tanpa kami sadari, ternyata pertempuran kami dari tadi sudah ada yang mengawasi, yaitu DB yang entah dari kapan dia sudah ada di dekat kami dengan mengunakan daster tanpa BH. Pemandangan itu kami ketahui karena daster DB sudah ada di bawah kakinya. Karena saya merasa sudah tidak tahan, akhirnya saya mulai memasukkan penis saya perlahan tapi pasti ke liang senggama Shebi. Memang awalnya sulit, tetapi karena Shebi minta untuk terus dipaksa, ya akhirnya masuk juga.

“Achh.. achh..!” teriak Shebi dengan wajah memerah entah karena nafsu atau karena sakit.

CERITA SEKSTernyata liang kemaluan orang yang sedang hamil itu lebih hangat dibandingkan kemaluan wanita normal. Karena sempit dan hangatnya liang senggama Shebi, membuat saya tidak dapat bertahan lama, meskipun goyangan Shebi tidak terlalu “hot”, tetapi tetap saja rasanya lebih asyik dari liang kemaluan wanita yang tidak hamil.

“Sheb.. aku mau keluar..!” kata saya ditengah-tengah nikmatnya persetubuhan kami.
“Aku.. keluarkan di mana Say..?” tanya saya menambahkan.
“Terserah kau saja Dra..!” jawab Shebi yang ternyata juga sudah orgasme kembali.

Akhirnya karena lebih enak, saya keluarkan cairan panas itu di dalam vaginanya, “Cret.. cret.. cret..!” mungkin sampai tujuh kali air mani saya tersembur di dalam liang senggama Shebi.

“Ohh.., ternyata kalian di sini sudah nyolong start ya..?” ujar DB yang membuka pembicaraan.
“Abis kita udah nggak tahan Mba..!” jawab Shebi.
“Trus gimana proyek ultah-ku..?” tanya DB sambil memakai dasternya kembali yang tadi dilepaskan ke bawah, karena DB dari tadi menyaksikan pergulatan kami sambil bermasturbasi.

“Kalau masalah itu tenang, di sini sudah ada ahlinya, tinggal kucuran dananya saja, konsepnya sudah Indra susun kok..!” jawab Shebi sambil menahan saya untuk mengeluarkan penis saya dari liang senggamanya.

“Ooo.., ok aku percaya..” kata DB, “Tapi biar Indra istirahat dong..! Masa kamu monopoli sendiri itu batang..!” jawab DB sambil mengambil wine yang ada di mini bar, lalu duduk di sana, memperhatikan kami yang akhirnya mengambil pakaian kami masing-masing.

“Dra.., kamu besok bisa ambil dananya di sini..” kata DB.
“Lo nggak mau nyobain punyanya Indra..?” celetuk Shebi, “Ntar nyesel..?” tambahnya.
“Jangan sekarang deh, abis tanggung, sebentar lagi Bapak mau jemput gue..” jawab DB.
“Ooo..” jawab Shebi yang sepertinya mengetahui bahwa DB kalau main itu tidak cukup kalau hanya 3 atau 4 ronde saja.

“Ya sudah, kami pamit dulu deh kalau gitu, biar besok si Indra saja yang datang ke sini sendiri..” kata Shebi.

Saya yang dari tadi diam saja hanya manggut tanda setuju untuk datang lagi esok.
“Tapi besok kamu datangnya malam saja ya..!” pinta DB.
“Ooo.., sekalian kamu cobain ya..?” pancing Shebi sambil tersenyum.
“Apa kamu mau ikutan Sheb..?” tanya DB.
“Nggak ah, abis main sama lo harus lama, gue takut kandungan gue bermasalah lagi.”"Kalau dokter gue bilang nggak apa-apa sich gue ok aja, tapi kalau kebanyakan digenjot nanti bocor lagi..!” kata Shebi sambil tertawa.

“Ya udah ngga pa-pa, tapi kamu pasti datang kan Dra..?” tanya DB.
“Ya..” jawab saya singkat.
“Ya sudah kita cabut ya..?” ujar Shebi ke DB.
“Ya, ok lah..”
“Bye, Dra jangan lupa ya atau kontrak kita batal nich..!” sambil mencubit dagu saya.

Begitulah kisah saya dengan Shebi, pembaca tunggu saja kisah saya dengan DB, artis ibu kota yang terkenal sampai sekarang masih singgle di edisi selanjutnya. Terima kasih atas perhatian rekan pembaca sekalian.


Kamis, 23 November 2017

Nikmat Juga Dioral Seks Sama Budhe


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Jam menunjukkan pukul setengah lima ketika aku bangun tidur. Perutku keroncongan menahan lapar. Setelah membasuh muka di kamar mandi, aku keluar kamar dan kulihat Budhe Yarmi di ruang tengah. Tampaknya dia juga baru pulang.

“Baru pulang Budhe?” tanyaku.
“He eh… baru bangun kamu? Sampai-sampai belum makan siang,” katanya melihatku langsung menuju meja makan dan mengambil piring siap-siap untuk makan.
“Iya Budhe… he… he…. Abis kecapekan maen game tadi,” kataku berbohong.
“Oh.. pantesan, Mbok Yem tadi bilang kamu seharian di kamar aja. Udah makan dulu, terus mandi, Budhe mau istirahat dulu di kamar,” kata Budhe.
“Iya Budhe,” kataku.

Selesai makan, aku mencari Mbok Yem ke belakang, karena biasanya jam segini dia menyirami tanaman di taman belakang. Kulihat dia lagi asyik dengan pekerjaannya, dan langsung kupeluk dia dari belakang.

“Eh… eh….. Mas… jangan disini Mas, ntar ketahuan Ibu,” katanya terkaget-kaget.
“Hi… hi…. Aman kok Mbok, Budhe masih di kamar,” kataku sambil mengecup bibirnya.
Mbok Yem mendorong pelan tubuhku kebelakang.
“Tapi jangan sekarang dong Mas, Mbok takut kalau tiba-tiba Ibu muncul,” katanya.
“Iya… iya… sayang,” kataku masih memegangi pinggangnya.
Mbok Yem mendorong tanganku dari pinggangnya.
“Udah ah, mandi sana Mas,” katanya.
“Ini juga mau mandi sayang, tapi sun dulu dong…” kataku menggoda Mbok Yem.
“Hi… hi….” Kata Mbok Yem sambil tertawa kecil.

Kemudian dia mengecup lembu bibirku, dan meneruskan pekerjaannya. Setelah itu aku mandi karena baru ingat kalau aku ada janji dengan temanku. Selesai mandi aku siap-siap mau pergi. Kulihat Mbok Yem juga sudah selesai dengan pekerjaannya.

“Mbok, nanti kalau Budhe nyariin, bilang aja aku ke rumah teman,” kataku.
“Iya Mas, mau ngapel ya? Hii… hii….” Katanya.
“He… he… ngapel siapa Mbok? Kan pacarku masih disini…” kataku mendekati dia dan kukecup bibirnya.
“Ih…. Jangan keras-keras Mas…. Udah pergi sana, senangnya kok nggodain Mbok,” katanya manja.
“Iya…. sayang…” kataku dan kucolek payudara Mbok Yem.
“Eh…. Nakal…” kata Mbok Yem sambil menepis tanganku yang jahil.

Sambil tertawa kecil, aku keluar dan mengambil motor. Sore ini aku ada janji sama Budi teman kampusku. Jam setengah sembilan aku baru sampai rumah. Setelah memasukkan motor ke garasi dan kukunci pagar, aku masuk rumah. Kulihat Budhe lagi asyik nonton TV.

“Udah makan An?” katanya ketika melihatku.
“Belum Budhe,” kataku.
“Ya udah makan dulu sana, jangan sering-sering telat makan gitu, ntar sakit,” katanya.
“Iya Budhe, Aan ganti baju dulu,” kataku sambil melangkah ke kamarku.

Setelah ganti baju aku langsung menuju meja makan. Sembari makan sesekali kulirik Budhe yang sedang asyik nonton reality show di TV. Malam ini Budhe memakai daster selutut tanpa lengan dengan kancing didepan. LIVE CASINO

Memang suhu malam ini cukup panas, mungkin sebentar lagi mau turun hujan. Selesai makan, kuambil kasur tipis dan bantal, langsung kuhamparkan diatas karpet di depan TV. Budhe Yarmi masuk ke kamarnya, tapi tak lama kemudian dia keluar sambil menenteng bantal.

“Geser dikit An,” katanya.

Kugeser sedikit tubuhku dan Budhe berbaring di sebelah kiriku. Aku sedikit kaget, karena selama ini Budhe tidak pernah ikut-ikutan tidur di depan TV. Biasanya dia hanya duduk di sofa saat kami nonton TV sama-sama. Sedangkan aku memang lebih senang nonton TV sambil tiduran.

Kemudian kamipun asyik nonton TV, sesekali kami ngobrol soal-soal sepele. Selanjutnya suasana diam karena kami asyik nonton TV. Kulihat jam menunjukkan pukul sepuluh malam ketika kudengar suara rintik hujan yang mulai turun. Kudengar dengkuran halus Budhe Yarmi. Rupanya Budhe kecapekan karena seharian tadi banyak kegiatan.

Kulihat kearah Budhe dan hatiku langsung berdesir. Posisi tidur Budhe memunggungiku. Kaki kanannya tertekuk diatas kaki kirinya. Dasternya sedikit tersingkap, kulihat pahanya yang putih mulus menggairahkan. Kesempatan ini tidak kusia-siakan, karena baru kali ini aku bisa sepuas-puasnya memandangi Budhe. Suara dengkuran Budhe terdengar lembut dan di luar hujan juga terdengar makin deras.

Dengan sangat hati-hati kutarik daster Budhe sedikit keatas sampai terlihat hampir semua paha Budhe. Putih mulus dan sedikit gempal. Acara reality show di TV sudah tidak kupedulikan lagi, karena aku lagi asyik memandangi paha Budhe dan berpikir keras bagaimana caranya aku bisa melihat lebih jauh lagi.

Akhirnya dengan gerakan yang seolah-olah tidak disengaja, kuposisikan tubuhku tepat dibelakang Budhe. Masih ada jarak diantara kami, sehingga tubuhku belum menempel ke tubuhnya. Mataku kupejamkan, kemudian tanganku kuletakkan diatas Budhe, supaya kalau Budhe terbangun dikiranya aku sudah tertidur dan tidak sengaja menyentuh pahanya.

Hatiku berdebar-debar menunggu reaksi Budhe Yarmi. Tanganku hanya terdiam diatas pahanya yang sangat lembut kurasakan. Suara dengkuran Budhe masih terdengar lembut, rupanya dia tertidur pulas. Aku mulai membelai lembut paha Budhe. Mataku masih terpejam dam hatiku tambah berdebar-debar. Rasa takut menghinggapiku, tapi sensasi yang juga timbul mengalahkan rasa takutku.

“Eeghhhh…”

Tiba-tiba Budhe mendesah dan sedikit bergerak. Langsung kutarik tanganku dari pahanya. Aku terdiam dengan jantungku yang berdebar sangat keras. Kutunggu tidak ada gerakan lagi dari Budhe. Dengkuran tidurnya masih terdengar lembut olehku.

Setelah yakin kalau Budhe masih tertidur pulas, kuputuskan untuk mengambil langkah berani. Kumajukan tubuhku hingga kurasakan penisku menempel ke pantat Budhe yang empuk. Kulingkarkan tanganku ke perut Budhe Yarmi. Aku terdiam sambil menunggu lagi reaksi Budhe. Hujan yang masih deras diluar rupanya memberi dampak.

Karena suhu yang tadi sangat panas, sekarang terasa dingin. Rupanya Budhe juga merasakan sedikit kedinginan, karena dia malah menggeser tubuhnya kebelakang dan tangan kananku terjepit tangannya. Penisku makin tertekan ke pantat Budhe. Sensasi yang kurasakan sangat mengasyikkan.

Pantat Budhe yang berisi lain sekali kurasakan dibandingkan dengan pantat Mbok Yem yang baru tadi siang kurasakan. Penisku bertambah tegang karena terimpit pantat Budhe.

Kuelus-elus perut Budhe dengan tanganku. Tidak ada reaksi dari Budhe, karena dia masih mendengkur. Rupanya tidurnya sangat pulas. Tidak puas hanya mengelus-elus perutnya, kupindahkan elusanku lebih keatas sampai tersentuh bagian bawah payudara Budhe. Aku kaget, karena tidak kurasakan ada BH yang menutupi payudaranya. Rupanya aku tidak begitu memperhatikan hal itu tadi. Kuelus-elus bagian bawah payudara Budhe.

Empuk dan kenyal, karena ukurannya yang cukup besar. Lebih besar dari punya Mbok Yem. Kugerakkan tanganku lebih keatas sampai menyentuh putting Budhe Yarmi. Kudiamkan tanganku sepeti itu, karena jantungku berdegup lebih kencang menunggu reaksi Budhe. Selama itu mataku masih tertutup rapat. Setelah cukup lama, mulai kubelai puting Budhe Yarmi. Putingnya sangat besar kurasakan walau masih tertutup dasternya.

“Eeghhh…” Budhe Yarmi mendesah pelan.

Kaget, kuhentikan gerakan tanganku tapi tetap kubiarkan diatas payudara Budhe. Dengkuran Budhe terhenti, tapi tak lama kemudian terdengar lagi meski lebih pelan. Yang membuat jantungku lebih berdebar, Budhe menggerakkan sedikit pantatnya sehingga penisku sekarang tepat berada diantara belahan pantat Budhe.

Seakan mendapat angin segar, kuberanikan lagi untuk mengelus-elus puting Budhe yang terasa mengeras olehku. Pelan dan sangat hati-hati kubuka kancing daster Budhe satu persatu. Dengkurannya masih terdengar halus, tapi kurasakan jantungnya berdegup kebih kencang. Kancing terakhir yang terletak sedikit di atas perutnya akhirnya terlepas.

Kubuka dasternya, dan untuk pertama kali kulihat payudara Budhe yang sangat menggairahkan. Putingnya yang mengeras terlihat sangat kontras warnanya dengan kulit Budhe yang putih. Payudaranya sedikit kendur, tapi masih terasa kenyal. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, kuremas pelan payudara Budhe yang sudah terbuka.

Kupilin-pilin putingnya dengan jariku. Tiba-tiba dengkuran Budhe Yarmi terhenti, tapi matanya masih terpejam dan dia hanya diam saja. Degup jantungnya semakin kencang kurasakan. Terus kumainkan putingnya dan kuremas-remas payudaranya. Kutekan penisku diantara belahan pantatnya.

“Eeghhhhh…..” terdengar desahan Budhe Yarmi.

Karena sudah sangat terangsang kali ini aku tidak menghentikan aksiku. Tiba-tiba Budhe menggerakkan tubuhnya. Dia merubah posisi tidurnya, dan sekarang Budhe tidur terlentang dengan kedua tangannya diatas kepalanya. Matanya masih terpejam walau dengkurannya sudah tidak terdengar lagi.

Mendapat lampu hijau, kupindahkan elusanku ke payudara satunya. Kumainkan lagi putingya. Karena sudah tidak tahan lagi, kuberanikan untuk mencium putting payudarnya. Kugigit pelan putingnya.

“Eeghhhhh….” Budhe merintih pelan.

Tubuhnya sedikit terangkat dan mulutnya sedikit terbuka. Kulanjutkan melumat putingnya. Kali ini yang sebelah kiri menjadi sasaranku. Tanganku mulai bergerak membelai paha Budhe Yarmi. Kutarik bagian bawah dasternya keatas sampai terlihat CD-nya. Memeknya terlihat menggembung tertutup CD warna putih dan terlihat sedikit basah di bagian tengahnya. Samar-samar kulihat bulu-bulu hitam dibalik CD-nya. Langsung kuelus-elus CD-nya. Kutekan-tekan CD-nya yang sudah basah.

“Eeghhhhh….” Budhe mendesah dengan nafas yang semakin menderu.

Kuturunkan CD Budhe sampai di tengah pahanya. Terlihatlah memek Budhe, rambut hitamnya sedikit, tidak seperti punya Mbok Yem. Dengan jari tengahku, kuelus-elus bibir memek Budhe Yarmi. Kucari-cari itilnya, setelah kutemukan, langsung kumainkan dengan jariku.

“Eggghhh….. Eghhhh….” Desahan Budhe terdengar lebih sering.

Tubuhnya terangkat keatas ketika jariku masuk ke lubang memeknya. Lubang memek Budhe terasa hangat oleh jariku. Kugerakkan jariku didalm memeknya sementara itu tidak kuhentikan melumat payudara Budhe. Tiba-tiba Budhe bergetar keras. Tubuhnya terangkat dan desahannya terdengar lebih kencang.

“Aagghhhh…. Egghhhhh… Egggghhhhhh….”

Jariku terasa hangat oleh cairan yang keluar dari dalam memeknya. Rupanya Budhe orgasme. Cepat sekali kupikir, mungkin sudah lama tidak disentuh laki-laki. Lubang memek Budhe berdenyut-denyut sehingga jariku terasa dijepit dinding memeknya.

“Uuuugghhhhh….” Budhe mendesah lagi.

Bersamaan dengan desahannya itu, kurasakan memek Budhe tidak menyembur lagi. Selama itu mata Budhe masih tertutup rapat, tapi aku yakin Budhe tidak tidur sama sekali. Tiba-tiba disingkirkannya tanganku dari memeknya lalu CD-nya dinaikkan lagi ke tempat semula, kemudian sambil merubah posisi tidurnya memunggungiku, dasternya ditarik ke bawah lagi menutupi pahanya yang tadi terbuka lebar.

Kancingnya masih dibiarkan terbuka, hanya ditutupkan ke payudaranya. Kemudian dia diam dan mengapitkan pahanya rapat-rapat. Cukup lama kutunggu reaksi dari Budhe dengan rasa frustasi. Tak lama terdengar lagi dengkuran Budhe. Rupanya malam ini hanya cukup sampai disini aksiku. Putus asa, kuputuskan untuk memusatkan pandanganku ke layar TV. Tak lama mataku terasa berat, dan akhirnya akupun tertidur.

Jam tiga pagi aku terbangun dari tidur. Hujan sudah reda dan kulihat Budhe sudah tidak ada disampingku. Rupanya dia sudah pindah ke kamar. TV juga sudah dimatikan. Aku bangkit dan menuju ke kamarku untuk melanjutkan tidurku.LIVE BACCARAT

Pagi hari aku terbangun agak telat. Setelah membersihkan muka aku keluar kamar. Kulihat Budhe sedang menyiapkan sarapan. Kalau Minggu Mbok Yem libur.

“Sarapan dulu An,” kata Budhe. Nada bicaranya datar saja.
“Eeh… iya Budhe,” sedikit gugup kujawab.

Aku sedikit salah tingkah karena teringat apa yang terjadi semalam. Tapi kulihat Budhe tidak mempersoalkan itu. Budhe bertingkah seperti biasanya. Aku jadi sedikit tenang, walaupun jadi bingung sendiri. Akhirnya kuputuskan untuk melupakan itu, dan berlagak seperti biasanya. Kulahap sarapanku, karena perut ini juga terasa keroncongan. Selesai beres-beres meja makan, Budhe ke dapur.

“An, kalau udah selesai, tolong cuciin mobil ya,” kata Budhe dari dapur.
“Mmpff.. iya Budhe,” kataku dengan makanan masih di mulutku.

Selesai makan, kukeluarkan mobil Budhe dari garasi dan kucuci. Cukup lama kubersihkan mobil Budhe yang memang sudah cukup kotor karena seminggu belum dicuci. Kemudian aku mandi, karena hari ini aku janjian mau ngantar Anto temanku ke Mall nyari jaket. Keluar kamar, kulihat Budhe di teras depan sedang membaca koran.

“Budhe, Aan keluar dulu. Mau nganterin Anto,” kataku.

Anto memang cukup sering maen ke rumah. Jdi Budhe juga sudah kenal dengan Anto.
“He eh… hati-hati, sebentar lagi kayaknya hujan tuh,” kata Budhe masih membaca koran.
“Iya Budhe,” kataku.

Memang pagi ini awan sedikit mendung. Maklum lagi musim hujan. Padahal kemarin hujan baru turun malam hari. Hari ini kayaknya hujan turun lebih awal. Kukeluarkan motorku dan langsung menuju ke rumah Anto. Sampai di rumah Anto, yang membukakan pintu *****ya.

“Pagi Tante, Antonya ada Tante?” kataku sopan.
“Oh kamu An, tuh lagi mandi. Masuk aja,” katanya mempersilahkan aku masuk.
“Terima kasih Tante, kok sepi Tante?” tanyaku.
“Iya, Papanya Anto lagi ngantar Raras ke sekolah. Ada acara sekolah katanya,” jawab Tante.

Mama Anto masih cukup muda, 40 tahun. Biasanya kami memanggilnya Tante Ida. Memang Tante Ida adalah mama tiri Anto, karena Mama kandung Anto sudah lama meninggal. Makanya jarak umur Anto dengan Raras adik tirinya cukup jauh. Tante Ida berparas ayu dan cukup tinggi untuk ukuran wanita.


Setiap keluar rumah selalu memakai jilbab dan baju tertutup. Tapi tadi aku sempat kaget, karena kulihat Tante Ida membukakan pintu cuman memakai daster. Rambutnya hitam tebal dan lurus sebahu menambah paras ayunya. Hatiku sempat berdesir, karena selama ini belum pernah kulihat.

“Tunggu bentar ya An, Tante panggilin Anto,” katanya sambil berjalan ke dalam rumah.

Sembari duduk, kuperhatikan betis Tante Ida yang putih dan ramping. Tak tahan juga rasanya melihat betis Tante Ida yang menggairahkan itu. Tapi cepat-cepat kusingkirkan pikiran itu karena kulihat Anto keluar dari dalam rumah.

Setelah berpamitan dengan Tante Ida, kamipun berboncengan keluar rumah. Cukup lama kami jalan-jalan di Mall, karena memang jaket yang diinginkan Anto cukup susah nyarinya. Keluar dari Mall jam setengah satu siang, gerimis mulai turn. Kupacu motorku ke rumah Anto. Sampai rumah Anto, aku langsung cabut karena gerimis semakin deras.

Sebelum ke rumah, masih sempat kupakai mantelku. Sesampai di rumah, tidak kulihat Budhe Yarmi. Aku langsung ke kamar dan ganti baju. Karena tidak ada yang bisa kukerjakan, kunyalakan komputer dan aku main game sebentar. Setelah sekitar satu jam aku main komputer, perutku keroncongan. Kumatikan komputer dan langsung ke meja makan. Lagi asyik makan, kulihat Budhe keluar dari kamar sambil membenahi rambutnya.

“Pulang jam berapa An?” tanyanya sambil mengambil air putih.
“Jam satu Budhe,” kataku melanjutkan makan.
“Budhe ketiduran tadi, abis makan tolong keluarin kasurnya ya An,” katanya sambil masuk kamar lagi.
“Eghh.. iya Budhe,” kataku sedikit tersedak.

Sambil makan kubayangkan apa yang terjadi semalam. Bakalan asyik-asyik lagi nih pikirku. Mau nggak mau pikiran kotorku timbul lagi. Selesai membereskan meja makan, kuatur lagi kasur di depan TV. Tidak lupa kuambil bantal di kamar dan langsung kurebahkan badanku sambil menyalakan TV. Lama juga Budhe didalam kamar, tak tahu apa yang dikerjakannya.

Ketika Budhe keluar kamar, aku terkaget-kaget. Karena Budhe hanya menggunakan daster. Tapi kali ini dasternya hanya pakai tali tipis di pundaknya, tangannya memegang bantal didadanya. Kemudian Budhe berbaring disampingku dengan posisi seperti tadi malam. Karena sudah tidak tertutup bantal, sekarang dapat kulihat belahan dada Budhe yang putih dengan jelas.

Penisku langsung bereaksi dan tegang. Sebenarnya acara TV di siang hari ini tidak terlalu menarik bagiku. Kemudian kami mengobrol tentang banyak hal sambil sesekali tertawa-tawa. Karena haus, aku bangkit dari kasur dan langsung mengambil air putih di kulkas. Sekembaliku ke ruang tengah, posisi tidur Budhe sudah miring dan punggungnya menghadap kearahku. Pelan-pelan kubaringkan tubuhku disampingnya. Aku hanya diam karena bingung untuk memulai, sambil berharap ada sinyal dari Budhe.

Tak lama kemudian, sinyal itu datang. Pelan kudengar suara dengkur Budhe diiringi desahan nafasnya yang berat. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi kumulai menjalankan aksiku. Kali ini aku berencana menlakukan yang sdikit berbeda dibandingkan aksiku tadi malam. Kulepas celana dan kaosku hingga aku tinggal memakai CD saja.

Kuposisikan tubuhku tepat di belakang Budhe, sampai kurasakan penisku menyentuh belahan pantat Budhe. Tanganku bergerak ke pundaknya. Pelan-pelan kutarik tali daster Budhe kebawah. Kuangkat sedikit tangannya supaya lebih mudah sampai terlepaslah tali dasternya. Payudara Budhe yang putih menyembul keluar, langsung kuremas-remas dan kupilin-pilin putingnya.

Kali ini sudah tidak ada rasa takut lagi, karena aku yakin Budhe sadar akan perbuatanku. Kudengar suara dengkuran Budhe sudah hilang, digantikan dengan suara nafasnya yang menderu. Matanya tertutup rapat dan bibirnya yang tebal sedikit terbuka tapi aku yakin Budhe hanya pura-pura tidur.

“Eeghhhh….” akhirnya kudengar desahan pertama Budhe di siang itu.

Tanganku bergerak ke bawah kearah perutnya. Kuelus-elus lembut. Terus ke bawah sampai kusentauh ujung bawah dasternya. Kutarik keatas, sampai pahanya terlihat. Tapi karena masih tertahan tubuhnya, cukup susah aku untuk melihat lebih jauh. Tiba-tiba, Budhe sedikit mengangkat pinggulnya. Tak ingin kehilangan kesempatan, langsung kutarik dasternya keatas sampai ke perut Budhe.

Aku kaget setengah mati, karena kulihat tidak ada CD. Memeknya dengan bulu hitam tipis terlihat jelas olehku. Rupanya tadi di kamar Budhe sudah bersiap-siap menghadapi ‘serangan’ku. Langsung kubelai lembut pahanya bagian dalam. Kuelus-elus dengan lembut sampai terasa jariku menyentuh bulu-bulu halus di sekitar memek Budhe. Sembari tanganku masih mengelus-elus paha Budhe, kugosok-gosokkan penisku ke belahan pantat Budhe.

“Eghhh…” desah Budhe merasakan penisku yang keras menekan-nekan pantatnya.

Tiba-tiba Budhe merubah posisi tidurnya. Seperti tadi malam, Budhe terlentang dengan tangan diatas kepalanya hingga sekarang dapat kulihat jelas memeknya. Payudaranya yang sebelah kanan sudah terbuka lebar dengan putting yang mengeras. Kuraih tali daster Budhe satunya yang masih menggantung di pundaknya. Kutarik seluruh dasternya ke bawah sampai terlepas. Sekarang Budhe Yarmi telanjang bulat di hadapanku.

CERITA DEWASANafasnya menderu dan selama itu matanya masih tertutup. Tak butuh waktu lama, langsung kulumat payudara Budhe yang sudah terbuka lebar. Tanganku juga langsung beraksi di memek Budhe Yarmi. Kuelus bibir memek Budhe dengan jariku, seperti yang kulakukan tadi malam. Tapi kali ini sensasinya berbeda, karena sekarang Budhe tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya yang indah. Kusentuh ‘itil’-nya sampai Budhe menggelinjang dan mendesah.

“Eeeeggghhhhh…..” desahnya.

Kubuka sedikit pahanya, sehingga tanganku lebih leluasa mempermainkan memeknya. Kumasukkan jariku ke lubang memeknya sembari terus kulumat payudara Budhe bergantian.

“Uugghhhhhh…. Ughhhhh….” Erang Budhe ketika kumaju mundurkan jariku didalam memeknya.
“Eeghhhh…. Eeghhhhh……” desahan Budhe semakin membuat aku terangsang.

Budhe juga kelihatan semakin terangsang, tangannya ditutupkan di matanya. Nafasnya terdengar semakin tidak beraturan. Karena tidak ingin ini berakhir seperti tadi malam, aku pindah posisi di bawah Budhe Yarmi. Kubuka pahanya lebar-lebar sampai lubang memeknya terlihat jelas. Kusodorkan kepalaku ke memeknya. Kujilati lubang memek Budhe dan tidak lupa ‘itil’nya juga menjadi sasaran lidahku.

“Aaghhhh… ahhhh… ahhhh….” Budhe mendesah lebih kencang dan pinggulnya terangkat seakan-akan tidak ingin lidahku terlepas dari memeknya.
“Uuughhhhh… ughhhhh….” Desah Budhe.
Tubuh Budhe menggelinjang lebih keras. Kemudian kurasakan tubuhnya bergetar keras dan diangkat pantatnya tinggi-tinggi.
“Aaaaagggghhhhhh………..” Budhe mendesah panjang.

Budhe mencapai klimaksnya. Kurasakan ada cairan keluar dari lubang memeknya. Terus kujilati sampai akhirnya tubuh Budhe berhenti bergerak dan sudah tidak ada lagi cairan yang keluar dari dalam memeknya. Memeknya basah sekali oleh cairan Budhe bercampur dengan ludahku. Nafas Budhe semakin tidak karuan, bibirnya terbuka lebih lebar.

Aku naik keatas tubuh Budhe, kucium bibirnya yang merekah menggairahkan. Budhe membalas ciumanku dengan antusias. Kumasukkan lidahku kedalam mulutnya dan bertemu dengan lidahnya. Kupegang penisku dan kuarahkan diantara pahanya yang terbuka lebar. Kepala penisku menyentuh bibir memek Budhe. Tiba-tiba Budhe menghentikan ciumanku, matanya terbuka lebar dan berusaha mendorongku. JUDI ONLINE

“Ja…. Jangan An….” Katanya lemah.
Tak kupedulikan kata-kata Budhe, aku terus berusaha menekan penisku masuk ke dalam memek Budhe. Tapi Budhe juga menahanku lebih keras.
“Jangan An….” Katanya dengan nada yang lebih keras.
“Tapi Aan udah nggak tahan Budhe…” kataku.
“Eghhh… Budhe juga An tapi jangan dimasukin An, Budhe takut…”
“Takut kenapa Budhe?” tanyaku.
“Udah An… jangan tanya… pokoknya kamu minggir dulu ya An, nanti Budhe bantuin ngeluarin ‘itu’mu…” katanya.

Akhirnya dengan sedikit rasa putus asa, aku bergeser ke samping. Budhe bangkit dari tidurnya, kemudian menmbimbingku untuk duduk di sofa. Aku menurut saja, nggak tahu apa yang ada di pikiran Budhe Yarmi. Kemudian Budhe bersimpuh di bawahku. Di pegangnya penisku yang masih tegang sekali . Diremas-remasnya penisku dan mulai dikocok-kocoknya. Tangannya yang lembut membuat penisku semakin tegak berdiri.

“Mm… punyamu besar banget An..” kata Budhe tanpa memandangku.
“MMmmm…. Enak banget Budhe… sama punya Pakdhe gedean mana Budhe?” kataku dengan mata terpejam-pejam merasakan kenikmatan.
“Ssstt… Jangan ingat-ingat Pakdhe, An…” kata Budhe menunduk.

Aku merasa bersalah, karena menyinggung-nyinggung Pakdhe disaat kami lagi beginian. Akupun terdiam dan mencoba menikmati saja kocokan tangan Budhe.

“Tapi… memang kamu jauh lebih besar dari punya Pakdhe…” kata Budhe tiba-tiba dengan memandangku.

Akupun tersenyum dan kubelai lembut pipi Budhe. Kemudian tanpa kusadarai, Budhe mengarahkan mulutnya ke penisku. Kepala penisku dijilati dengan lidahnya.

“Uuughhhhh….. enak Budhe….” desahku merasakan bibir Budhe yang mulai mengulum penisku.

CERITA SEKSDielus-eusnya buah zakarku dengan tangannya yang lembut. Aku semakin terangsang oleh aksi Budhe. Setengah penisku sudah masuk ke dalam mulut Budhe. Kemudian digerakkan kepalanya naik turun. Penisku terasa nikmat sekali dikulum Budhe seperti itu. Rupanya Budhe sangat ahli dalam melakukan oral seperti ini. Kupegang kedua payudaranya dengan tanganku.

“Uugghhhh….. teruuus Budhe….” Rintihku. Kepala penisku teras berdenyut-denyut dan buah zakarku terasa penuh sekali.
“Ugghhhh… Bu…dhe… mau keluaaar…..” kataku sambil meremas payudara Budhe.
“MMppffff…..” desah Budhe.

Budhe tidak menghiraukan peringatanku, dia terus mengulum habis penisku. Tubuhku bergetar keras dan kumuntahkan seluruh isi penisku di dalam mulut Budhe.

“Aaaagghhhhhh……….” Erangku panjang.
“Mmmpppff…….” Suara Budhe terdengar aneh, karena mulutnya penuh dengan spermaku.

Disedotnya penisku sampai isinya habis tidak bersisa, dan ditelannya spermaku sampai hanya tersisa sedikit diujung-ujung bibirnya.

“Mmmppppffff……..” desah Budhe.
Kusandarkan punggungku ke sofa. Budhe melepas penisku dari mulutnya dan memandangku lekat-lekat sambil tersenyum.

“Gimana An? Enak nggak?” katanya tersenyum.
“Hhh… hhhh… enak banget Budhe…” kataku masih merasakan sisa-sisa kenikmatan.
“Hi… hi…. Udah lama Budhe merasakan yang seperti ini An,” kata Budhe sambil bangkit dan duduk disampingku.

Kupeluk Budhe Yarmi dan kukecup keningnya.

“Maafin Aan Budhe, kalau udah kurang ajar sama Budhe,” kataku membelai lembut rambutnya.
“Sstttt….. Budhe nggak menyesal An, yang penting jangan sampai dimasukin itumu ya…. malah Budhe merasa bahagia karena sudah lama Budhe memendam…….” Kata-kata Budhe tidak berlanjut, dia menyandarkan kepalanya didadaku.

Aku peluk Budhe makin erat dan kubelai-belai rambut Budhe.

“An….” Kata Budhe.
“Iya Budhe..” jawabku.
“Jangan sampai ini ketahuan orang lain ya…” katanya.
“Iya Budhe…” jawabku.
“Beneran lho An, Budhe serius….” Kata Budhe sambil mengangkat kepalanya dan memandang lurus kearahku.

“Iya Budhe sayang…” kataku sambil mengecup bibirnya.
“Hi… hi…. Kamu tu lho….” Kata Budhe genit,
“Udah ah, Budhe mau mandi.”
“Mau kemana Budhe?” kataku.
“Ke Bu RT, ada arisan…” katanya sambil bangkit dari duduknya dan membenahi rambutnya.
“He… he…. Ntar malam lagi ya Budhe…” kataku tersenyum nakal kearah Budhe.
“Hi… hi… dasar anak muda…. Udah mandi sana…” katanya.
“Bareng Budhe aja ya….” Kataku sambil memegang tangan Budhe.
“Nggak… ntar kelamaan mandinya… Hi… hii….” Kata Budhe menepis tanganku dan berjalan masuk kekamarnya.

Aku pakai pakaianku lagi. Dan aku menuju kekamar Budhe. Maksud hati ingin menggodanya sekali lagi. Kuketuk pintu kamar Budhe.

“Budhe….” Panggilku.
“Iya…” terdengar jawaban dari dalam kamar Budhe.
“CD-nya ketinggalan Budhe….” Kataku.

Budhe keluar kamar dan handuknya tersampir di pundaknya. Rupanya dia sudah siap-siap mau mandi.

“Lho… kan….” Katanya bingung karena dia sadar tadi keluar nggak pakai CD.
“Ini…..” kataku langsung memeluk Budhe dan kucium bibirnya.
“Heeehhh……” kata Budhe gelagapan.
Kulepaskan ciumanku dan langsung jalan kekamarku sambil tertawa-tawa kecil.
“Hii……. Hiiiii…..” tawaku.
“Oohhh…. Awas kamu ya…. Nanti malam kubalas….. Hi… hiiii….” Kata Budhe sambil ikut tertawa.


Memperdaya Mbak Lina Yang Ingin Mempunyai Keturunan


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Marlina Kusyanti adalah seorang wanita berdarah Manado yang sangat cantik dengan kulitnya yang putih dan sangat mulus serta ditopang dengan bentuk tubuhnya yang ramping dan padat berisi, Mba Lina biasa Aku memanggilnya dan dia adalah teman sekantorku yang sampai saat ini belum mendapatkan keturunan setelah sepuluh tahun perkawinannya dengan seorang Pengusaha.

Aku yang sebagai teman Mba Lina sudah lama tau akan hal ini, kadang aku sering menghayalkan untuk memberikan keturunan kepada Mba Lina dengan menidurinya, hal ini karena aku sangat terpesona oleh penampilan Mba Lina yang sangat cantik dan seksi.

Aku sering dengar dari teman teman sekantor bahwa Mba Lina sudah berusaha maksimal untuk segera mendapat keturunan, dari dokter spesialis kandungan didalam negeri sampai ke luar negeri hanya untuk memeriksa keadaan dirinya dan suaminya.

Hal inilah yang kemudian membuatku ingin memanfaatkan keadaan Mba Lina yang sudah sangat menginginkan punya keturunan, dan aku berencana untuk bisa memperdaya Mba Lina dengan dalih ingin membantu keinginannya untuk segera mendapatkan keturunan.

Sebelumnya aku sudah menghubungi kenalanku yang seorang tukang urut dan kujelaskan semua maksud dan tujuanku kepadanya, dan dengan senang hati kenalanku itu siap membantu semua rencanaku untuk memperdayai Mba Lina. CASINO QIUQIU

Kemudian akupun mencari waktu yang tepat untuk bisa bicara dengan Mba Lina mengenai maksudku untuk membantu memberikan solusi yang mungkin bisa diterima oleh Mba Lina. Siang itu setelah jam makan siang sengaja kuhampiri Mba Lina yang sedang duduk sendiri dimeja kerjanya.

“…lagi sendirian aja nih Mba…?” tanyaku membuyarkan lamunannya.
“…iya nih Mas…Mas Anto bikin aku kaget aja nih…!” jawabnya sedikit kaget.
“…makanya Mba…jangan suka ngelamun…!” kataku lagi.
Dengan sedikit enggan Mba Lina menimpali, “…tumben ada perlu apa Mas…?”

Lalu kujawab dengan mengecilkan suaraku, “…mau ada yang saya bicarakan sama Mba Lina nih, tapi harap Mba Lina jangan kesinggung ya…?!”
“…emang Mas Anto Mau ngomong apa sampe minta aku jangan kesinggung…?” Tanya Mba Lina heran.

“…begini Mba…saya ingin membantu memberikan solusi alternatif kepada Mba yang mungkin bisa dicoba agar Mba bisa segera mendapatkan keturunan…!” jelasku dengan rasa khawatir.

Dengan sedikit antusias lalu dijawabnya lagi, “…oh …Mas Anto mau kasih tau aku untuk mencoba dengan jalan aternatif…?!”

Dan kujelaskan lagi, “…yah pastinya Mba Lina sudah pernah mencoba dengan jalan berobat melalui alternatif, tapi ngga ada salahnya kalo Mba Lina mau mencoba alternatif dari saya…!?”

Lalu tanyanya dengan sedikit penasaran, “…emangnya Mas Anto kasih tau alternative yang seperti giman sih…?!”

Selanjutnya akupun menjelaskan tempat berobat alternative berikut cara cara yang harus dijalankan,

“…saya ada kenalan seorang perempuan tukang urut di Cipanas yang biasa menolong orang yang ingin segera mendapatkan keturunan Mba, kalo Mba Lina berminat mencobanya saya akan antarkan…!”

Dan dijawab oleh Mba Lina lagi, “…aku sudah beberapakali mencoba cara alternatif Mas, tapi ngga ada salahnya juga sih mencoba lagi…terus cara ngobatinnya gimana Mas…Mas Anto tau…?”

“…untuk cara pengobatannya katanya pasien yang mau ditangani harus membawa sperma suaminya dalam satu wadah Mba, dan nanti dengan caranya sendiri sperma tersebut akan di masukan kedalam rahim si wanita pasien itu…dan katanya si wanita pasien ini harus datang sendiri tanpa diantar oleh suaminya, begitu yang saya tau Mba…!”

Dengan seksama Mba Lina menyimak semua penjelasanku lalu dengan antusiasnya yang mulai timbul Mba Lina pun bertanya lebih serius, “…wah kalo alternative yang seperti itu aku belum pernah tau apalagi mencoba…terus kalo aku mau kesana Cuma diantar sama Mas Anto…?”

Dan kembali kujelaskan, “…iya Mba…dan disana Mba Lina di haruskan bermalam bersama Ibu tukang urut itu…kalo saya Cuma nganter sampe ketemu aja sama Ibu tukang urutnya terus saya pulang kampung ke Cianjur deh…!”

Tanya Mba Lina lagi lebih serius, “…terus aku harus bermalam sama Ibu itu dirumahnya gitu Mas…kok Mas Anto ngga nungguin aku sih…?”

Lalu dengan santai kujawab untuk menenangkannya, “…karena memang syaratnya ngga boleh ada orang lain selain Mba…tenang aja Mba nanti aku balik kesitu lagi besoknya dan ke Jakarta lagi bareng Mba Lina…!”

Dengan wajah senang Mba Lina kembali menjawab, “…oh kalo begitu mendingan Mas…daripada sendirian, emangnya ngga boleh apa Mas Anto nemenin aku dirumahnya…?”

Lalu kucoba jelaskan lagi, “…jadi begini Mba…Ibu itu ngobatinya bukan dirumahnya…tapi di penginapan di Cipanas, kalo ada janji ngobatin itu urut itu langsung pesan kamar di peninapan langganannya dia Mba…!”

Dengan penuh perhatian Mba Lina mendengarkan semua penjelasanku dan diiringi pertanyaanya kemudian,

“…oh begitu Mas…terus mengenai biayanya berapa Mas…?”

Dan kataku lagi, “…kalo menurut yang saya dengar Cuma lima ratus Mba…!”

Setelah penjelasanku yang panjang lebar akhirnya Mba Lina pun berniat untuk pergi ke Cipanas bersamaku tanpa suaminya, dan aku pun menghubungi kenalanku itu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Aku dan tukang urut kenalanku itu sebelumnya sudah merencanakan maksud dan tujuanku membawa Mba Lina untuk berobat kepadanya, dan dia akan berpura pura mengobati Mba Lina dengan cara yang sebelumnya sudah kukarang dan ku instrusikan kepada tukang urut kenalanku itu. AGEN CASINO

Sudah kujelaskan kepadanya bagimana dia menangani Mba Lina, aku menyuruh dia untuk mengobati Mba Lina dengan pertama tama meminta Mba Lina mandi ,lalu setelah selesai mandi meminta Mba Lina untuk hanya memakai kemben kain batik tanpa kutang dan celana dalam, lalu memberikan minuman kepada Mba Lina dengan minuman yang sudah diberi obat tidur.

Demikian cara cara yang sudah kujelaskan kepada tukang urut kenalanku itu, dan aku meminta dia untuk memberikan urutan urutan sedikit ketubuh Mba Lina sambil menunggu reaksi dari obat tidur yang sudah diminum Mba Lina.

Hari yang kunantikan akhirnya tiba dengan berangkat menggunakan Honda Jazz miliknya akupun berangkat bersama Mba Lina menuju Cipanas, setelah hampir tiga jam perjalanan kamipun tiba di penginapan dimana tukang urut kenalanku itu sudah menunggu kedatangan kami.


Akupun permisi kepada Mba Lina dengan alasan untuk meneruskan perjalananku pulang ke kampung istriku di Cianjur, aku yang tadi sudah berpamitan kepada Mba Lina bersembunyi ditempat yang aman yang tidak akan terlihat oleh Mba Lina sambil menunggu tukang urut kenalanku itu untuk memanggilku.

Tukang urut itu menjalankan semua perintah yang sudah aku terangkan kepadanya dengan pertama meminta Mba Lina untuk mandi dengan peralatan mandi yang sudah disiapkan Mba lina sedari rumah tadi, lalu ibu tukang urut itu meminta Sperma milik suaminya yang sudah dibawa Mba Lina, sambil menjelaskan bahwa sperma tadi akan dimasukan kedalam rahim Mba Lina dengan caranya, dan dijelaskan juga kepada Mba Lina bahwa nanti setelah sperma suaminya sudah dimasukan dalam rahimnya, diminta Mba Lina untuk tidak kaget karena akan merasakan tubuhnya yang seperti baru berhubungan badan dengan suaminya.

Dengan berbagai penjelasan yang seluruhnya ngarang akhirnya ibu tukang urut itu mulai mengurut tubuh Mba Lina yang sudah di minta untuk menghabiskan minuman yang tanpa setau Mba Lina sudah dicampur dengan obat tidur.

Aku yang sedang bersembunyi di satu tempat sudah mulai gelisah dengan batang kontolku yang sudah ngaceng, membayangkan sebentar lagi aku akan menikmati kehangatan tubuh seksi Mba Lina yang sudah lama kuidamkan. Setelah kurang lebih satu jam menunggu akhirnya ibu tukang urut itu keluar dari kamar penginapan dan segera memanggilku dengan diiring senyumnya,

“…Mas cepat kesini Mas… Mba Lina sudah tertidur dikamar tuh…!”
“…oke bu…sip !!!…sekarang gentian ibu yang keluar nunggu saya ya…?” jawabku.

CERITA DEWASAAkupun masuk kedalam kamar penginapan dan dengan jelas aku lihat Mba Lina yang tertidur pulas diatas ranjang denga terlentang hanya mengenakan kain kemben batik ditubuh seksinya, dengan pengaruh obat tidur yang tadi sudah diminum Mba Lina akan membuat dirinya tertidur cukup lama sesuai dengan takaran obat tidur yang sudah kuracik untuk membuat Mba Lina tertidur hingga besok siang.

Aku mulai membuka seluruh pakaianku hingga tak sehelai benangpun tersisa dibadanku, lalu kuhampiri tubuh Mba Lina yang tidur terlentang dari samping ranjang, dengan keyakinan Mba Lina sudah terpengaruh obat tidur dengan dosis tinggi, dengan penuh nafsu lalu kulumat bibir sensualnya dan kugapai lidah dalam mulutnya, lalu kujilati leher jenjang Mba Lina yang putih dan halus itu dengan banyak menyisakan air liurku diseluruh permukaan kulit lehernya.

Aku mulai meremasi buah dada Mba Lina yang lumayan montok dan ku buka ikatan kain kemben di dadanya, lalu dengan nafsu kujilati kulit buah dadanya yang halus dan kukenyoti putting susunya, lalu ciumanku turun keperutnya yang masih tertutup kain kemben dan terus turun kebagian vagina Mba Lina yang juga masih tertutup kain kemben, dan turun lagi jilatanku dipahanya.

Aku sangat tidak sabar untuk segera merasakan liang vagina Mba Lina, dengan menyingkap kain kemben didepan vaginanya, lalu kujilati vagina Mba Lina dengan mainkan klentitnya dengan lidahku, setelah beberapa saat lalu kubuka kedua paha Mba Lina dan dengan kepala kontolku kugesek gesek dibelahan vaginanya, lalu dengan dengan dorongan perlahan ku sodok kedalam seluruh batang kontolku yang dengan mudah masuk seluruhnya, lalu kugenjot liang vagina Mba Lina denga penuh nafsu…

“…aaahhh…Lina…akhirnya kudapatkan juga memekmu, dan sebentar lagi akan ku semprotkan benih dariku kedalam rahimmu…dan semoga kamu bisa kuhamili…aaahhrgggssshh…enaknya memekmu Lina…ooohhh…!”

Setelah beberapa lama akhirnya kusemprotkan benih dari maniku ke rahim Mba Lina, “…aaahhh…Mba…Linnnaaaa….kuhamili kau aaahhh…!” crot…crot…crot…!”

Akupun dengan sangat puas akhirnya bisa juga menikmati vagina Mba Lina sekaligus menanam benih didalam rahimnya, setelah itu aku beristirahat sejenak dan tidak lama kemudian gairahkupun kembali dan untuk kedua kalinya tubuh Mba Lina kugumuli lagi dengan penuh nafsu, Mba Lina yang masih dalam pengaruh obat tidur sama sekali tidak merasakan apa apa atas perlakuan sexual dariku.

Aku panggil ibu urut kenalanku itu setelah selesai aku menyetubuhi Mba Lina untuk yang kedua kalinya, dan kuminta ibu itu untuk merapikan keadaan Mba Lina yang sudah awut awutan sehabis kugarap tubuhnya.

CERITA DEWASASetelah tubuh Mba Lina sudah kembali fresh akupun meminta ibu urut untuk kembali meninggalkan aku, yang sudah ingin kembali mencurahkan segenap nafsu syahwatku terhadap tubuh seksi Mba Lina, demikianlah sepanjang malam hingga pagi menjelang akupun menyudahi aktivitas sexualku terhadap tubuh Mba Lina yang masih terlelap oleh kerasnya pengaruh obat tidur yang berdosis tinggi.

Siang itu Mba Lina bangun dan kepadaku dikatakannya dalam perjalanan pulang ke Jakarta, “…Mas badanku kok pada sakit semua ya…kayak habis apa…gitu…?!”

Lalu kujawab, “…yah mungkin disaat Mba Lina tertidur ibu urut itu terus terusan mengobati Mba…jadi bekasnya baru kerasa sekarang Mba…?!”

“…iya kali ya Mas…?!” kata Mba Lina sambil mengemudikan mobilnya.


Selasa, 21 November 2017

Bibiku Jadi Cinta Sejatiku


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante LendirSemenjak aku SMA, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita. Itulah mungkin yang mengakibatkan aku tidak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelek-jelek amat.

Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.

Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.

Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi, Sebab ia kelihatan muda.

Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar. CASINO QIUQIU

“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.
“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Dewi masih cantik ya?”
Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”.

Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka pelajaran sekolah.

Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku.

Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron.

“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.
“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.

Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.

“Kamu banyak diam ya”, katanya.
“Eh..oh, iya”, kataku kaget.
“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.
“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.
“Ah kamu, ada-ada aja”
“Serius mbak”
“Makasih”
“Restorannya gimana mbak? Sukses?”
“Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya.
“Gimana kuliahmu?”
“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.

Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat.
“Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”.
“Makasih, nggak usah ah”
“Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?”
Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”

Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya. AGEN CASINO


“Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.
“Nggak punya mbak”
“Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”
“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka”
“Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta”

“Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya”
“Masa’?”
“Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, aku mencoba memancing.
“Siapa?”
“Mbak Dewi”.
Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”.
“Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?”,
Ia diam.

“Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Dewi. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kataku.

“Wan, aku ini bibimu”, katanya.
“Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang.

Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.

“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak.

Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Aku pun mencoba menguping.

“Apa yang harus aku lakukan?….Apa…”

Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah. CASINO ONLINE

Paginya, mbak Dewi selesai menyiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku keluar kamar. Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas.

“Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.
“Apa mbak?”
“Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis”,katanya.
“OK”
“Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Aku mengangguk.

CERITA DEWASA - Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng. Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.

Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah.

Saat itu anak-anak mbak Dewi sedang sekolah. Mbak Dewi merenung di sofa. Aku lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah.

“Apa ini?”, tanyanya.
“Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini”,

Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewah.

“Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.
“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak”
“Sebentar ya”, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya.

Tak perlu lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik.

“Bagaimana wan?”, tanyanya.
“Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol.

Ia tiba-tiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. “Terima kasih”

“Aku cinta kamu mbak”, kataku.
Mbak Dewi menatapku. “Aku tahu”

Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Dewi mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya. JUDI ONLINE

“Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya.
“Aku juga bingung mbak”

Kami berciuman lagi. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum.

Dadanya benar-benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.

“Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.

Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Dewi. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.

“Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Dewi memiawik.
“Kenapa mbak?” kataku.

Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. “Aku keluar wan”

Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.

“Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum.

CERITA SEKS - Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh…aku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Dewi yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Penisku makin lama makin panjang dan besar. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh…sensasinya luar biasa.

“Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Dewi.

“Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?”, kataku sambil memegang liang kewanitaannya.

Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah.

“Ohh….wan…enak wan…”, katanya.
“Ohhh…mbak…Mbak Dewi…ahhh…”, kataku.

Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok…plok..plok..cplok..!! “Waan…mbak keluar lagi…AAAHHHH”

Mbak Dewi ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadaku, aku memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa.

“Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.

Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku menindih mbak Dewi, kupeluk ia, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH….

“Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Dewi mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Dewi mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi.

Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Dewi masih di pelukanku. Mbak Dewi dan aku terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Dewi sepertinya. LIVE CASINO

Mbak Dewi menyentuh penisku. “Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?”

“eh?”, aku kaget.
“Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.

Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.

Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Dewi sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya. hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik.