Sabtu, 21 Oktober 2017

Kirain Perawan, Ternyata Sedang Haid


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Aku kost didekat jalan raya disebuah kota k, karena tempat kostku dekat rumah sakit jadi banyak perawat yang menjadi tetangga kostku.Tepat di sebelah kamarku ada 2 perawat satu bernama Siti usia 22 th berkulit putih bersih dan rambutnya lurus sebahu, mempunyai teman sekamar bernama Ani usia 21 th kulit kuning langsat. Siti berasal dari kota L sedangkan Ani dari kota S.

Kala itu aku masih menganggur nggak ada pekerjaan. Pagi2 Siti dan Ani baru datang dari rumah sakit, mereka jaga malam rupanya. Siti sehabis mandi langsung tidur , sedangkan Ani keluar mungkin sedang pergi belanja. Aku yang nggak ada kerjaan iseng2 ingin menggoda Siti, aku datangi kamarnya dan kebetulan nggak di kunci.


Ketika aku sudah masuk ke dalam kamarnya kulihat Siti sedang tertidur lelap dengan memakai selimut. Pura2 aku memanggilnya sambil menepuk bahunya untuk memastikan apakah Siti benar tertidur lelap sebab katanya Ani kalo Siti tidur susah sekali dibangunkan walaupun disiram dengan air Siti nggak bakalan bangun. Beberapa kali aku mencoba membangunkan ternyata benar Siti susah sekali untuk di bangunkan.

Pelan2 kutarik selimutnya, wow ternyata Siti kalo tidur hanya memakai bra dan cd apalagi bra dan cdnya model bikini yang hanya ditali dipinggirnya dan sekali tarik udah pasti copot. Siti tidur terlentang,pelan2 kutarik tali bra dan cdnya dengan sekali tarik bra dan cdnya terlepas.


Aku memandangi tubuhnya Siti yang telanjang bulat itu begitu mulus dan tanpa ada cacatnya. Payudaranya yg bulat dengan puting berwarna pink serta vaginanya bersih tanpa ada bulunya. Penisku udah nggak tahan ingin mencoba, aku lepas pakainku. Begitu aku udah telanjang, kunaiki tubuhnya Siti secara perlahan dan mulai menindihnya. Kucoba mencium bibirnya yang tipis juga warna pink itu perlahan-lahan. kurasakan aroma nafasnya yang harum dan hangat, payudaranya mulai kuremas2 dan putingnya ku kulum serta penisku kugosok2an di bibir vaginanya.

Pelan2 mulai kumasukkan penisku ke dalam vaginanya Siti. Centi demi centi kumasukkan secara perlahan- lahan takut jika Siti terbangun. Namun baru setengah penisku yang masuk ternyata Siti terbangun. Aku kaget namun kukulum bibirnya dengan bibirku supaya nggak teriak dan kutekan dalam2 penisku di dalam vaginaya Siti namun bibirku di gigitnya.

Kulepas kulumanku bibirku dari bibirnya dan Siti bertanya:
" Mas, memperkosa aku ya?".
Aku jadi bingung dibuatnya tapi aku tetap terus menggenjot vaginanya dengan penisku.
" Siti, maafin aku ya", pintaku.


Akhirnya Siti mau melayaniku dan mengikuti kemauanku. Aku dan Siti terus bersetubuh hingga kami mencapai orgasme hampir bersamaan tapi Siti mencapai orgasme duluan.

Di susul aku kemudian sebelum mencapai orgasme kutanya Siti:
" Dikeluarin dimana?".
dan Siti bilang "di dalam juga nggak apa2 kok mas".

Ku semprotkan spermaku didalam vaginanya Siti sampai tuntas dan kupeluk erat tubuhnya sambil kucium bibirnya dan Siti membalas ciumanku. Ketika kukeluarin penisku dari dalam vaginanya ternyata belepotan campur darah,

" kamu masih virgin ya?" tanyaku.
" nggak kok orang aku sedang lagi haid kok, abis kamu main embat aja orang yang lagi tidur" kata Siti sambil tersenyum.
"makanya mas jangan main embat aja" Siti tertawa sambil mengejekku.

Siti mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi sedangkan berpakaian dan balik kekamarku.


Rabu, 18 Oktober 2017

Mayang SPG di Toserba Yogya


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Semuanya berawal dari ajakan temanku untuk ikut liburan selama beberapa hari ke Kota Kuningan. Awalnya aku ragu, namun akhirnya aku memutuskan untuk ikut.

Hari pertama, Adhi mengajakku untuk nongkrong di Toserba Yogya, di sana dia menemui beberapa teman lamanya, sekalian cuci mata karena area toserba Yogya juga merupakan salah satu pusat tongkrongan anak muda di Kuningan.

Saat sedang mengisi pulsa di salah satu outlet yang dijaga oleh temannya Adhi, ada seorang gadis yang menepuk pundakku dari belakang.

"Dicariin di Timezone malah ada di sini," katanya tanpa ba bi bu. Mata gadis itu membelalak lucu ketika sadar bahwa aku bukanlah orang yang dia maksud.
"Duh, maaf...." Ujarnya pelan, lalu dia mendelik kepada Jay penjaga outlet yang tertawa melihat kejadian itu.
"Makanya, jangan asal serobot az, May" Jay berkata disela tawanya, ternyata Jay dan gadis itu telah saling mengenal.

"Maaf ya, saya kira..." Gadis itu tidak meneruskan ucapannya karena aku potong.
"Gak papa, kok." Ujarku sambil berusaha menampilkan senyum simpatik. Harus tebar pesona, soalnya gadis di depanku ini manisnya minta ampun.
"Di gebug lagi juga gak apa2, Neng'" timpal Adhi sambil mengedipkan matanya padaku.
Gadis itu masih tersipu, lalu dia cepat2 berlalu dari tempat itu.
"Kemana, May?" tanya Jay sebelum gadis itu menghilang.
"Masuk lagi, waktu istirahat dah abis." Jawab Mayang, lalu dia menghilang di balik mobil2 yang diparkir di depan outlet.

"Namanya Mayang, Dia SPG," Jay menerangkan sebelum Adhi sempat buka suara untuk menanyakan siapa gadis itu.
"Halagh... tau az Lu, Jay. Gue blom nanya Lu udah jawab duluan," Adhi terkekeh.
"Gue udah bisa baca dari sorot mata keranjang Lu itu,"


Aku pura2 sibuk menulis sms, namun dalam hatiku aku berusaha mengingat baik2 nama gadis itu. Mayang, SPG H&R Toserba Yogya.

Dua hari berlalu sejak kejadian itu. Tidak ada kejadian istimewa lain, tiap hari Adhi mengajakku mengunjungi tempat2 yang dulu biasa dia jadikan tempat nongkrong bersama teman2 lamanya. Aku bahkan hampir lupa soal pertemuanku dengan Mayang. Hingga akhirnya pada Malam Minggu Adhi mengajak aku untuk menonton acara Mentari on the Street, acara pentas musik band lokal yang rutin diadakan setiap malam minggu oleh salah satu radio di Kuningan.

Di sana aku kembali melihat Mayang. Dia sedang asyik menonton aksi panggung salah satu band lokal sambil dipeluk dari belakang oleh seorang cowok.

"Wah, udah punya cowok dia," ujar Adhi yang juga melihat Mayang.
"Wajar lah, cewek manis gitu..." jawabku sambil mengalihkan pandangan ke arah panggung.

Lalu aku dan Adhi sibuk menertawakan aksi vokalis norak yang kehabisan nafas ketika meneriakkan reff lagu Crawling-nya Linkin Park...

Selang beberapa lagu, aku kembali melirik tempat di mana tadi aku melihat Mayang. Gadis itu masih sedang bersama cowoknya, namun kali ini tidak mesra seperti tadi. Mereka seperti sedang bertengkar, lalu Si Cowok pergi begitu saja sambil menunjuk-nunjuk Mayang dengan marah.

Dari jauh aku bisa melihat mata gadis itu berkaca-kaca, dia menggigit bibir menahan tangis. Secara naluri aku langsung menghampirinya.


"Ada apa, May? Kok Kamu bertengkar ama dia?" tanyaku kemudian.
Mayang menatapku selama beberapa detik, "Ah, Kamu yang ketemu aku di Outlet nya Jay, ya?"
"Iya, namaku Yudha. Sori bukan mo ikut campur, aku hanya gak tega melihat kamu hampir nangis di tempat seramai ini."

"Ah, sudahlah... Gak perlu di bahas," Mayang memalingkan wajahnya, mungkin dia merasa canggung karena aku melihatnya hampir menangis.
"Surya memang begitu orangnya, moody banget".
"Oh, jadi cowok kamu namanya Surya?"
Mayang mengangguk. "Dha, mau bantu aku ngga?"
"Tentu," jawabku.
"Bisa anterin aku pulang gak? Aku gak berani pulang sendiri malem-malem gini"
"Memangnya rumah Kamu di mana?"
"Di Kadugede,"

Aku tidak tahu KAdugede itu sebelah mana, tapi siapa peduli? Toh Mayang bisa menunjukkan jalan. "Ok," jawabku kemudian. "Aku ngambil kunci motor dulu ya".

Lalu aku menghampiri Adhi dan meminjam kunci motornya.
"Wah, dapet rejeki, Lu". Ledek Adhi sambil melemparkan kunci motor yang aku pinta. Aku mengedipkan mata.

Sepanjang perjalanan pulang, aku tahu Mayang menangis di belakangku. Tapi aku pura2 tidak tahu, aku tidak mau dia merasa canggung.

Sesampainya di rumah, Mayang memintaku untuk masuk sebentar. Di rumah itu hanya ada neneknya yang telah tertidur pulas di kamar belakang. Mayang bercerita bahwa orang tuanya tinggal di Bandung.

"Silakan di minum, Dha." Kata Mayang sambil menyimpan gelas minuman ke atas meja di depanku. Aku mengangguk.
"Aku ganti baju dulu, ya." Lanjut Mayang kemudian, lalu dia berlalu ke kamarnya.

Kamar Mayang terletak tidak jauh dari ruang tamu, saat sedang berganti pakaian, aku mendengar Mayang bertengkar lagi dengan surya di telepon. Entah apa yang mereka permasalahkan, yang jelas aku mendengar Mayang bertengkar sambil menangis. Setelah pertengkaran itu, Mayang tidak juga keluar dari kamarnya. Setelah menunggu selama 30 menit lebih, akhirnya aku memberanikan diri untuk menghampiri Mayang di kamarnya.

Mayang sedang menangis di atas tempat tidur ketika aku masuk.

"Mungkin sebaiknya aku pulang ya" Ujarku sambil duduk di pinggir tempat tidur.
Mayang tersentak,
"Aduh, Maaf, Dha. Aku gak bermaksud nyuekin Kamu"
"Gak papa kok, aku maklum."
"Entahlah, Dha. Aku bingung, hubunganku dengan surya akhir2 ini semakin kacau."

Nada bicara Mayang menunjukkan bahwa dia sedang butuh teman bicara, akhirnya aku membatalkan niatku untuk pulang dan berusaha sebijak mungkin memberikan kata-kata penghibur untuk Mayang. Setelah beberapa lama, akhirnya Mayang menghapus air matanya lalu duduk di sampingku.

"Nah, gitu dong, jangan sedih melulu" Ujarku sambil mengambil ponsel dari saku celanaku.
"Aku foto ya, beri aku senyuman."

Mayang tersenyum, lalu aku mengambil gambarnya beberapa kali menggunakan kamera ponsel. Saat sedang mengambil gambar, secara tidak sengaja aku melihat belahan payudaranya yang tersembul di balik kerah kaosnya. Aku yang memang sejak tadi menahan hasrat, akhirnya tak mampu lagi membendung.

Perlahan aku duduk di samping Mayang, tanpa permisi terlebih dahulu aku langsung memeluk dan menciumnya. Mayang sempat kaget lalu berusaha berontak, namun aku mempererat pelukanku dan memperdalam ciumanku.

"Hmmpphhhh, Dha...." Rintih Mayang di sela-sela hujanan ciumanku.
"Jangan menolak, May. Aku butuh kamu." Bisikku sambil mengalihkan ciumanku ke lehernya yang jenjang. Aroma wangi tercium dari tubuhnya, membuatku semakin hilang kendali.

Tanganku menelusup ke balik kaos Mayang, menjalar menuju gundukan payudara yang tidak terlalu besar namun padat. Rangsangan2 yang kuberikan akhirnya mampu meredam perlawanan Mayang. Secara perlahan dia merebahkan tubuhnya, aku mengikuti dan langsung menindih tubuhnya.

"Yudha... jangan terlalu jauh ya..." Bisik Mayang di sela2 nafasnya yang memburu.

Aku tidak menjawab permintaannya, dari atas tubuhnya, aku mulai melepaskan kancing baju Mayang satu persatu. Mayang berusaha berontak ketika aku melepaskan bajunya, namun aku berhasil membuka baju tersebut, bahkan sekalian merenggut bra nya hingga payudaranya terbuka dengan lebar.


Puting payudaranya menyembul keras, payudara ini pasti pernah dijamah seseorang, mungkin Surya, fikirku. Tapi aku tidak peduli, payudara ini tetap menawan. Erangan halus keluar dari mulut Mayang ketika mulutku mengulum dan mempermainkan putingnya. Aku membiarkan dia mengerang selama beberapa lama, semakin liar lidahku bergerak, semakin kuat erangan Mayang.

Kemudian aku melepaskan kaos yang ku kenakan, lalu kembali menindih tubuhnya. Aku mengerang lirih ketika kulitku bersentuhan dengan kulitnya yang halus. Rudalku mengeras hebat di balik celana jeansku.

Mayang menolak ketika aku berusaha menyingkap rok nya, dia menamparku ketika aku berusaha memaksa. Untuk sejenak, aku harus melupakan keinginanku mempermainkan bagian bawahnya. Aku kembali menyerang payudara dan perutnya dengan usapan lidahku, ketika Mayang terbuai, sedikit demi sedikit aku mempreteli pakaian yang masih menempel di tubuhnya hingga terlepas semua, dan aku pun mempreteli semua pakaian yang masih melekat di tubuhku. Mayang berusaha mendorong tubuhku ketika dia sadar aku dan dia telah telanjang bulat.

"Jangan, Dha... Aku masih milik Surya..." Bisiknya lemah. Tapi mana mau aku melepaskan kesempatan ini.
"Beri aku satu kali saja, aku ingin menikmati tubuhmu..."
"Jangan, Dha...."
"Ayolah, May... Atau, kamu masih perawan?" Mayang menggeleng,
"Surya telah mengambilnya"
"Kalau begitu, apa salahnya kalau kamu memberiku kesempatan?"

Aku tetap berusaha menindihnya, memperkuat posisiku diantara perlawanan Mayang yang semakin melemah. Kepala tongkatku beberapa kali menggesek bibir vaginanya, ketika tepat di depan lubang senggama Mayang, aku berusaha menekan, namun beberapa kali usahaku gagal karena Mayang merapatkan kakinya.

"Aku tidak mau menghianati Surya, karena..... Ahhhhhh..." Mayang tidak melanjutkan ucapannya ketika akhirnya kepala tongkatku berhasil memasuki liang kenikmatan tersebut.

Aku mengerang keras, sensasi kenikmatan menjalar cepat. Penisku belum masuk semua, liang senggama Mayang terasa sempit. Beberapa kali aku bergerak maju mundur hingga akhirnya BLESSSHHHH.... seluruh penisku masuk.

Mayang mengerang, vaginanya yang belum dilumasi secara sempurna terasa seret, sisa2 perlawanannya mulai berakhir....

Aku terus bergerak, menjemput kenikmatan demi kenikmatan dari tubuh Mayang. Secara perlahan, Mayang mulai menikmati dan ikut berperan hingga akhirnya persetubuhan ini berjalan seimbang. Bunyi khas terdengar dari liang senggamanya seirama dengan gerakan2 yang kami buat.

"Ahhhh... Yudha... punyamu besar sekali........"
"Nikmatilah sepuasmu, Sayang.... Aku juga... ahhh...." Pijatan halus vagina Mayang yang mengurut penisku membuatku tak mampu menyelesaikan ucapanku.
"Aku mau keluaarrrr....." Desis Mayang.... Beberapa lama kemudian liang senggamanya semakin penuh oleh cairan...

Aku masih terus mengayun, lalu aku bangkit dan melipat kedua kakiku. Tanpa membiarkan terlepas, aku menyetubuhinya dalam posisi baru.

Erangan dan rintihan masih berbaur. Sekilas mataku melihat ponsel milikku tergeletak di sebelah kiri. Ponsel itu kuambil, sambil tetap menyetubuhi Mayang, aku mengambil beberapa gambar melalui kamera ponselku.
JEPRET!!!

Yudha... apa yang kamu lakukan?" tanya Mayang di sela2 erangannya.

Aku tidak menjawab karena puncak kenikmatan semakin mendekat. Gerakan itu kupercepat dan aku kembali menjatuhkan tubuhku menindih tubuh Mayang. Sengatan-sengatan kenikmatan semakin cepat menerjang.

"Ahh... Dha... aku mau keluar lagi........" MAyang mengerang....
"Aku juga, Sayaaanggg," jawabku, pelukanku kuererat, gerakanku semakin ku percepat, intensitas kenikmatan yang semakin meningkat membuatku tak tahan dan meninggalkan beberapa gigitan di leher dan dagu Mayang.

"Ahhh Ahhhhh Ahhhhhh.... Mayang semakin keras mengerang....."
"Ugh... keluarin di mana, Sayang?" tanyaku, gerbang puncak telah di depan mata.
"Jangan dicabuuutt... Di dalam saja semuanya padakuuuuuuu...."

Tubuhku mengejang, sensasi kenikmatan meledak di puncaknya diiringi erangan panjang aku dan Mayang..... Aku menyemprot kuat beberapa kali...

"Kamu tidak takut hamil?" tanyaku setelah puncak kenikmatan berlalu perlahan. Mayang menggeleng.
"Saat ini aku memang sedang hamil dua bulan, itulah penyebab pertengkaranku dengan Surya." jawabnya.

Aku mencabut sisa-sisa yang masih ada dan membaringkan diri di samping Mayang. Tubuh kami berkeringat, tempat tidur acak-acakan tak karuan. Mayang memelukku.

"Nikmat sekali, Dha. Andai Surya sehebat Kamu...." bisiknya. Aku tersenyum bangga.
"Beri aku waktu istirahat beberapa menit, dan akan aku berikan lagi kenikmatan seperti tadi," jawbku.

Kemudian aku mengecup keningnya. Malam itu empat kali aku menyetubuhinya hingga pagi. Perbuatan kami hampir dipergoki neneknya yang terbangun. Jam 6 pagi aku pulang menuju rumah Adhi. Rentetan omelan menyambut kedatanganku.


"Gila Lo Dha... Nidurin cewek sampe lupain temen... Gue hampir pulang jalan kaki tadi malem, untung gue ketemu Anita yang nganterin gue pulang. Kalo tau gini, gak bakalan gue kasiin kunci motor itu."

Aku tersenyum...
"Jangan belagak ngambek, Lo....
"Gue tau tadi malem Lo juga "maen".
"Ama siapa"? Anita?
"Siapa tuh Anita?"
"Tau darimana?" tanya Adhi heran.

Aku sengaja tidak langsung menjawab. Kemudian sambil berlalu menuju kamar mandi, aku berkata;

"Empat cupang di leher Lo itu, jelas banget keliatan... Buset, ganas amat Si Anita... Kenalin dong... Gue juga pengen nyobain...."Mendengar omonganku, Adhi langsung berlari menuju cermin...


Nikmatnya Bercinta Dengan Kakak Kandungku Saat Liburan di Malaysia


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Nama saya Charles, umur 28 Tahun. Saya sekarang ini masih single alias bujangan dan masih tinggal bersama orang tua. Saya mempunyai seorang kakak, namanya Jovita. Umur kakak saya sekarang ini 35 Tahun dan telah bersuami namun belum memiliki anak.

Hal yang saya alami ini terjadi sekitar 8 tahun lalu. Pada saat itu saya masih berumur 20 tahun dan kakak saya berumur 27 tahun. Sejujurnya nafsu sex saya sangat besar, dan juga berkeinginan untuk ML. Namun hal itu tidak berani saya lakukan karena rasa takut akan akibat yang nantinya terjadi. Oleh karena itu, saya sering melampiaskannya dengan onani sambil menonton film porno di kamar.

Kakak pada saat itu masih berpacaran, tubuhnya lumayan lah. Kulitnya putih, badannya tidak terlalu tinggi, mata besar serta buah dadanya yang berukuran sedang. Sebesar telapak tanganku, kira-kira ukurannya 34 B.

Pagi itu papa dan mama membicarakan masalah liburan keluarga bersama kami. Rencananya mereka ingin pergi berlibur ke Malaysia. Saya dan kakak senang akhirnya kami sekeluarga bisa pergi berlibur bersama-sama karena selama ini kami tidak pernah ke Malaysia bersama.

Seminggu kemudian kami pun berangkat ke Malaysia menggunakan Air asia. Perjalanannya menghabiskan waktu 3 jam. Setibanya kami di Malaysia, kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Papa dan mama sekamar, sedangkan saya dan kakak juga sekamar.


Pada malam harinya, kulihat kakak sudah tertidur pulas. Mungkin karena kecapean dan aku pun sedang mempersiapkan diri untuk beristirahat. Pada waktu hendak menuju tempat tidur, handphone kakak bergetar, kulihat ada SMS yang masuk. Karena rasa ingin tahu, saya membuka isi SMS itu yang ternyata dari pacar kakak.

Kubaca SMS yang dikirim dari pacar kakak isinya hanya ucapan selamat malam dan mimpi indah. Namun di bagian bawah SMS itu terdapat kata yang membuatku kaget. Di bagian akhir SMS itu tertulis “ Sayang nanti kalau kamu pulang, bantu ngemut burung ku yach ? Nanti aku juga akan membantu untuk membuatmu orgasme..hehehe….Enak rasanya..”

Setelah kubaca isi SMS itu aku kaget bukan main. Tak kuduga kakak sudah pernah ML bersama pacarnya. Aku simpan kembali handphonenya. Aku akan menanyakannya besok pagi pikirku dalam hati.

Keesokan harinya, waktu aku bangun kakak baru keluar dari kamar mandi. Kakak baru bangun yah ? kataku. Ia habis pipis nih, katanya. Sewaktu ia naik ke tempat tidurnya, aku pun memberanikan diri untuk menanyakan hal semalam yang kubaca dari handphonenya.

"Kak, ada yang ingin Charles tanyain".
"Ada apa ? jawabnya."
"Apa kakak sudah pernah ML sama pacar kakak ? Mendengar pertanyaanku, muka kakak tiba-tiba pucat. Ia terdiam sejenak, lalu ia berkata dengan perlahan.
"ia Charles kakak sudah pernah ML dengan pacar kakak. Koq kamu tahu ? tanyanya.
"ia kak tadi malam handphone kakak bergetar dan tidak sengaja aku baca isi SMS dari pacar kakak. Charles minta maaf yah.
"Iya-iya ngak apa koq.

Lalu aku melanjutkan bertanya Kak enak yah ML ? dia menjawab pertama kali sih sakit dan perih karena kakak masih perawan, tapi setelah itu rasanya enak banget. Kamu jangan ngomong ke papa sama mama yah. Iya jawabku sambil memperhatikan kakak berbicara.

"Kak bisa jelaskan ke aku gimana cara ML itu" ? tanyaku,
"Susah untuk di jelaskan nih. Emang kamu belum pernah coba yah" ? tanyanya.
"Belum pernah kak, jawabku."
"Kamu mau kakak ajarin" ? jawabnya.
"Mendengar kakak berbicara itu aku kaget. Loh kak mana bisa kita gituan" ? Jawabku.

"Emang sih sebenarnya ga bisa, itu kan sama aja hubungan terlarang, bisa-bisa dosa. Tapi kalau kamu mau tahu rasanya gimana yah harus coba prakteknya. Gimana "? tanyanya.
"Tapi kalau kakak nanti hamil gimana donk" ? tanyaku.
"Kan bisa pakai kondom ? jadi ga bakal hamil deh. Kamu nanti pergi beli kondomnya di mini market yang ada di luar hotel yah. Ntar malam kakak ajarin." Jawabnya.
"Iya kak nanti aku beli." Jawabku.

Kami pun segera bersiap untuk pergi bersama papa dan mama untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Malaysia. Setelah makan malam di luar hotel papa, mama dan kakak sudah kembali ke kamar, tapi aku menyempatkan diri pergi ke mini market untuk membeli kondom dulu baru balik ke kamar.


Sesampainya di kamar, kulihat kakak baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk untuk menutupi bagian tubuhnya.

"Kamu dari mana?" tanyanya.
"Dari mini market kak, kan tadi pagi di suruh beli kondom," jawabku.
"Oh iya kakak sampai lupa. Papa dan mama sudah tidur ?" tanyanya.
"Rasanya sudah kak, soalnya tadi sewaktu aku ketuk pintu kamarnya ga ada yang bukain."
"Kamu pergi mandi sana, perintahnya. Iya kak," jawabku.

Sehabis mandi, aku juga mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhku. Sewaktu keluar dari kamar mandi, kulihat kakak sudah berada di atas tempat tidurnya sambil membuka bungkus kondom yang baru kubeli tadi.

"Kemari naik ke tempat tidur kakak," perintahnya.
"Iya kak," jawabku.
"Sekarang kamu lihat yah baik-baik tubuh kakak." Belum sempat aku menjawab, kakak sudah membuka handuk yang tadi ia pakai untuk menutupi tubuhnya.

Sentak aku kaget dan terdiam melihat tubuh kakakku yang begitu mulus serta buah dadanya yang menggantung dan kulihat vaginanya yang tidak di tumbuhi oleh bulu. Mungkin kakak juga memotong bulu nya, pikirku dalam hati karena aku juga memotong bulu yang berada di sekitar burungku.

Masih asyik melihat tubuh kakak, tiba-tiba kakak berkata “ sini kamu remas atau apakan buah dada kakak terserah kamu deh. Dengan hati-hati aku memegang buah dada yang berukuran 34 B itu. Begitu aku memegang buah dada nya, Nampak wajah kakak yang sedang menikmati sentuhanku. Kesempatanku untuk mempraktekkan aksi pemain video porno yang aku sering nonton di kamar. Pikirku dalam hati.

Sambil memegang, aku sedikit meremas dan memutar-mutar puting susunya. Oh…umm…suara yang keluar dari mulut kakak. Semakin bersemangat aku beraksi mendengar suara kakak yang terangsang. Aku langsung mencium dan mengisap puting susu nya. Sesekali aku gigit kecil putingnya. Sungguh nikmat rasanya. Rupanya ini rasanya mengulum buah dada, pikirku dalam hati. Namun aku tak mau pikirkan itu, aku lanjutkan aksiku dengan meremas buah dada sebelahnya..tiba-tiba ia menarik kepalaku.

Kakak sudah basah, sini buka handuk kamu. Aku pun membuka handuk yang menutupi sebagian tubuhku.

Melihat burungku yang sudah berdiri tegang, kakak tersenyum dan langsung menarik tubuhku sampai aku tertidur di ranjang. Tiba-tiba dia sudah berada di dekat selangkanganku dan sudah memegang burungku . aku merasa sensasi yang belum pernah kurasakan. Sambil memegang kakak berkata sekarang kamu rasakan gimana enaknya di emmut..

Tangannya langsung mengocok burungku sambil sesekali lidahnya ia permainkan di sekitar kepala burungku..oh…enak sekali kak…jangan berhenti…kataku..


Semakin bersemangat ia beraksi setelah mendengar eranganku, tiba-tiba burungku ia masukkan ke dalam mulutnya sambil mengisap dan mengocoknya. Muka ku merasa panas. Setelah kakak puas memainkan burungku, kakak menyuruhku untuk membelai vaginanya.

Aku patuh dengan perintahnya. Begitu ku belai, ia tersentak dan memegang dadanya sendiri. Ku coba menggerakkan tanganku di daerah klitorisnya. Ia pun seperti keenakan dengan tindakanku. Semakin bersemangat aku bermain di sekitar klitoris kakak. Kucoba mainkan dengan lidahku sambil sesekali aku gigit klitorisnya dan menghisapnya..sensasi ini sungguh luar biasa…jantungku berdetak kencang…

Ohh..enak sekali…kamu buat kakak basah sekali Charles. Sering nonton bokep yah ? tanyanya.
Ia kak..jawabku sambil tersenyum. Pantess…jawabnya.
Sini burungmu, kakak pakaikan kondom. Kakak sudah ga tahan. Selesai memakaikan kondom, kakak menyuruhku berbaring.

Ternyata dia suka dengan posisi Women on Top. Begitu aku berbaring, ia memegang burungku dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam vaginanya yang sudah basah karena aksiku tadi. Begitu burungku menyentuh bibir vaginanya, ia mendesah. Akhh….ahhkk… dan masuklah burungku ke dalam vaginanya.

Dia pun menggerakkan badannya dengan lincah sambil sesekali memutarkan pinggulnya. Sungguh nikmat rasanya.. kak enak banget kak.. rasanya seperti di jepit-jepit kak..enakk ouhhh…ohh….mendengar suaraku kakak semakin memompa tubuhnya yang sedang berada di atasku..akh…akkh…enakk…oh….

Aku sudah mau orgasme Charles..akh…semakin ia percepat gerakannya…2menit kemudian kakak pun orgasme. Ackhhh…akuu…datang…ahhh…kurasa cairan panas yang mengalir turun di sekitar burungku. Kupikir itu adalah cairan milik kakak karena orgasme tadi..ia pun tersenyum melihatku.

Lalu aku dengan berani meminta kakakku untuk mengganti posisi. Sekarang aku mau ia nungging alias Doggy Style. Ia pun tersenyum dan menuruti kata-kataku. Begitu ia sudah nungging kulihat vaginanya dari belakang, sungguh nikmat melihat vaginanya karena daging di sekitar bibir nya begitu tebal. Perlahan ku masukkan burungku ke dalam vaginanya, oh…hangat sekali..yang ini lebih enak di bandingkan waktu kakak mengemut burungku..dengan kaku ku gerakkan maju mundur pantatku..dia pun mencoba menuntunku dengan menggerakkan pantatnya maju mundur..

Lama kelamaan gerakanku mulai stabil dan tidak kaku lagi.. sesekali aku meremas buah dada kakak yang Nampak menggantung dari belakang sambil kucium pundak dan lehernya..ia pun mengerang dengan hebat serta semakin liar menggerakkan pantatnya. Nikmat sekali kak…akhh…ku pegang pinggulnya sambil ku maju mundurkan pantatku..sesekali ku dorong keras-keras pantatku sehingga burungku masuk lebih dalam lagi ke vaginanya..akhhh enak…kamu pinter juga yah, Charles..ahh..desahan kakak.

10 menit lamanya burungku berada di dalam vaginanya, dan kurasa spermaku akan keluar..kupercepat gerakanku dan sepertinya kakak mengerti kalau aku akan orgasme, diapun makin mempercepat gerakan pantatnya..akh….kak….oh….ouhhh…akkuu…suudahh..mauu ..oh..keluar…serasa kaki, lutut, paha dan pinggangku terkunci dan kakak langsung mencabut burungku dari vaginanya dan dengan cepat ia membuka kondom yang terpasang di burungku.


Ia pun langsung mengocok dan memasukkan burungku ke dalam mulutnya…croot…ccrrooott….kurasa badanku tersentak beberapa kali…sungguh nikmat rasanya….begitu selesai kakak mengeluarkan sperma yang ada di dalam mulutnya. Aku pun langsung berbaring di tempat tidur..kami melewati malam yang indah di Malaysia. Ia pun dengan wajah kecapean berkata, gimana enakkan rasanya ??

Iya kak rasanya enak banget..terima kasih…sering-sering yah kalau bisa..sambi tersenyum kakak mencubitku dan berkata enak aja..nanti kita lihatlah gimana, jawabnya.

Kami pun melewati liburan dengan bahagia bersama papa dan mama. Sampai sekarang kami berdua masih sesekali bercinta kalau suami kakak sedang keluar kota.


Selasa, 17 Oktober 2017

Nikmati Tubuh Istri Teman Lamaku


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Kenalkan nama sy Sandi, usia 40 tahun, berat badan 57 kg, rambut hitam lurus dgn warna kulit antara kehitaman dan kemerahan. Sejak kecil saya tergolong pendiam, kurang pergaulan dan pengalaman. Sy berasal dari keluarga yg hidup sederhana di suatu desa agak terpencil kurang lebih 3 km dari ibu kota kecamatanku. Sy dibesarkan oleh kedua orangtuaku dgn 5 saudara perempuanku. Jujur saja sy adalah suku B, yg ingin mengungkapkan pengalaman hidupku yg tergolong aneh seperti halnya teman-teman lainnya melalui cerita porno di internet.

Singkat cerita, setelah sy menikah dgn seorang perempuan pilihan orangtuaku, sy mencoba hidup mandiri bersama istri sebagai bentuk rasa tanggungjawab sy sebagai suami dan kepala rumah tangga, meskipun rasa cintaku pada istriku tersebut belum mendlm, namun tetap sy coba menerima kenyataan ini siapa tahu di kemudian hari sy kami bisa saling mencintai secara penuh, lagi pula memang sy belum pernah sama sekali jatuh cinta pada wanita manapun sebelumnya.

Kami coba mengadu nasib di kota Kabupatenku dgn mengontrak rumah yg sangat sederhana. Beberapa bidang usaha sy coba tekuni agar dapat menanggulangi keperluan hidup kami sehari-hari, namun hingga kami mempunyai 3 orang anak, nasib kami tetap belum banyak berubah. Kami masih hidup pas-pasan dan bahkan harapanku semula utk mempertebal kecintaanku terhadap istriku malah justru semakin merosot saja.

Untung saja, sy orangnya pemalu dan sedikit mampu bersabar serta terbiasa dlm penderitaan, sehingga perasaanku itu tdk pernah diketahui oleh siapapun termasuk kedua orangtua dan saudara-saudaraku.

Entah pengaruh setan dari mana, suatu waktu tepatnya Bulan Oktober 2003 aku sempatkan diri berkunjung ke rumah teman lamaku sewaktu kami sama-sama di SMA dulu. Sebut saja namanya Anto. Dia baru saja pulang dari Kalimantan bersama dgn istrinya, yg belakangan sy ketahui kalau istrinya itu adalah anak majikannya sewaktu dia bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana. Mereka juga melangsungkan perkawinan bukan atas dasar saling mencintai, melainkan atas dasar jasa dan balas budi.

Sekitar jam 5 sore, sy sdh tiba di rumah Anto dgn naik ojek yg jaraknya sekitar 1 km dari rumah kontrakan kami. Merekapun masih tinggal di rumah kontrakan, namun agak besar dibanding rumah yg kami kontrak. Maklum mereka membawa sedikit modal dgn harapan membuka usaha baru di kota Kabupaten kami. Setelah mengamati tanda-tanda yg telah diberitahukan Anto ketika kami ketemu di pasar sentral kota kami, sy yakin tdk salah lagi, lalu sy masuk mendekati pintu rumah itu, ternyata dlm keadaan tertutup.


“Tok.. Tok.. Tok.. Permisi ada orang di rumah” kalimat penghormatan yg sy ucapkan selama 3 kali berturut-turut sambil mengetuk-ngetuk pintunya, namun tetap tdk ada jawaban dari dlm.

Sy lalu mencoba mendorong dari luar, ternyata pintunya terkunci dari dlm, sehingga sy yakin pasti ada orang di dlm rumah itu. Hanya saja sy masih ragu apakah rumah yg sy ketuk pintunya itu betul adalah rumah Anto atau bukan. Sy tetap berusaha utk memastikannya. Setelah duduk sejenak di atas kursi yg ada di depan pintu, sy coba lagi ketuk-ketuk pintunya, namun tetap tdk ada tanda-tanda jawaban dari dlm. Akhirnya sy putuskan utk mencoba mengintip dari samping rumah

Melalui sela-sela jendela di samping rumahnya itu, sy sekilas melihat ada kilatan cahaya dlm ruangan tamu, tp sy belum mengetahui dari mana sumber kilatan cahaya itu. Sy lalu bergeser ke jendela yg satunya dan ternyata sy sempat menyaksikan sepotong tubuh tergeletak tanpa busana dari sebatas pinggul sampai ujung kaki. Entah potongan tubuh laki-laki atau wanita, tp tampak putih mulus seperti kulit wanita.

Dlm keadaan biji mataku tetap kujepitkan pada sela jendela itu utk melihat lebih jelas lagi keadaan dlm rumah itu, dibenak sy muncul tanda tanya apa itu tubuh istrinya Anto atau Anto sendiri atau orang lain. Apa orang itu tertidur pula sehingga tersingkap busananya atau memang sengaja telanjang bulat. Apa ia sedang menyaksikan acara TV atau sedang memutar VCD porno, sebab sedikit terdengar ada suara TV seolah film yg diputar.

Pertanyaan-pertanyaan itulah yg selalu mengganggu pikiranku sampai akhirnya aku kembali ke depan pintu semula dan mencoba mengetuknya kembali. Namun baru saja sekali sy ketuk, pintunya tiba-tiba terbuka lebar, sehingga aku sedikit kaget dan lebih kaget lagi setelah menyaksikan bahwa yg berdiri di depan pintu adalah seorang wanita muda dan cantik dgn pakaian sedikit terbuka karena tubuhnya hanya ditutupi kain sarung. Itupun hanya bagian bawahnya saja.

“Selamat siang,” kembali sy ulangi kalimat penghormatan itu.
“Ya, siang,” jawabnya sambil menatap wajah sy seolah malu, takut dan kaget.
“Dari mana Pak dan cari siapa,” tanya wanita itu.
“Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Anto,” tanya sy.
“Betul sekali pak, dari mana yah?” tanya wanita itu lemah lembut.
“Sy tinggal tdk jauh dari sini dik, sy ingin ketemu Anto. Beliau adalah teman lama sy sewaktu kami sama-sama duduk di SMA dulu,” lanjut sy sambil menyodorkan tangan sy utk menyalaminya.

Wanita itu membalasnya dan tangannya terasa lembut sekali namun sedikit hangat.

“Oh, yah, syukur kalau begitu. Ternyata ia punya teman lama di sini dan ia tak pernah ceritakan padaku,” ucapannya sambil mempersilahkanku masuk.

Sypun langsung duduk di atas kursi plastik yg ada di ruang tamunya sambil memperhatikan keadaan dlm rumah itu, termasuk letak tempat tidur dan TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi

Setelah sy duduk, sy berniat menanyakan hubungannya dgn Anto, tp ia nampak buru-buru masuk ke dlm, entah ia mau berpakaian atau mengambil suatu hidangan. Hanya berselang beberapa saat, wanita itu sdh keluar kembali dlm keadaan berpakaian setelah tadinya tdk memakai baju, bahkan ia membawa secangkir kopi dan kue lalu diletakkan di atas meja lalu mempersilahkanku mencicipinya sambil tersenyum.


“Maaf dik, kalau boleh sy tanya, apa adik ini saudara dgn Anto?” tanyaku penuh kekhawatiran kalau-kalau ia tersinggung, meskipun sy sejak tadi menduga kalau wanita itu adalah istri Anto.

“Sy kebetulan istrinya pak. Sejak 3 tahun lalu sy melangsungkan pernikahan di Kalimantan, namun Tuhan belum mengaruniai seorang anak,” jawabnya dgn jujur, bahkan sempat ia cerita panjang lebar mengenai latar belakang perkawinannya, asal usulnya dan tujuannya ke Kota ini.

Setelah sy menyimak ulasannya mengenai dirinya dan kehidupannya bersama Anto, sy dapat mengambil kesimpulan bahwa wanita itu adalah suku di Kalimantan yg asal usul keturunannya juga berasal dari suku di Sulawesi. Ia kawin dgn Anto atas dasar jasa-jasa dan budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta dan kasih syng yg mendlm, seperti halnya yg menimpa keluarga sy. Ia tetap berusaha dan berjuang utk menggali nilai-nilai cinta yg ada pada mereka berdua siapa tahu kelak bisa dibangun.

Anehnya, meskipun kami baru ketemu, namun ia seolah ingin membeberkan segala keadaan hidup yg dialaminya bersama suami selama ini, bahkan terkesan kami akrab sekali, saling menukar pengalaman rahasia rumah tangga tanpa ada yg kami tutup-tutupi. Lebih heran lagi, selaku orang pendiam dan kurang pergaulan, sy justru seolah menemukan diriku yg sebenarnya di rumah itu.

Karena senang, bahagia dan asyiknya perbincangan kami berdua, sampai-sampai sy hampir lupa menanyakan ke mana suaminya saat ini. Setelah kami saling memahami kepribadian, maka akhirnya sypun menanyakan Anto (suaminya itu).

“Oh yah, hampir lupa, ke mana Anto sekarang ini, kok dari tadi tdk kelihatan?” tanyaku sambil menyelidiki semua sudut rumah itu.

“Kebetulan ia pulang kampung utk mengambil beras dari hasil panen orangtuanya tadi pagi, tp katanya ia tdk bermalam kok, mungkin sebentar lagi ia datang. Tunggu saja sebentar,” jawabnya seolah tdk menghendaki sy pulang dgn cepat hanya karena Anto tdk di rumah.

“Kalau ke kampung biasanya jam berapa tiba di sini,” tanyaku lebih lanjut.

“Sekitar jam 8.00 atau 9.00 malam,” jawabnya sambil menoleh ke jam dinding yg tergantung dlm ruangan itu. Padahal saat ini tanpa terasa jarum jam sdh menunjukkan pukul 7.00 malam.

Tak lama setelah itu, ia nampaknya buru-buru masuk ke ruang dapur, mungkin ia mau menyiapkan makan malam, tp sy teriak dari luar kalau sy baru saja makan di rumah dan melarangnya ia repot-repot menyiapkan makan malam.

Tp ia tetap menyalakan kompornya lalu memasak seolah tak menginginkan aku kembali dgn cepat. Tak lama sesdh itu, iapun kembali duduk di depan sy melanjutkan perbincangannya. Sypun tak kehabisan bahan utk menemaninya. Mulai dari soal-soal pengalaman kami di kampung sewaktu kecil hingga soal rumah tangga kami masing-masing.

Karena nampaknya kami saling terbuka, maka sypun berani menanyakan tentang apa yg dikerjakannya tadi, sampai lama sekali baru dibukakan pintu tanpa sy beritahu kalau sy mengintipnya tadi dari selah jendela. Kadang ia menatapku lalu tersenyum seolah ada sesuatu berita gembira yg ingin disampaikan padaku.

“Jadi bapak ini lama mengetuk pintu dan menunggu di luar tadi?” tanyanya sambil tertawa.
“Sekitar 30 menit barangkali, bahkan hampir sy pulang, tp untung sy coba kembali mengetuk pintunya dgn keras,” jawabku terus terang.
“Ha.. Ha.. Ha.. Sy ketiduran sewaktu nonton acara TV tadi,” katanya dgn jujur sambil tertawa terbahak-bahak.
“Tp bapak tdk sampai mengintip di samping rumah kan? Maklum kalau sy tertidur biasanya terbuka pakaianku tanpa terasa,” tanyanya seolah mencurigaiku tadi.

Dlm hati sy jangan-jangan ia sempat melihat dan merasa diintip tadi, tp sy tdk boleh bertingkah yg mencurigakan.

“Ti.. Ti.. Dak mungkin sy lakukan itu dik, tp emangnya kalau sy ngintip kenapa?” kataku terbata-bata, maklum sy tdk biasa bohong.

“Tdk masalah, cuma itu tadi, sy kalau tidur jarang pakai busana, terasa panas. Tp perasaan sy mengatakan kalau ada orang tadi yg mengintipku lewat jendela sewaktu aku tidur. Makanya sy terbangun bersamaan dgn ketukan pintu bapak tadi,” ulasnya curiga namun tetap ia ketawa-ketawa sambil memandangiku.


“M.. Mmaaf dik, sejujurnya sy sempat mengintip lewat sela jendela tadi berhubung sy terlalu lama mengetuk pintu tp tdk ada jawaban. Jadi sy mengintip hanya utk memastikan apa ada atau tdk ada orang di dlm tadi. Sy tdk punya maksud apa-apa,” kataku dgn jujur, siapa tahu ia betul melihatku tadi, aku bisa dikatakan pembohong.

“Jadi apa yg bapak lihat tadi sewaktu mengintip ke dlm? Apa bapak sempat melihatku di atas tempat tidur dgn telanjang bulat?” tanyanya penuh selidik, meskipun ia masih tetap senyum-senyum.

“Sy tdk sempat melihat apa-apa di dlm kecuali hanya kilatan cahaya TV dan sepotong kaki,” tegasku sekali lagi dgn terus terang.

“Tdk apa-apa, sy percaya ucapan bapak saja. Lagi pula sekiranya bapak melihatku dlm keadaan tanpa busana, bapak pasti tdk heran, dan bukan soal baru bagi bapak, karena apa yg ada dlm tubuh sy tentu sama dgn milik istri bapak, yah khan?” ulasnya penuh canda. Lalu ia berlari kecil masuk ke ruang dapur utk memastikan apa nasi yg dimasaknya sdh matang atau belum.

Waktu di jam dinding menunjukkan sdh pukul 8.00, namun Anto belum juga datang. Dlm hati kecilku, Jangan-jangan Anto mau bermalam di kampungnya, aku tdk mungkin bermalam berdua dgn istrinya di rumah ini. Sy lalu teriak minta pamit saja dgn alasan nanti besok saja ketemunya, tp istri Anto berteriak melarangku dan katanya,

“Tunggu dulu pak, nasi yg sy masak buat bapak sdh matang. Kita makan bersama saja dulu, siapa tahu setelah makan Anto datang, khan belum juga larut malam, apalagi kita baru saja ketemu,” katanya penuh harap agar aku tetap menunggu dan mau makan malam bersama di rumahnya.

Tak lama kemudian, iapun keluar memanggilku masuk ke ruang dapur utk menikmati hidangan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat pembicaraan yg santai dan penuh canda, sehingga tanpa terasa sy sempat menghabiskan dua piring nasi tanpa sy ingat lagi kalau tadi sy bilang sdh kenyg dan baru saja makan di rumah. Malu sendiri rasanya.

“Bapak ini nampaknya masih muda. Mungkin tdk tepat jika aku panggil bapak khan? Sebaiknya aku panggil kak, abang atau Mas saja,” ucapnya secara tiba-tiba ketika aku meneguk air minum, sehingga aku tdk sempat menghabiskan satu gelas karena terasa kenyg sekali.

Apalagi sy mulai terayu atau tersanjung oleh seorang wanita muda yg baru saja kulihat sepotong tubuhnya yg mulus dan putih? Tdk, sy tdk boleh berpikir ke sana, apalagi wanita ini adalah istri teman lamaku, bahkan rasanya aku belum pernah berpikir macam-macam terhadap wanita lain sebelum ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yg mulai miring. Siapa tahu ada setan yg memanfaatkannya.

“Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku sy terima semua, asalkan tdk mengejekku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri,” jawabku memberikan kebebasan.
“Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan dan keterbukaannya” balasnya.

Setelah selesai makan, aku lalu berjalan keluar sambil memandangi sudut-sudut ruangannya dan aku sempat mengalihkan perhatianku ke dlm kamar tidurnya di mana aku melihat tubuh terbaring tanpa busana tadi. Ternyata betul, wanita itulah tadi yg berbaring di atas tempat tidur itu, yg di depannya ada sebuah TV color kira-kira 21 inc.


Jantungku tiba-tiba berdebar ketika aku melihat sebuah celana color tergeletak di sudut tempat tidur itu, sehingga aku sejenak membayangkan kalau wanita yg baru saja sy temani bicara dan makan bersama itu kemungkinan besar tdk pakai celana, apalagi yg sy lihat tadi mulai dari pinggul hingga ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran itu sy coba buang jauh-jauh biar tdk mengganggu konsentrasiku.

Setelah aku duduk kembali di kursi tamu semula, tiba-tiba aku mendengar suara TV dari dlm, apalagi acaranya kedengaran sekali kalau itu yg main adalah film Angling Dharma yaitu film kegemaranku. Aku tdk berani masuk nonton di kamar itu tanpa dipanggil, meskipun aku ingin sekali nonton film itu. Bersamaan dgn puncak keinginanku, tiba-tiba,

“Kak, suka nggak nonton filmnya Angling Dharma?” teriaknya dari dlm kamar tidurnya.
“Wah, itu film kesukaanku, tp syngnya TV-nya dlm kamar,” jawabku dgn cepat dan suara agak lantang.
“Masuk saja di sini kak, tdk apa-apa kok, lagi pula kita ini khan sdh seperti saudara dan sdh saling terbuka” katanya penuh harap.

Lalu sy bangkit dan masuk ke dlm kamar. Iapun persilahkan aku duduk di pinggir tempat tidur berdampingan denganya. Aku agak malu dan takut rasanya, tp juga mau sekali nonton film itu.

Awalnya kami biasa-biasa saja, hening dan serius nontonnya, tp baru sekitar setengah jam acara itu berjalan, tiba-tiba ia menawarkan utk nonton film dari VCD yg katanya lebih bagus dan lebih seru dari pada filmnya Angling Dharma, sehingga aku tdk menolaknya dan ingin juga menyaksikannya. Aku cemas dan khawatir kalau-kalau VCD yg ditawarkan itu bukan kesukaanku atau bukan yg kuharapkan.

Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur dan kembali duduk tdk jauh dari tempat dudukku bahkan terkesan sedikit lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun muncul dan terjadi perbincangan yg serius antara seorang pria dan seorang wanita Barat, sehingga aku tdk tahu maksud pembicaraan dlm film itu.

Baru saja aku bermaksud meminta mengganti filmnya dgn film Angling Dharma tadi, tiba-tiba kedua insan dlm layar itu berpelukan dan berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat mulai dari atas ke bawah, bahkan secara perlahan-lahan saling menelanjangi dan meraba, sampai akhirnya sy menatapnya dgn tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yg membuat jantungku berdebar, tongkatku mulai tegang dan membesar, sekujur tubuhku gemetar dan berkeringat, lalu sedikit demi sedikit aku menoleh ke arah wanita disampingku yakni istri teman lamaku.

Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke layar. Tentu aku tdk mampu lagi membendung birahiku sebagai pria normal, namun aku tetap takut dan malu mengutarakan isi hatiku.

“Mas, pak, suka nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja,” tanyanya seolah memancingku ketika aku asyik menikmatinya.
“Iiyah, bolehlah, suka juga, kalau adik, memang sering nonton film gituan yah?” jawabku sedikit malu tp mau dan suka sekali.

“Sy dari dulu sejak awal perkawinan kami, memang selalu putar film seperti itu, karena kami sama-sama menyukainya, lagi pula bisa menambah gairah sex kami dikala sulit memunculkannya, bahkan dapat menambah pengalaman berhubungan, syukur-syukur jika sebagian bisa dipraktekkan.

“Sungguh kami ketinggalan. Sy kurang pengalaman dlm hal itu, bahkan baru kali ini sy betul-betul bisa menyaksikan dgn tenang dan jelas film seperti itu. Apalagi istriku tdk suka nonton dan praktekkan macam-macam seperti di film itu,” keteranganku terus terang.

“Tp kakak suka nonton dan permainan seperti itu khan?” tanyanya lagi.
“Suka sekali dan kelihatannya nikmat sekali yach,” kataku secara tegas.

“Jika istri kakak tdk suka dan tdk mau melakukan permainan seperti itu, bagaimana kalau aku tawarkan kerjasama utk memperaktekkan hal seperti itu?” tanya istri teman lamaku secara tegas dan berani padaku sambil ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sehingga bisikannya terasa hangat nafasnya dipipiku.

Tanpa sempat lagi aku berfikir panjang, lalu aku mencoba merangkulnya sambil menganggukkan kepala pertanda setuju. Wanita itupun membalas pelukanku. Bahkan ia duluan mencium pipi dan bibirku, lalu ia masukkan lidahnya ke dlm mulutku sambil digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan, akupun membalasnya dgn lahap sekali. Aku memulai memasukkan tangan ke dlm bajunya mencari kedua payudaranya karena aku sama sekali sdh tdk mampu lagi menahan birahiku, lagi pula kedua benda kenyal itu sy sdh hafal tempatnya dan sdh sering memegangnya.

Tp kali ini, rasanya lain daripada yg lain, sedikit lebih mulus dan lebih keras dibanding milik istriku. Entah siapa yg membuka baju yg dikenakannya, tiba-tiba terbuka dgn lebar sehingga nampak kedua benda kenyal itu tergantung dgn menantang. Akupun memperaktekkan apa yg barusan kulihat dlm layar tadi yakni menjilat dan mengisap putingnya berkali-kali seolah aku mau mengeluarkan air dari dlmnya. Kadang kugigit sedikit dan kukunyah, namun wanita itu sedikit mendorong kepalaku sebagai tanda adanya rasa sakit.

Selama hidupku, baru kali ini aku melihat pemandangan yg indah sekali di antara kedua paha wanita itu. Karena tanpa kesulitan aku membuka sarung yg dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri dan sesuai dugaanku semula ternyata memang tdk ada pelapis kemaluannya sama sekali sehingga aku sempat menatap sejenak kebersihan meqi wanita itu.

CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Putih, mulus dan tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan itu membuat aku terpesona melihat dan merabanya, apalagi setelah aku memberanikan diri membuka kedua bibirnya dgn kedua tanganku, nampak benda kecil menonjol di antara kedua bibirnya dgn warna agak kemerahan.

Ingin rasanya aku telan dan makan sekalian, untung bukan makanan, tp sempat sy lahap dgn lidahku hingga sedlm-dlmnya sehingga wanita itu sedikit menjerit dan terengah-engah menahan rasa nikmatnya lidah sy, apalagi setelah aku menekannya dlm-dlm.

“Kak, aku buka saja semua pakaiannya yah, biar aku lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu,” pintanya sambil membuka satu persatu pakaian yg kukenakan hingga aku telanjang bulat. Bahkan ia nampaknya lebih tdk tahan lagi berlama-lama memandangnya.

Ia langsung serobot saja dan menjilati sekujur tubuhku, namun jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sehingga pinggulku bergerak-gerak dibuatnya sebagai tanda kegelian. Lalu disusul dgn memasukkan k0ntolku ke mulutnya dan menggocoknya dgn cepat dan berulang-ulang, sampai-sampai terasa spermaku mau muncrat.

Untung sy tarik keluar cepat, lalu membaringkan ke atas tempat tidurnya dgn kaki tetap menjulang ke lantai biar aku lebih mudah melihat, dan menjamahnya.

Setelah ia terkulai lemas di atas tempat tidur, akupun mengangkanginya sambil berdiri di depan gundukkan itu dan perlahan aku masukkan ujung k0ntolku ke dlm meqinya lalu menggerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan maju dan mundur, akhirnya dapat masuk tanpa terlalu kesulitan.

“Dik, model yg bagaimana kita terapkan sekarang? Apa kita ikuti semua posisi yg ada di layar TV tadi,” tanyaku berbisik.

“Terserah kak, aku serahkan sepenuhnya tubuhku ini pada kakak, mana yg kakak anggap lebih nikmat dan lebih berkesan sepanjang hayat serta lebih memuaskan kakak,” katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi tidur telentang tadi sambil aku berdiri menggocok terus, sehingga menimbulkan bunyi yg agak menambah gairah sexku.

“Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, enak sekali, gocok terus kakak, aku sangat menikmatinya,” demikian pintanya sambil terengah dan berdesis seperti bunyi jangkrik di dlm kamarnya itu.

“Dik, gimana kalau sy berbaring dan adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goyangannya,” pintaku padanya.

“Aku ini sdh hampir memuncak dan sdh mulai lemas, tp kalau itu permintaan kakak, bolehlah, aku masih bisa bertahan beberapa menit lagi,” jawabnya seolah ingin memuaskanku malam itu.

Tanpa kami rasakan dan pikirkan lagi suaminya kembali malam itu, apalagi setelah jam menunjukkan pukul 9.30 malam itu, aku terus berusaha menumpahkan segalanya dan betul-betul ingin menikmati pengalaman bersejarah ini bersama dgn istri teman lamaku itu.


Namun syngnya, karena keasyikan dan keseriusan kami dlm bersetubuh malam itu, sehingga baru sekitar 3 menit berjalan dgn posisi sy di bawah dan dia di atas memompa serta menggoyang kiri kanan pinggulnya, akhirnya spermakupun tumpah dlm rahimnya dan diapun kurasakan bergetar seluruh tubuhnya pertanda juga memuncak gairah sexnya. Setelah sama-sama puas, kami saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh dan tidur terlentang hingga pagi.

Setelah kami terbangun hampir bersamaan di pagi hari, sy langsung lompat dari tempat tidur, tiba-tiba muncul rasa takut yg mengecam dan pikiranku sangat kalut tdk tahu apa yg harus sy perbuat. Sy menyesal tp ada keinginan utk mengulanginya bersama dgn wanita itu. Untung malam itu suaminya tdk kembali dan kamipun berusaha masuk kamar mandi membersihkan diri.

Walaupun terasa ada gairah baru lagi ingin mengulangi di dlm kamar mandi, namun rasa takutku lebih mengalahkan gairahku sehingga aku mengurungkan niatku itu dan langsung pamit dan sama-sama berjanji akan mengulanginya jika ada kesempatan. Sy keluar dari rumah tanpa ada orang lain yg melihatku sehingga sy yakin tdk ada yg mencurigaiku. Soal istriku di rumah, sy bisa buat alasan kalau sy ketemu dan bermalam bersama dgn sahabat lamaku, selesai.


Minggu, 15 Oktober 2017

Gantung Saat Nikmati Memek Mbak Endah


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Beruntung aku bisa bekerja di perusahaan Persero di derah Surabaya, aku punya hobi dimana suka merasakan memek wanita terutama gadis gadis SMA atau cewek Kuliahan Bispak yang masih imut dan seksi, aku juga pernah bercinta dengan cewek SMP dan dia baru lulus dari sekolahnya.

Tinggiku diatas 160 cm dengan rambut cepak klimis aku juga sempat gondrong saat masih di perkuliahan kulitku tidak putih tapi juga tidak hitam, kali ini dalam kisahku aku akan bercerita sedikit pengalaman seksku namanya Endah dia tetanggaku mahasiswi Kampus Airlangga jurusan Ekonomi biasanya aku memanggil dengan kata Mbak Endah..

Tinggi badannya sekitar 168 cm rambutnya panjang terurai ukuran buah dadanya 34 B dia sangat seksi dari atas sampai kebawah di kalau dirumah suka pakai hotpant celana gemes kayak anak abg abg sekarang dan tangtop yang ketat.


Ceritanya terjadi ketika aku masih semester 4 akhir kira-kira taun 2014. sewaktu itu hari minggu, diriku baru saja pulang dari rumah pacarku. sampai di rumah malam. pas adzan magrib. naah kok rumahku lagi kosongan. semua orang mulai dari ortu pembantu, dan adikku gak ada semua,. bete banget kan . :-(. aku telpon eeh ternyata mereka sedang asik2nya makan di KFC. huft.

Aku nuggu deeh di depan pagar. gak lama kemudian mbak Endah lewat di depanku , "assalamualaikum. dik wen, kok duduk di depan pagar?"
"kekuncian ta ?"
Aku bales. "iya mbak lagi kosongan niih rumah, belum sholat magrib lagi. mbak baru pulang dari mana mbak ?"
"ooh ini aku baru pulang dari kerja kelompok. mampir rumah ta, ntar sholat di rumahku ajah?"
"malu mbak, ntar ada ibu sama dik ade, dikirain kita ngapain kok jalan bareng  "
"walah gak papa, di rumah gak ada orang kok. dik ade ma ibu lagi ke blitar baru pulang besok senin malam "

Waah pikiran aku langsung mikir yang aneh2 niih , batinku " yeesss, muga-muga BIsa ML ama mbak Endah " habis aku liat orang ini kadang juga keganjenan banget siih  hahhaa

Sesampainya aku di rumahnya, aku duduk diruang tamunya. di bilang suruh nunggu mau ganti baju dulu. setelah itu dia teriak dari kamar.

"dek wen, ambil wudhu ajah, di kamar mandi , paling ujung belakang. !"
"oke mbak!" naah pas aku selesai ambil air wudhu. eehh lahdalah . lah kok. dia masuk kamar mandi langsung buka pintu. gak pake permisi.
"permisi ya dik. aku mau pipis udah gak tahan" apalagi dia cuma pake handuk warna pink doank. jadi kelitan banget tuh susunya yang ukuran 34 B nongol.
"eiits. bentar mbak aku mau keluar dulu " aku langsung keluar kamar mandi. buju buset, dia berani langsung buka handuknya dan bugil didepan aku" walah2 aku cuma bisa senyam-senyum liatin dia,
"walah mbak, mbok ya ditutup dulu pintu nya baru buka handuknya"
"bodo ah, udah sholat sana. gak usah ngeliatin, ! cuma ada kamu aja kok di rumah yang liat. hehehe dulu kita aja pernah mandi bareng geto loh waktu kecil. xixixixixi udah sana!!"

Aku terus masuk kamarnya. wiiikkk kamarnya serba pink.masbroo. mulai dari kordennya temboknya, karpetnya. dan aku liat di kasur ada baju dan daleman cd dan bh yang tadi dia pake dia lepas ditaruh di atas kasur.

Hmmm aku iseng deeh aku ciumin itu cd nya  whooaaa. wangi khas tempik jawa hhhahhaha , benar2 mahasiswi KAMPUS AIRLANGGA yang perek nii kayanya. aku harus bisa ML ama dia malam ini juga.

Ohhh ya perlu diketahui teman2 rumahku ada di dalam kompleks perumahan elit di daerah Darmo Indah, dan rata-rata sekarang banyak warga tionghoa yang tinggal dibanding warga jawanya. jadi warga di sini cuek dan tidak saling kenal. cuma yang lama-lama ajah saling kenal.


Setelah beberapa saat aku sholat. aku sengaja nggk keluar dari kamar, jadi aku tunggu dia dari kamar mandi  beberapa saat kemudian, dia buka pintu kamar,. aku lagi duduk bersila pura2 berdoa. "ehm, permisi ya diikk. aku mau ambil baju. kamu keluar dulu ya  xixixixi"

"ooh mbak Endah dah selesai mandi tooh ?"

Bujubuseettt. badannya basah kena guyuran air, tambah seksi aja bookkk. aku tertegun ngeliatin lehernya yang jenjang, tulang belikatnya keliatan wiihhh tambah turun ajah aku jadi bengong ama belahan susunya itu. nongol kayak pepaya "heh, kok bengong. ayoo ndang keluar, aku mau ganti "

"Nah kan mbak sendiri tadi yang bilang gak perlu malu. tooh cuma ada aku yang ngeliat, tooh kita dulu juga sama2 mandi bareng kan? hehhee y udah ganti aja. mbak , sekalian laah pengen liat bedanya ama yang dulu "

"hmm, maunya, y udah aku ganti tapi jangan bilang sapa-sapa ya! "
"iya mbak. "

Tapi tampak keraakun di dia. malu-malu gimana geto. kami saling berpandang mata. aku beranikan memegang pundaknya, wajah kami mendekat eeehhh tiba-tiba saja kami saling berpelukan dan berciuman, "mmmmhhhh, ck ck ck" kami saling beradu lidah.

Aku plorotkan handuknya. aku raba-raba punggungnya. aku remas susunya. sambil aku cubit2 kecil punting susunya, aku emut2 tuuh pepaya yang lagi menggantung indahnya  .

"sssllllluurrrrrpppp,,,,,,ssssshhhh aaahh sssss aaahh"
"sssshhhhh aaah ah uuhh, enak banget diikk. kamu kok pinter banget? dah pernah ML ya?"
"iya mbak seminggu 2 kali ama pacarku , "
"aku dah lama gak ML dik ama cowok. aku dah putus 3 bulan ini,. puasin aku ya ???? pliiissss puasin aku , aku dah lama banget sebenarnya naksir ama kamu dikk. dari kecil aku dah naksir kamu , "
"iya mbak. tapi ibu ma adik pulangnya besok kan ??"
"iya. puasin aku !!" langsung dia ndorong aku ke kasur, dan bruk dia langsung lompat. menindihi aku , dengan liarnya dia ciumi bibirku dan kita saling menghisap lidah bergntian. saling meremas susu dan kontolku di gesek2kan sama tempiknya dari balik celana jeansku .

Dengan liarnya aku di raba-reba dadaku ,. dan dengn kasarnya dia tarik2 bajuku untuk dilepas. aku lepas bajuku dan celanaku . dia ikut membantu. memelorotkan cdku . dan nongollah si SONI (sodokan Nikmat) hehehehe itu nama kontol aku

"panjang banget dik??",,,, "aku emutin ya?"
langsung dia emut-emut itu batang KONTOL AKU.

Busyet dah . gak kena gigi brooo. aku jadi mbatin ini mahasiswi KAMPUS AIRLANGGA yang memang benar-benar BISPAK, PEREK, brooo, aku dapet gratisan lagi . hahahhaa

Sambil dia emut-emut Batang KONTOL aku susunya begoyang-goyang dengan indahnya aku elus2 tubuhnya, aku angkat balik badasn , gantian aku emutin lagi susunya, dan tanganku yang lain mencubit, dan memelintir susunya. dan tangan ku yang lain mulai menggesek2 tempik.

Klitorisnya dia meracau gak karuan "sssssshhh eeehhmmm hmmmm eeehmm eeennnaaak diikk wen. kamu pinter banget. terus diik ya di situ diiikkk sambil menekan kepalaku ke susunya untuk aku hisap lebih kuat.

Dan "aaaaahhhhh! diik geli dik geli ahahahahaha. hahaa aaahh, sshhh emmmhh enak banget dik wen. " sambil aku gesek2 ama jari aku klitorisnya. dengan liarnya dia gantian membalikkan badank.

Jadi posisinya aku di bawah. hmm tampaknya dia ingin memulai sex dengan posisi 'woman on top'. eeeh tiba-tiba ada suara terdengar dari luar rumah. "assalamualaikum !!!! Endahyy.... bukain pintunya donk sayank...!!!"

Busyet daaah Mamanya pulang. ama adiknya . spontan aja kami langsung kebut pake baju dan keluar dari kamar. dan aku pura-pura lagi duduk di ruang tamu hehehhee.


Saat Endah bukain pintu ibunya itu aja lagi pake daster tanpa bh dan cd. untung ibunya gak curiga, dan ngeliat aku , sambil senyum "ooohaaalaaah kamu tooh weenn udah lama ta? "

"enggak tante, ini mampir sholat soalnya pintu rumah dikunci sekeluarga lagi pergi semua, :"
"oohhh. iya wis gak papa. tapi tadi aku liat rumahmu dahh dibuka kok. udah datang tuuh mama papa kamu  "
"oohh ya uda tante, kalo geto saya mau pulang dulu "
" iya wiis, ati2 sering-sering mampir sini ya." salam buat mamamu "
"iya te, assalamualaikum "
"waalaikumussalam "

hhehehehee. ternyata aku gak jadi ML ama Endah si cewek mahasiswi KAMPUS AIRLANGGA yang PEREk, ENDAH AYAM KAMPUS KAMPUS AIRLANGGA.

Sewaktu aku pulang tampak kekecewaannya karena malam itu ternyata mamanya pulang dan kami tidak jadi ML. aku tau pasti lagi gatel tuuh tempik nya . ENDAH AYAM KAMPUS KAMPUS AIRLANGGA.


Rezeki Saat Terima Tamu Tak Diundang


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Peristiwa ini berlangsung beberapa bulan yang lalu di awal tahun 2011. Di Sabtu malam yang cerah aku terpaksa menjaga rumah sendirian. Keluarga semua pergi ke Jakarta menghadiri acara pernikahan saudara sepupuku.

Aku perkenalkan diri dulu. Namaku Reno, 28 tahun. Tampangku biasa-biasa aja dengan kulit sawo matang. dengan tinggi 170 cm dan berat 70 kg. Pembaca mungkin menyangka aku gendut. Itu sama sekali tidak tepat karena aku rajin fitness hingga otot2ku pun terbentuk walaupun tidak sekekar Ade Rai.

Aku bekerja di satu perusahaan swasta di kotaku. Aku tinggal di kota kecil di bagian Barat pantura Jawa Tengah. Dan sekarang aku masih menyandang predikat jomblo. Namun aku selalu enjoy menjalaninya.




Sabtu malam itu tidak seperti biasanya. Teman-temanku yang sebagian jomblo juga (mungkin aku perlu bikin perkumpulan Jomblo Merana, hehehe...) tidak keliatan batang hidungnya. Aku yang di rumah sendirian akhirnya cuma bisa duduk sambil mengisap rokok putih di teras depan rumah sambil cuci mata pada cewe-cewe yang lewat di jalan depan rumahku.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Rasa ngantuk sudah mulai menyerang. Aku pun bergegas masuk ke rumah. Begitu tanganku hendak meraih gagang pintu, aku dikejutkan suara becak yang direm mendadak. Spontan aku liat ada yang terjadi. Ternyata seorang wanita kira2 berumur 40 tahunan turun dari becak kemudian membayar ongkos ke abang becak.

Aku masih terpaku melihat apa yang akan dilakukan oleh wanita dengan kulit sawo matang dan berwajah sensual itu. Tingginya kira-kira 160 cm dan beratnya mungkin 60 kg dengan payudara yang besar kira2 36C dan pantat yang besar pula serta perut yang sudah tidak rata lagi. Wanita itu memakai baju terusan dengan rambut digelung ke atas menambah kesensualannya. Tanpa dikomando penisku lagi berdiri tegang.

"Permisi...", suara lembutnya membuyarkan lamunanku. "Eh...iya, Bu...", jawabku sekenanya. "Pak Atmonya ada?"

Aku jadi bingung karena nama orang tuaku bukan Atmo. Dengan cepat aku baru sadar kalo rumah yang aku tempati sekarang dulu adalah milik Pak Atmo yang sekarang sudah pindah di kota di provinsi Jawa Tengah bagian Selatan.

Akhirnya aku jelaskan padanya tentang keadaan saat ini. Dia pun bingung hendak ke mana karena tidak ada sanak sodara di kota ini. Kemudian aku persilakan masuk wanita itu ke dalam ruang tamu. Setelah melalui percakapan singkat dapat kuketahui kalo wanita itu bernama Tuminah, sepupu Pak Atmo dari Boyolali dan aku tahu kalo dia telah hidup menjanda selama 10 tahun semenjak kematian suaminya.


"Dik Reno, ibu saat ini bingung mau tidur di mana. Lha wong sudah malam begini. Mau melanjutkan perjalanan sudah tidak ada bis lagi," kebingungan meliputi dirinya.
"Sudahlah Bu Minah...Ibu sementara bermalam di sini dulu. Besok Ibu bisa ke tempat Pak Atmo," aku coba menenangkannya sambil mataku mencuri-curi pandang ke arah gundukan di dadanya yang membusung itu. Mengetahui hal itu Bu Minah jadi salah tingkah sambil tersenyum penuh arti.

Akhirnya Bu Minah setuju untuk bermalam di rumahku. Aku persiapkan kamarku untuk tidur Bu Minah. Tak lupa aku buatkan teh panas untuk menyegarkan tubuhnya. Kemudian aku persilakan Bu Minah untuk membersihkan badan dulu di kamar mandi.

Aku menunggu dengan menonton tivi di ruang tengah. Bayangan tubuh montok Bu Minah menjadikan burungku jadi makin berdiri keras. Ditimpali suara kecipakan air di kamar mandi terdengar dari tempatku.

"Mas Reno..." aku dikejutkan panggilan Bu Minah dari kamar mandi.
"Iya Bu... Ada apa?" aku bergegas menuju ke kamar mandi.
"Ibu lupa bawah handuk. Ibu boleh pinjem handuk mas Reno?" terdengar suara Bu Minah dari balik pintu kamar mandi.
"Boleh kok, Bu. Saya ambilkan sebentar, Bu", aku ambil handukku di jemuran belakang.
"Ini Bu handuknya" perlahan pintu kamar mandi dibuka oleh Bu Minah.

Aku sodorkan handuk ke tangan Bu Minah yang menggapai dari balik pintu. Tak kusangka sodoran tanganku terlalu keras sehingga mendorong pintu terbuka lebar hingga badanku terhuyung ke depan ikut masuk ke kamar mandi. Aku menubruk badan Bu Minah.

Aku peluk tubuh bugil Bu Minah agar aku tidak jatuh. Bu Minah pun memeluk tubuhku erat-erat agar tidak terpeleset.

"Aahhh...", Bu Minah menjerit kecil. Aku rasakan buah dada bu Minah yang besar itu dalam pelukanku. Penisku langsung tegang mengenai perut Bu Minah. Beberapa detik kami terdiam.
"Ih, mas Reno kok meluk aku sih..." katanya manja tanpa melepas pelukannya padaku. Wajahku merah padam. Aku tidak bisa menyembunyikan hasratku yang meletup-letup.
"Kaalauu...akkuu lepass ...nantii akku liat ibu Minah telaanjaang donggg..", jawabku terbata-bata dengan nafas tersengal menahan gejolak birahi.

Aku tekan-tekan penisku yang masih terbungkus celana ke perutnya. "Aacchh...sungguh nikmat sekali," batinku karena aku baru pertama kali ini memeluk wanita dalam keadaan telanjang bulat. "Burung mas Reno nakal..." katanya manja sambil tangannya merogoh penisku dari balik celana training yang aku pakai. Dielus dan dikocoknya perlahan penisku. "Ouuugghhh..." aku hanya bisa mendesah.

"Burung Mas Reno besar sekali..." Aku tidak tahu apakah dengan panjang 16 cm dan diameter 4 cm itu penisku termasuk besar, entahlah mungkin Bu Minah sebelumnya hanya tahu penis dibawah ukuranku. Dan aku pun tidak tinggal diam. aku remes-remes teteknya yang gede itu sambil aku emut putingnya. "Mmmhhh... enak banget mas..."

Tangan kiriku langsung turun ke vaginanya yang mulai basah itu. Aku gesek-gesek dengan jariku dan aku mainkan klitorisnya...
"Mas...." hanya itu yang bisa Bu Minah ucapkan dengan mata sayu sementara tangannya masih mengocok penisku dengan pelan.
"Mas...Mas Reno....aku wis ora kuat...." suaranya parau "Masukin sekarang ya, Mas...."

Aku jadi bingung karena belum pernah ml sebelumnya. Dengan malu-malu aku pun beranikan diri bertanya, "Bu, caranya gimana?" Bu Minah tersenyum genit. "Oh mas Reno masih bujang tong-tong to?"

Kemudian Bu Minah membalikan badannya dengan berpegangan pada bak mandi Bu Minah mengambil posisi nungging. Aku yang udah gak sabar langsung mengarahkan penisku ke vagina yang merah merekah dengan rambut kemaluan yang tercukur rapi tapi gagal karena aku tidak tahu lubang kenikmatan itu.

"Sini mas Reno biar aku bantu..." Bu Minah yang mengerti keadaanku langsung menyamber batang penisku kemudian diarahkannya ke lubang vaginanya.

Kepala penisku menyentuh bibir vaginanya. Oouugghhh... sungguh kenikmatan yang luar biasa yang baru aku rasakan. Kemudian aku dorong penisku ke dalam vagina Bu Minah. Agak susah memang.

"Mas...pelan-pelan. Aku udah lama tidak kayak gini..." suara Bu Minah terdengar lirih tertahan. Aku majukan lagi penisku hingga tinggal setengahnya yang belum masuk ke lubang kenikmatan. Bu Minah memaju mundurkan pantatnya berulang-ulang. Dan... Slleeepppp.... penisku seperti tertelah semuanya oleh vagina Bu Minah. Aku maju mundurkan penisku dengan cepat seperti yang aku liat di BF.

"Ooohhhh....masss....mmmhhhh.. .." hanya itu yang keluar dari mulut Bu Minah. Aku merasakan sensasi yang sangat luar biasa...

Dan belum ada 30 kocokan aku merasakan akan memuntahkan spermaku."Bu.... aku mau keluar..." Aku percepat sodokan-sodokan penisku ke vagina Bu Minah. Dengan gerakan yang luwes Bu Minah memutar-mutar pantatnya mengimbangi sodokanku. Melihat goyangan pantat Bu Minah yang erotis itu aku semakin tidak sanggup menahan laju spermaku. Aku percepat sodokanku.... dan... "Ooouuugggghhhh....." aku tekan kuat2 penisku hingga menyentuh dasar rahim Bu Minah. "Crrootttt.....ccrrrooottt.... cccrrottt...." penisku menyemburkan sperma sebanyak 15 kali ke vagina Bu Minah.




Goyangan-goyangan erotis pantat Bu Minah mengiringi siraman spermaku. "Oooohhhhh...." Aku terkulai lemas. Aku peluk tubuh Bu Minah dari belakang dengan tangan meremas2 tetek Bu Minah yang besar walopun sudah agak kendur. Sementara penisku yang masih tegang tenggelam dalam vagina Bu Minah yang enak itu. Nafas kami masih tersenggal-senggal. Lama kami terdiam meresapi sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dilalui.

"Mas Reno...." Bu Minah lirih memanggilku. "Udahan dulu ya Mas.., aku capek banget. Aku mau istirahat dulu". Aku bisa memahami kondisi tubuh Bu Minah setelah melakukan perjalanan panjang.

Akhirnya aku tidur bareng Bu Minah di kamarku. Dan tentunya masih ada kejadian2 kenikmatan yang kami lakukan berdua setelah itu. Nanti akan aku ceritakan buat pembaca semua.


Sabtu, 14 Oktober 2017

Ngentotin Tante Kosanku


CASINO QIUQIU AGEN LIVE CASINO TERBAIK DAN TERPERCAYA

Tante Lendir - Ini adalah cerita nyata ku sekitar 13thn yang lalu... Perkenalkan, sebut saja namaku Tory... sekarang umurku 30thn, sekitar tahun 1997 sd 2000 aku tinggal di daerah semplak bogor... karena aku sekolah di salah satu sekolah kejuruan yang lumayan ternama di daerah itu...

Singkat cerita ketika tahun 98 aku tinggal di sebuat kosan d sekitaran semplak, aku tinggal ber 3 dengan teman yang 1 sekolahan, kamar kami terbilang lumayan lega untuk ukuran anak sekolahan sekitar 3x5m dan ada dapur serta kamar mandinya sendiri... kebetulan letak kamar mandi kami bersebelahan dengan kamar mandi yang punya kosan...

Pemilik kosan kami sebuah keluarga yang bisa di bilang belum terlalu tua, tante kosan umur 27th, dada sekitar 36b, body aduhai, putih bersih.. face mungkin gak terlalu cakep sekitar 6,5 dan bapak kosan sekitar 30than... Bapak kosanku bekerja sebagai peternak ayam, dan sering keluar kota untuk mngantarkan ternaknya... hampir setiap 2 minggu sekali dia baru pulang...

Namanya anak2 terkadang kami suka iseng, pada suatu hari aku tidak sengaja ketika kekamar mandi mendengar suara orang yg mandi dari kamar mandi yang punya kosan, saking penasarannya aku mencoba mengintip, sempat terpikir juga sih takutnya yang mandi adalah bapak kosan,
(oh iya.. lubang kran air ku di paralel dengan kran air kamar mandi sebelah, nah bekas bobokan di dindingnya cukup lebar dan tidak di tutup kembali, jadi kita2 bisa melihat hampir seluruh kamar mandi ibu kosan)


Tapi dasar rejeki ternyata yang mandi tante kosan, agak sedikit takut juga cuma dasar ABG penasaran, bukannya takut malah cuek ngintip... sampe akhirnya aku jadi keseringan ngintip dikala tante mandi....

Ini cerita serunya...

Suatu hari aku terserang demam, aku tidak masuk sekolah....
Tiba2 pintu kosan aku ada yang mengetuk...

tok...tok...tok....

aku buka pintu, ternyata tante kosan yang mengetuk...

aq : Eh tante....
Tnt: Kamu sakit tor???
aq : Iya tante, tau dari mana (jawabku penasaran)
Tnt: tadi si untung sama dede lewat mereka bilang kamu sakit gak masuk, makannya tante tengokin (untung dan dede adalah teman sekamarku)
kamu udah minum obat???
aq : Belum tante
Tnt : mau tante kerokin???
aq : makasih tante....
Tnt : Gak papa kok.. ayo tante kerokin d rumah tante aja
aq : gak usah tante makasih

Tiba2 tante langsung saja menarik tanganku ke arah rumahnya yg hanya bersebelahan dengan kosanku...
Singkat cerita lagi aku bener2 di kerokin sama tante kosan, memang bekas kerokannya merah semua, mungkin aku masuk angin.. setelah selesai di kerok dan sedikit di urut, tante ke kamar mandi... aku segera memakai kaosku... tiba2 terdengar teriakan kecil tante dari kamar mandi

tnt : Tory... kamu jangan kemana mana dulu ya, sebentar tunggu tante keluar
aq : (dengan nada polos aku menjawab), Iya tante....

sekitar 2 menit kemudian tante keluar dari kamar mandi langsung menuju kamarnya... ketika aku menoleh aku langsung salah tingkah, ternyata tante hanya mengenakan handuk yang hanya mengelilingi dada dan kewanitaannya, sontak aku jadi salah tingkah....

tnt : Knp tor??? malu?? Kaget atau apa???
aku hanya terdiam sejuta bahasa
tnt : Kamu malu ya, kenapa kalo begini malu, kalo ngintipin tante mandi kamu gak malu

Haduhhhh hancur rasanya urat maluku mendengar perkataan tante, ternyata dia tau kalo mandi suka aku intipin

tnt : Gpp tor... tante tau kok.. kamu lagi masa2 pingin tau... kalo tante kasih tau atau pegang aslinya kamu mau gak???

Seketika saja sakit flu demam atau masuk angin yang aku alamin sekejap saja langsung hilang, dengan pelan tante menuntun tanganku ke arah dadanya yang masih di balut handuk... haduuuhhhh kenyal2 rasanya.. dadaku pun berdegup kencang, takut, malu tapi pingin pelan2 ku remas dada tante, tantepun duduk di sebelah ku, tiba2 saja tante menyium bibirku, perlahan tapi pasti nafas kami mulai memburu, ku balas ciuman tante sambil meremas2 payudaranya... ku tarik handuk yang menyelimuti tubuhnya.. astagaternya tante benar2 masih montok dan mulus, pantatnya kencang, perut rata, betisnya kencang... memeknya di penuhi bulu2 yang tidak terlalu lebat tidak juga tipis... tebel2 gimana gitu


Perlahan2 terdengar suara desahan kami berdua di kamar tante

tnt : Ssssstttt ahhh nikmat tor.....
aq : ssssaaa mmmaaa torry juga enak tante...

Aku usap2 memek tante yang sudah mulai basah, mulai sedikit berani ku masukan jari2 tanganku ke memek tante... tante tambah mengerang

tnt : ssssttttsssss ahhhhh torrr.. nikk matt.... terus tor... terus....

Sambil bergerilya tangan tante mencopot celana pendekku sekaligus celana dalemku..... langsung menyibak lah rudalku. tante sedikit memancarkan wajah happy.. mungkin dengan ukuran badanku yang 165cm, tapi berat hanya 45an Kg... tante membayangkan kalo kontolku hanya berukuran kecil... sebenarnya besar juga tidak, tapi untuk anak 17thn saat itu, kontolku panjang sekitar 15an cm dan diameter sekitar 3,5cm.....

Tnt : haduh besar juga ya kontol kamu tor....
aq : memang segini besar tante???.... kok pacar ku gak pernah muji ya
tnt : iya... cukup banget buat tante... malah sedikit lebih besar di banding om....

Tante langsung telentang di atas kasur dengan posisi paha mengangkang... tanpa harus di komando aku langsung melakukan gaya 69, kujilatin memek tante.. ku hisap2... jilat2 sampe sekitar 5mnt

tnt : enak torrrr... enak... terus sayang terus... kamu emang anak kosan yang pintar... sssstttt ahhhhh tante mau di masukin kontol kamu dong tor
aq : iya tante... tapi sebelum itu isep dulu tante... jawabku

Tante langsung mengulum kontolku... ohhh nikmat sekali... bahkan lebih nikmat dari hisapan pacar ku...

Hanya beberapa menit aku langsung meminta tante tiduran, perlahan tapi pasti kumasukan kanotolku sedikit demi sedikit....

tnt : akkkhhhh ssstttttttt enak tor... terus masukin....

Blesssssss.... masuklah kontolku ke dalam memek tante.... kudiamkan beberapa saat soalnya agak2 seret juga, mungkin bener kalo kontolku sedikit lebih besar dari si om... perlahan2 aku kocok2kan... desahan tante mulai memburu.... akupun terus menambah speed kocokanku.. tante mulai menjerit jerit kecil tanpa kontrol...


tnt : Ohhh sayang enak bangetsssss... enakkkkkk... ohhhh
aq : Enakan mana sama si om tante...
tnt : Enakan punya kamu lah sayang....

Tiba2 aku merasakan cakaran dari tangan tante... dan kakinya melingkar kuat di pinggulku sambil berkata

tnt : Torrr ryyy... Tannn Teee mau keluar....

Bersamaan itu pula terasa cairan hangat menyelimuti kontolku di dalam memek tante.... karena tanggung aku langsung memecu lagi kocokanku lebih cepat.. sekitar 2 menit kemudian aku mau keluar

Aq : tante Ak ku mau kelluar... pintaku....
tnt : Keluarin di dalem aja tor....
aq : memang gpp tan? (sambil terus mengocok)
tnt : gpp.. kalo hamil bilang aja anak si om

hehehehe... langsung aja aku muntahin air maniku di dalam memek tante... lumayan banyak... setelah itu aku terkapar lemas di atas pelukan tante....

tnt : Gimana sudah enakan badannya tor???

Aku hanya tersenyum puas sambil mengangguk lemas....

Setelah kejadian itu, aku hampir setiap hari berhubungan sama tante.... biasanya aku melakukan di saat jam istirahat, karena letak kosanku dengan sekolahanku tidah begitu jauh....
kita melakukannya sampai aku lulus sekolah.... beberapa minggu menjelang ujian akhir... tante memberikan kabar kalo dia sedang hamil 1 bulan,

tnt : sambil berbisik... mungkin ini anak kita tor...

Aku langsung kaget... tapi tante langsung bilang...

tnt : tenang aja... om taunya ini anak dia... tante juga gak tau.. ini anak kamu atau si om

ohhh leganya hati ku.... akhirnya aku lulus sekolah.. dan harus pulang tinggal lagi di jakarta... beberapa bulan di awal kelulusan aku masih suka beberapa kali mengajak tante cek in di hotel laras h**i di salabenda....lama kelamaan kita sudah tak pernah bertemu lagi....

Beberapa tahun kemudian aku mendengar kabar jika tante di ceraikan suaminya karena kepergok sedang di pake sama anak kosannya (adik kelasku) semenjak itu aku benar2 gak tau dimana tante tinggal....


Mudah2an cerita kisah nyataku bisa membuat agan2 sekalian ngaceng

Kalo ceritanya terlalu cepat sama kata2nya yang lebai mohon maklum ya para pembaca.. soalnya ini cerita nyata serta saya bukan penulis... kalo sssttt ah uh ah itu mah desahan karangan ane... untuk menambah imajinasi pembaca gimana nikmatnya gua sama tante.