Selasa, 20 Juni 2017

Ibu Muda Seksi Didalam Kereta


Ibu Muda Seksi Didalam Kereta

Tante Lendir - Suatu pagi di hri minggu dibulan februari 2010 aku menunggu kereta ekspress yang akan mengantarku kembali ke kota Y karena esok hari aku harus masuk kuliah lagi. Sebelumnya perkenalkan namaku Danang berumur 23 tahun, menurut mantan – mantanku dan sahabat – sahabat cewekku aku ini orangnya berwajah menarik, supel, ramah, misterius, dan tinggi (sekitar 180cm) sehingga banyak yang tertarik denganku. aku mahasiswa semester atas di sebuah universitas ternama di kota Y. Aku berasal dari kota S, jadi bisa disimpulkan aku seorang perantau.

Saat kereta mulai melaju aku menyegerakan tidur karena badanku sdh sangat lelah akibat begadang semalaman bersama kawan-kawan lamaku. Aku terbangun beberapa kali selama perjalanan yaitu saat pengen pipis (dikamar kecil aku sempat sedikit bingung karena kamar kecilnya tdk ada batang selotnya tp akhirnya teratasi dgn diselipin pulpen) dan saat berhenti di beberapa stasiun besar untuk menaikkan penumpang.

Saat itu seingatku di stasiun kota M naiklah pasangan suami istri muda dan anaknya yang masih balita. Aku terperangah karena sang suami tdk cakep dan cenderung jelek akan tetapi istrinya cantik berambut lurus panjang, tinggi sekitar 170cm (lebih tinggi suaminya sedikit). Tp yang paling membuatku shock adalah meski tinggi tp tubuhnya montok dgn payudara yang ukurannya lumayan besar, pantat yang sekal dan pinggang yang ramping bak biola spanyol.tubuh bagus itu terbungkus dgn celana panjang ketat dan kemeja agak ketat yang paduan warnanya bagus.

Sesaat setelah mereka duduk dibangku sebelah bangku yang aku tempati kereta mulai kembali berjalan dan sang suami dan anak langsung terlelap seperti aku tadi setelah perjalanan dilanjutkan kembali sekitar setengah jam. Karena sang istri tinggal sendirian, aku memberanikan diri menyapa dan mengajak ngobrol. Yah sekedar basa basi agar tdk boring selama perjalanan (kebiasaanku sejak aku SMA).

“mbak, mau kemana?” sambil tersenyum ramah aku menyapanya.
“mau ke ke kota Y karena mertua sedang sakit dik. Adik sendiri?” jawabnya sambil tersenyum manis.
“oh, aku jg sama mbak tp karena aku emang kuliah di kota Y. Oya nama mbak siapa? Kenalkan namaku Danang” kuulurkan tangan untuk berjabat tangan.
“aku Maya dik, ini suamiku rudi dan anakku sandi” dia menyambut jabat tanganku sambil memperkenalkan suami dan anaknya.

Perbincanganpun mengalir dgn hangat selama kurang lebih 1 jam karena kelihaianku mengolah suasana. Kami jg sempat bercanda hingga dia tertawa terkikik karena lucunya. Menurutku mbak Maya orangnya terbuka dan supel, buktinya dia tdk marah saat leluconku mulai menjurus kearah sex bahkan dia malah membalas dgn lelucon yang lebih menjurus. Selama ngobrol mataku sesekali melirik bongkahan dadanya yang terlihat sedikit dari celah kemejanya yang tanpa dia sadari 1 kancingnya terbuka di bagian dada persis.

Mbak Maya mulai salah tingkah dalam duduknya (dugaanku dia terangsang) saat menjawab pertanyaanku seputar tips menyenangkan wanita di ranjang. Dari pertanyaan – pertanyaanku mbak Maya bukan tipe wanita yang suka tentang variasi seks seperti oral dan anal. Tp dia sdh beberapa kali mencoba berbagai variasi gaya bersetubuh selama menikah 2 tahun ini.

Perbincangan terpaksa diputus dulu karena dia permisi ke kamar kecil. Niat isengku muncul mengingat selot kamar kecil itu. Beberapa saat setelah dia pergi, aku membuntuti kekamar kecil. Rupanya dia tdk sadar bahwa pintunya tdk terkunci dan hanya tertutup, buktinya dia dgn santai telanjang bagian bawah membelakangiku. Hal itu membuatku mulai terangsang, segera kubuka resleting celana dan cd lalu keluarin si boy dari sarang. Ukuran si boy emang biasa aja (panjang 15cm dan diameter 3,5cm) tp lumayanlah.

Kudekati mbak Maya perlahan, saat tangan kirinyanya mau meraih celana dan cdnya kuberanikan diri memegang tangannya dgn tangan kiriku sedangkan tangan kananku membekap mulutnya. Dia sempat kaget tp ketika mbak Maya menoleh siapa dibelakangnya dia terdiam.

“mbak, jangan teriak ya kumohon. Aku hanya ingin diajari muasin cewek dalam sex..plis…” kataku sambil menampakkan wajah memelas.

Awal mulanya dia hanya menggelengkan kepala dan tetap memberontak. Aku bisa membuat mataku sendiri berkaca – kaca seperti mau menangis, kulakukan itu sambil terus memohon dan pura – pura terisak. Akhirnya dia luluh dan menganggukkan kepala lemah. Kulepaskan tanganku,

”kena kau” batinku.
“Danang udah pernah ciuman?” tanyanya.
“sdh mbak,kenapa mbak?” balasku dgn wajah polos.
“coba cium aku Nang” perintahnya. aku mulai memeluknya dan menciunmya, pada awalnya biasa saja lalu lidahku berusaha menyeruak kedalam mulutnya dan ternyata dia membalas dgn lebih agresif.

Akhirnya kupakai teknik back door yang memanfaatkan lidahku yang panjang hingga aku bisa mengimbanginya.

“ciuman Danang mantap jg ya” aku hanya tersenyum pura – pura malu.
“sekarang coba rangsang aku Nang semampumu tp hanya sebatas sampai leher saja” dalam hati aku bersorak.

Aku mulai menciumnya lagi lalu menggerayangi dan menciumi bagian belakang telinga dan menjilati telinganya.

“Aaahhg…sssttt…eeeenggghh…” desahnya saat kulakuin itu,ciumanku mulai turun ke leher.

Kujilat dan kucium leher putihnya, harum parfumnya membuatku bersemangat.

“Uuuugghh….aaaahhhh….eeemmghh….sssstttt… Nang enak Nang… terus Nang… aaaaaahhh…eeeeennnggghh… Nang jangan ada bekasnya…” bisiknya.

Aku sadar bahwa mbak Maya takut ketahuan suaminya. Kucoba menelusupkan tanganku kedalam bajunya saat kedua tangannya terangkat memeluk leherku. Terlambat buat mbak Maya untuk merespon karena kedua tanganku sdh masuk kedalam baju dan meremas – remas payudaranya dari luar BH. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengerang dan mendesah karena kuserang leher dan kedua payudaranya secara bersamaan.

“Danang…aaaaahhhhgg…kamu nakal…ssssttt….eeeennggghh…” rancaunya tp tanpa penolakan karena rangsangan yang mbak Maya alami begitu kuat.

Secara mendadak kuangkat bajunya sebatas leher hingga mempertontonkan 2 bongkah gunung kembar dibungkus BH kuning menyala. Beruntungnya aku karena kancing Bhnya ada di depan. Sekilas kulihat ukurannya 36C (besar cuy…), seketika itu pula kubuka kancing bhnya dan terpampanglah payudaranya tanpa penutup apapun. Langsung aku kenyot putting kanannya dan kupilin – pilin putting kirinya.

“Aaaaaaahhhh…eeeemmnggh…Nang…kamu apakan putingku…uuggghh…” erangnya sambil bersandar di dinding.
“Geli Nang…aaaaaggghh…Nang…cukup…ssstt…Nang…enak banget…mmmnngghh..melayang aku rasanya…aaahhh…” rancaunya makin keras.

Karena takut ada yang mendengar langsung aku cium lagi mbak Maya dgn ganas sambil tangan kananku meremas payudara kanannya dan tangan kiriku mengocok kemaluannya yang ternyata sdh banjir.

“mmmpphh…nnnggghh…ssslllurrpp…” yang keluar dari mulutnya yang sedang kuajak french kiss lagi.

Kedua tangannya tdk berdaya karena terjepit punggungnya sendiri sedang tubuh mbak Maya terjepit antara tubuhku dan dinding. Tp tubuhnya semakin menggelinjang kuperlakuin seperti itu. Tdk lama kemudian kemaluan mbak Maya makin lembab, disini aku lagi – lagi memasang perangkap. Kuhentikan semua cumbuanku hingga mbak Maya termangu.

“lho Nang kok berhenti?! Jangan dong..lanjutin ya Nang..aku jadi ngambang dan aneh nih rasanya..lanjutin dong ampe mbak keluar..” pintanya.
“ya mbak..tp sekarang boleh ya aku masukin si boy? Dari tadi berdiri ampe sakit nih” rayuku.
“jangan Nang, aku sdh bersuami…” tolaknya.
“cuma digesek – gesekin aja deh mbak enggak papa ampe aku jg keluar biar sama – sama enak. Boleh ya mbak? Plis……” rengekku sambil mulai kembali membelai – belai payudaranya dan tanganku satunya mengelus – elus si boy yang sedari tadi menganguk – angguk karena sdh tegang.

Mendapat serangan psikologis seperti itu terus menerus akhirnya dia luluh.

“cuma digesek – gesek aja ya ga lebih…” pintanya sambil kududukkan dia ke kloset.
“makasih ya mbak Maya sayang” ucapku dan kukecup singkat bibirnya sambil ku posisikan tubuhku sedemikian rupa hingga k0ntolku terhimpit diantara pangkal pahanya persis di mulut memeknya (bayangin aja duduk berhadapan dan aku terlihat seperti memangku mbak Maya dan kakinya memeluk pinggangku sedang tubuh kami seperti berpelukan).

Aku mulai menggoyang pantatku sehingga kemaluan kami bergesekan. Hal ini membuat kami sama – sama merasakan nikmat. Tak lupa kami tetap berciuman dan saling meraba. Saat kembali kuserbu lehernya, mbak Maya mulai mendesah dan merancau lagi. Desahannya makin sering saat kumulai menggesek dgn cepat. Hal ini membuatku semakin terangsang dan ingin segera memasukkan k0ntolku kedalam hangatnya liang memeknya.

Saat asyik saling menggesek hingga kurasakan cairan memeknya makin membanjiri k0ntolku, tanpa mbak Maya sadari kumasukkan k0ntolku secara mendadak dan cepat hingga mentok. Ugh meski sdh pernah melahirkan tp memeknya masih ketat menjepit k0ntolku. Kelihatannya leher rahimnya dangkal, buktinya pangkal k0ntolku masih diluar sekitar 1-2cm saat kurasakan ujung k0ntolku membentur bagian terdalam memeknya.

“aaaaauuuuhhh….Nang kok dimasukin??!! cabut Nang!! aku udah bersuami!!” perintahnya tp tak ku gubris dan malah melanjutkan menggonyang pantatku sehingga k0ntolku mulai bergerak menikmati jepitan kuat, hangat dan lembab memeknya sambil menciumnya agar tdk bisa berteriak. Posisiku yang sedikit menindih mbak Maya membuatnya tdk bisa berkutik.

Pada awalnya mbak Maya terus meronta, tp karena kondisinya yang mendekati orgasme saat kumasukkan k0ntolku membuat mbak Maya akhirnya menyerah dan malah menikmati goyanganku.

Kugoyang pantatku dgn semangat dgn beberapa variasi goyangan. Kadang maju mundur, kadang kiri kanan, kadang memutar. Hal ini membuatnya semakin melayang.

“auuuhh…Nang..kamu apakan memekku?? enak banget… eeemmmggghhh…sssttt…Nang…aku udah ga tahan… aaaahhh…aku ingin keluar…” rintihnya kira – kira 15 menit setelah kemasukan k0ntol.
“keluarin saja mbak Maya sayang…enggghh..memek mbak enak sekali..” pujiku sambil mempercepat goyanganku.
“Nang…aku keluar sayang!!! aaahhhh..enggghh… ssssttt..uuunngghh..” lenguhnya menikmati orgasme panjang yang dirasakan.

Suuurrr….Suuuurrrr.. k0ntolku merasakan siraman air surganya.

“Nang..nikmat sekali sayang…makasih ya..aku baru kali ini merasakan orgasme karena bersetubuh..suamiku hanya peduli diri sendiri..kamu belum keluar ya??” ucapnya sambil kembali menciumku.
“sebentar lagi mbak… masih boleh kan kugoyang??” tanyaku.
“boleh dong sayang…kamu sdh membuatku melayang…sekarang nikmati tubuhku semaumu…tp sekarang kamu yang duduk ya Nang…” katanya sambil berganti posisi.

Mbak Maya sekarang duduk dipangkuanku berhadapan.

“sekarang biar mbak yang puasin kamu sayang… Danang haus ga??? mau minum susu??” tanyanya sambil menyodorkan payudaranya untuk kukenyot lagi sembari mulai menggoyang pantatnya maju mundur.

Ternyata mbak Maya membalas perlakuanku kepadanya yaitu dgn kardang merubah arah goyangan pantatnya. Aku hanya menikmati itu semua sambil menjilati dan ku kenyot payudaranya serta mendesah sesekali di telinganya. Hal ini membuat mbak Maya makin bersemangat dan kembali terangsang.

“Aaaahhh…Nang….k0ntolmu enak sekali..uunggghh…eemmmhhhgg…”rancaunya.
“memek mbak jg enak…ssssttt…. aahh…mbak..enak mbak… bentar lagi…” rintihku yang disambut makin menggilanya goyangan mbak Maya.

Tak lama kemudian aku yang hampir mencapai puncak merasakan bahwa mbak Maya jg merasakan yang sama karena memeknya makin ketat menjepit k0ntolku dan rintihannya makin sering dan merangsang.

“ Nang…aku ingin keluar lagi…enak banget Nang…aaahhh…sssttt..” baru saja mbak Maya berkata seperti itu aku sdh tdk tahan ingin orgasme.
“mbak aku keluar!!! aaaahhh…..eeengggghh…mmmppphhhh…uuungggghh…” lenguhku mengiringi muncratnya spermaku kedalam rahimnya.

Merasakan semburan lahar panasku membuat mbak Maya jg orgasme.

“ooooohhh… Nang!!!! aku keluar sayang!!!” segera saja kami kembali berciuman dgn rakus sambil menikmati orgasme berpelukan.

Selama beberapa saat kami terus berciuman hingga akhirnya melepaskan pagutan mesra kami. Mbak Maya berbisik

“terima kasih ya sayang…Danang sdh membuatku menikmati surga dunia yang belum pernah kurasakan.”
“mbak ga takut hamil karena aku keluar didalam???” tanyaku ragu.
“tenang saja…aku sedang tdk subur…” ucapnya tersenyum dan menciumku singkat.

Lega rasanya mendengar hal itu hingga akupun tersenyum dan membalas dgn meremas gemas payudaranya sejenak. Kami cepat cepat merapikan pakaian dan keluar dari kamar mandi bergantian lalu duduk kembali di kursi masing – masing. Suami dan anaknya masih tertidur pulas padahal saat itu kulihat sdh memasuki kota Y. Kami saling berpandangan dan tersenyum. Mbak Maya kemudian memberikan nomer handphonenya kepadaku dan berkata

“kapan – kapan lagi ya” sambil mengedipkan mata. Kujawab dgn senyuman dan kami berpisah di stasiun kota Y. Benar – benar beruntung aku bisa menikmati tubuh semantap itu.

Ini adalah cerita sex pertamaku meski bukan pengalaman pertamaku jadi mohon maaf jika kurang seru atau apalah. Lain kali kusambung dgn cerita pengalamanku bersama mantan – mantanku atau sahabat – sahabatku atau adik – adik kelasku atau yang lain. Kita lihat saja ntar aku mood nulis yang mana.hehehe…


EmoticonEmoticon